Juli 29, 2020

KONSEP MANUSIA, RUANG DAN WAKTU DALAM SEJARAH


Waktu salah satu bagian terpenting dalam sejarah
Sejarah merupakan peristiwa yang telah terjadi pada masa lampau yang kebenarannya bisa kita buktikan dari peninggalan-peninggalan yang masih ada saat ini sebagai sumber informasi.

Dalam kajian ilmu sejarah tidak lepas dari 3 unsur pokok yakni; Manusia, Ruang dan Waktu. Dimana Manusia sebagai pelaku Sejarah (Objek Sejarah) yang hidup dalam Ruang (tempat/lokasi) dan waktu yang menujukan kapan kejadian tersebut berlangsung. Hal ini yang menjadikan Sejarah berbeda dengan legenda, mitos maupun dongeng.

Peranan Manusia dalam Sejarah
200 Tokoh Paling Berpengaruh Dalam Sejarah
Manusia dalam proses sejarah selalu menempatkan diirnya sebagai objek sekaligus subjek sejarah. Keberadaan manusia sebagai makhluk sejarah, tidak dapat dilepaskan dari kemampuan manusia menciptakan dunianya.  kemampuan manusia menyadari dirinya sebagai makhluk sejarah tidak dapat terlepas dari kemampuan intrinsic yang dimilki oleh manusia.

Manusia mampu dan berani mempertanyakan mengapa dirinya menjadi manusia. Sedangkan binatang atau tumbuhan tidak pernah menanyakan eksistensinya sebagai binatang dan atau tumbuhan. Kesadaran akan eksistensi tersebut menjadikan manusia punya peluang aktif dalam proses sejarah.

Manusia menyadari bahwa nasibnya sangat ditentukan oleh bagaimana kiprah perjuangan manusia dalam mengarungi kehidupan yang sebenarnya. Kesadaran akan dirinya sebagai subyek sejarah mulai menonjol. Dirinya merasa bahwa manusia bukan hanya produk sejarah, melainkan juga pembuat sejarah.
Manusia adalah objek sekaligus subjek sejarah. Pada satu sisi sejarah menceritakan tentang kisah kehidupan manusia pada masa lalu, sementara pada sisi yang lain kisah kehidupan manusia pada masa lalu tersebut dibuat oleh manusia.

Konsep Ruang dan Waktu dalam Sejarah
Ilustrasi Manusia Ruang dan Waktu
Sejarah mengenal dua dimensi, yaitu spasial dan temporal. Spasial berarti ruang, yang merupakan tempat terjadinya suatu peristiwa sejarah. Sementara itu, temporal berarti waktu, yang berhubungan dengan kapan terjadinya peristiwa sejarah.

Istilah ruang dan waktu serta ruang waktu kadang digunakan dalam dua konteks yang berbeda. Konteks pertama dimaknai bahwa ruang dan waktu tidak dapat terpisahkan. Konteks yang satunya menyatakan bahwa konsep ruang dan waktu hanya sebatas fisis saja.

Dalam sejarah, ruang dan waktu memiliki keterkaitan yang erat. Ruang merupakan tempat terjadinya berbagai peristiwa sejarah dalam berdasarkan waktu. Oleh karena itu, penelaahan peristiwa sejarah berdasarkan dimensi waktu tidak dapat terlepas dari dimensi ruang sejarah. Waktu menitik beratkan pada aspek kapan peristiwa sejarah itu terjadi. Sementara ruang tentu saja menitikberatkan pada di mana peristiwa itu terjadi.

Konsep ruang dan waktu merupakan unsur yang tidak dapat dipisahkan, baik dari suatu peristiwa maupun perubahannya dalam sejarah. Segala aktivitas manusia mesti berlangsung bersamaan dengan tempat dan waktu kejadian. Perjalanan manusia sebagai pelaku sejarah tidak dapat dilepaskan dari unsur ruang dan waktu, sebab perjalanan manusia itu sendiri merupakan perjalanan waktu pada suatu tempat yang ditinggali oleh manusia itu sendiri.

Sejarah sendiri memiliki 3 aspek penting, yakni masa lampau, masa kini dan masa yang akan datang (the past, the present and the future). Ketiganya akan terus berkesinambungan membentuk catatan peristiwa panjang untuk generasi yang akan datang sebagai bahan pembelajaran


Sumber :

Juli 24, 2020

PERKEMBANGAN HINDU BUDHA DI INDONESIA : TEORI MASUK DAN KONSEP AJARAN HINDU BUDHA

Jalur Persebaran Ajaran Budha di Asia

Teori masuknya Hindu Budha ke Indonesia di perkirakan pada awal tarikh Masehi di Benua Asia terdapat dua negeri besar yang memiliki tingkat peradaban bisa dikatakan sudah tinggi, yaitu India dan Cina. Kedua negeri ini menjalin hubungan ekonomi perdagangan yang baik. Perkembangan lalu lintas perdagangan dan pelayaran berlangsung melalui jalur darat dan laut.
Salah satu jalur lintasan laut yang dilewati India-Cina adalah Selat Malaka. Indonesia yang dulunya masih bernama Nusantara terletak di jalur posisi silang dua benua dan juga dua Samudera, serta berada dekat Selat Malaka memiliki keuntungan sebagai berikut:
·         Sering dikunjungi bangsa-bangsa asing seperti India, Cina, Arab, dan juga Persia.
·         Kesempatan untuk melakukan hubungan perdagangan internasional terbukalebar.
·         Adaptasi atau pergaulan dengan bangsa-bangsa lain semakin luas.
·         Pengaruh kepercayaan asing mudah masuk ke Indonesia, seperti Hindu-Budha.
Keterlibatan Nusantara dalam kegiatan perdagangan dan pelayaran internasional, menyebabkan timbunya percampuran budaya. Negara India, merupakan negara pertama yang memberikan pengaruh kepada Nusantara (Indonesia) yaitu dalam bentuk budaya Hindu-Budha.
Dalam pembahasan tentang awal mula masuknya agama Hindu-Budha ke Indonesia terdapat beberapa pendapat mengenai teori masuknya Hindu Budha ke Indonesia. Terdapat enam teori tentang sejarah masuknya agama Hindu-Budha, antara lain:

Teori Brahmana
J C Van Leur
Teori masuknya Hindu Budha ke Indonesia yang pertama adalah teori Brahmana ini dikemukakan oleh JC. Van Leur, berpendapat bahwa para Brahmana datang dari India ke Nusantara atas undangan pimpinan suku dalam rangka pengesahan kekuasaan mereka, sehingga menjadikan sama dengan raja-raja India.
Para kepala suku di Nusantara aktif mendatangkan brahmana untuk mengadakan upacara abhiseka secara Hindu, sehingga para kepala suku menjadi maharaja. Dalam masa perkembangannya, para brahmana akhirnya menjadi purohito (penasehat raja).
Teori brahmana kelihatannya dianggap lebih mendekati kebenaran, karena agama Hindu bersifat tertutup, dimana hanya diketahui kalangan brahmana. Teori brahmana didasarkan pada pengamatan sisa-sisa peninggalan kerajaan bercorak Hindu di Indonesia, umumnya banyak ditemukannya prasasti-prasasti berbahasa Sansekerta dan huruf Pallawa.
Pada Candi yang ada di Indonesia banyak ditemukan arca Agastya. Umumnya di India, bahasa dan huruf tersebut hanya digunakan dalam kitab suci Weda dan upacara keagamaan, dan hanya golongan Brahmana yang mengerti dan menguasainya. Selain itu, brahmana di Indonesia berkaitan dengan upacara Vratyastoma dan abhiseka.
Namun terdapat kelemahan dari teori ini, di India ada peraturan bahwa brahmana tidak boleh keluar dari negerinya. Oleh sebab itu, tidak mungkin mereka dapat menyiarkan agama ke Indonesia.

Teori Kesatria
Cornelis Cristian Berg
Teori masuknya Hindu Budha ke Indonesia yang kedua ialah teori kesatria dikemukakan oleh C.C Berg, Mookerji, dan J.C Moens, menurut teori ini, masuknya budaya India ke Nusantara adalah melalui para kesatria. Saat zaman dulu, di negara India sering terjadi peperangan antar golongan, salah satunya adalah kekacauan politik dalam negara India berupa perang besar antara Brahmana dan Kesatria.
Para kesatria yang kalah dalam peperangan lalu memilih untuk meninggalkan India, diantara kesatria yang pergi ada yang sampai ke wilayah Nusantara. Kesatria inilah yang kemudian berusaha mendirikan koloni-koloni baru sebagai tempat tinggal. Disamping mereka menetap, juga para kesatria menyebarkan agama dan budaya yang mereka ikuti, yaitu agama dan budaya Hindu.



Teori Waisya
N J Krom
Teori masuknya Hindu Budha ke Indonesia adalah teori Waisya dikemukakan oleh N.J Krom, ia berpendapat bahwa kasta Waisya adalah yang paling berjasa dalam penyebaran agama Hindu di Nusantara. Kaum Waiysa merupakan mereka yang berasal dari kalangan pekerja ekonomi, seperti pedagang dan saudagar.
Para pedagang yang berasal dari India atau pusat-pusat Hindu lain di Asia ini banyak melakukan hubungan dagang dengan masyarakat atau penguasa pribumi. Kesempatan ini yang membuka peluang bagi masuknya agama Hindu di Indonesia. Teori ini dirasa lebih tepat karena sesuai dengan kondisi Nusantara sebagai Negeri yang sering dilewati perdagangan internasional.




Teori Sudra
Teori Sudra dikemukakan oleh Van Faber, ia berpendapat bahwa orang-orang yang termasuk kasta Sudra adalah mereka yang dianggap sebagai orang buangan. Kasta Sudra ini diduga datang ke Indonesia bersama kaum Waisya atau Kesatria. Sebab datang dengan jumlah yang sangat besar, para kasta Sudra ini yang telah memberikan andil paling besar terkait masuknya agama Hindu di Indonesia.

Teori Arus Balik
G.Coedes
Teori masuknya Hindu Budha ke Indonesia yang ini dikemukakan oleh G.Coedes, ia berpendapat bahwa berkembangnya pengaruh kebudayaan India dilakukan oleh bangsa Indonesia sendiri. Indonesia mempunyai kepentingan untuk datang dan berkunjung ke India. Sebab hubungan dagang Indonesia dengan India yang meningkat diikuti brahmana untuk menyebarkan agama Hindu dan Budha.
Para pribumi kemudian mempelajari agama Hindu dan Buddha, setelah cukup lama, mereka kembali ke Indonesia dan ikut menyebarkan pengetahuan mengenai agama Hindu-Budha dengan menggunakan bahasa sendiri di masyarakat Indonesia. Sebab demikian ajaran agama lebih cepat diterima bangsa Indonesia.
Mungkin pendapat ini lebih masuk akal beberapa teori masuknya Hindu Budha ke Indonesia yang lain.

Teori Nasional
F.D.K Bosch
Teori masuknya Hindu Budha ke Indonesia yang terakhir adalah teori Nasional dikemukakan oleh F.D.K. Bosch, ia mengatakan bahwa dalam proses penyebaran agama Hindu, bangsa Indonesia berperan aktif. Sesudah dinobatkan sebagai seorang Hindu, mereka lalu giat menyebarkan agama Hindu dan segala kebudayaannya.
Pendapat ini didasarkan pada temuan adanya unsur-unsur budaya India dalam budaya Indonesia. Menurut F.D.K. Bosch, pada masa itu telah terbentuk golongan cendekiawan yang disebut “Clerk”. Oleh sebab itu, proses akulturasi antara budaya Indonesia dan India disebutnya sebagai proses penyuburan.


KONSEP AJARAN HINDU-BUDHA

AJARAN AGAMA HINDU
Umat Hindu menaiki gua batu pada perayaan 'thaipusam' di Malaysia
Pada mulanya agama Hindu berkembang di India sekitar tahun 1500 SM. Ajaran agama Hindu lahir dari Asimilasi kebudayan besar yang ada di India pada saat itu, yakni antara suku bangsa Dravida (penduduk asli India) dan bangsa Araya (pendatang dari wilayah utara). Dalam ajaran agama Hindu bersumber pada kitab sucinya yaitu Weda. Pada Kitab Weda terdiri atas 4 Samhitaatau “himpunan” yaitu:
1.      Reg Weda, berisi syair puji-pujian kepada paradewa.
2.      Sama Weda, berisi nyanyian-nyanyian suci.
3.      Yajur Weda, berisi mantera-mantera untuk upacara keselamatan.
4.      Atharwa Weda, berisi doa-doa untuk penyembuhan penyakit.
Umat Hindu selain kitab Weda, juga mempunyai kitab suci lainnya yaitu;
·         Kitab Brahmana, berisi ajaran tentang hal-hal sesaji.
·         Kitab Upanishad, berisi ajaran ketuhanan dan makna hidup.
Ajaran agama Hindu menganut polytheisme (menyembah banyak dewa), diantaranya Trimurti atau “Kesatuan Tiga Dewa Tertinggi” yaitu Dewa Brahmana (dewa pencipta), Dewa Wisnu (dewa pemelihara dan pelindung), Dewa Siwa (dewa perusak). Selain dari tiga dewa utama, umat Hindu juga menyembah dewa-dewa lain yaitu Dewa Indra pembawa hujan yang sangat penting untuk pertanian, Dewa Agni (api) yang berguna untuk memasak dan upacara-upacara keagamaan.
Pada ajaran agama Hindu terdapat 4 tingkatan sosial dalam masyarakat atau kasta antara lain:
1.      Kasta Brahmana, merupakan terdiri dari para pendeta.
2.      Kasta Ksatria, merupakan terdiri dari raja, keluarga raja, dan bangsawan.
3.      Kasta Waisya, merupakan terdiri dari para pedagang, dan buruh menengah.
4.      Kasta Sudra, merupakan terdiri dari para petani, buruh kecil,dan budak.
Selain dari 4 kasta tersebut, terdapat pula golongan pharia atau candala, yaitu orang di luar kasta yang telah melanggar aturan-aturan kasta. Umat Hindu memiliki tempat yang dianggap suci misalnya, Benares sebagai tempat Dewa Siwa serta Sungai Ganggayang yang airnya dianggap dapat mensucikan dosa umat Hindu, sehingga bisa mencapai puncak nirwana.

AJARAN AGAMA BUDHA
Candi Borobudur di Indonesia
Pada mulanya untuk agama Buddha, diajarkan oleh Sidharta Gautama di India sekitar tahun 531 SM. Ayah Sidharta Gautama adalah seorang raja bernama Sudhodana dan ibunya Dewi Maya. Dalam istilah Buddha artinya orang yang telah sadar dan ingin melepaskan diri dari samsara. Untuk kitab suci agama Buddha yaitu Tripittaka artinya “Tiga Keranjang” yang ditulis dengan bahasa Poli.
Kitab tripittaka antara lain;
1.      Winayapittaka, merupakan berisi peraturan-peraturan dan hukum yang harus dijalankan oleh umat Buddha.
2.      Sutrantapittaka, merupakan berisi wejangan-wejangan atau ajaran dari sang Buddha.
3.      Abhidarmapittaka , merupakan berisi penjelasan tentang soal-soal keagamaan.
Para pemeluk ajaran agama Buddha wajib melaksanakan Tri Dharma atau“Tiga Kebaktian” antara lain:
1.      Buddha yaitu berbakti kepada Buddha.
2.      Dharma yaitu berbakti kepada ajaran-ajaran Buddha.
3.      Sangga yaitu berbakti kepada pemeluk-pemeluk Buddha.
Selain itu agar orang dapat mencapai nirwana harus mengikuti 8 (delapan) jalan kebenaran atau Astavidha antara lain:
1.      Pandangan yang benar.
2.      Niat yang benar.
3.      Perkataan yang benar.
4.      Perbuatan yang benar.
5.      Penghidupan yang benar.
6.      Usaha yang benar.
7.      Perhatian yang benar.
8.      Bersemedi yang benar.
Agama Budha sendiri terpecah menjadi  dua golongan yaitu Buddha Hinayana (setiap orang dapat mencapai nirwana atas usahanya sendiri), Buddha Mahayana (orang dapat mencapai nirwana dengan usaha bersama dan saling membantu).
Pemeluk ajaran Buddha juga memiliki tempat-tempat yang dianggap suci dan keramat antara lain:
1.      Kapilawastu, merupakan tempat lahirnya Sang Buddha
2.      Bodh Gaya, merupakan tempat Sang Buddha bersemedidan memperoleh Bodhi
3.      Sarnath/ Benares, merupakan tempat Sang Buddhamengajarkan ajarannya pertama kali
4.      Kusinagara, merupakan tempat wafatnya Sang Buddha.

SUMBER :

Juli 23, 2020

Kolonialisme & Imprialisme Barat di Indonesia : Rute Pelayaran Bangsa Barat ke Indonesia



Awalnya kedatangan bangsa barat di sambut baik masyarakat 

Daya tarik Indonesia memang telah ada sejak dulu, salah satu diantaranya adalah rempah-rempah. Bangsa barat berbondong-bondong datang ke Indonesia untuk mencari sumber rempah-rempah. Pada awalnya mereka hanya ingin melakukan perdagangan, namun karena sumber daya alam Indonesia yang melimpah ruah, niat berdagang berubah menjadi niat ingin berkuasa. Beberapa bangsa barat yang pernah mendatangi Nusantara antara lain Portugis, Spanyol, Inggris, dan Belanda. Berikut adalah uraian singkat mengenai datangnya bangsa barat ke Indonesia.
Bangsa Portugis dan Bangsa Spanyol dinyatakan sebagai pelopor dari pelayaran dan penjelajahan samudera, karena bangsa ini merupakan bangsa pertama yang melakukan penjelajahan samudera dan menemukan dunia baru sekaligus membuka jalan menemukan wilayah nusantara sebagai penghasil rempah-rempah. Dimulai dari ekspedisi Columbus(Spanyol), selanjutnya ekspedisi Vasco de Gama(Portugis). Hal ini disebabkan karena kemajuan bangsa Spanyol dan Portugis dalam teknologi yang mendukung mereka dalam melakukan penjelajahan samudera.
Rute pelayaran antara Spanyol dan Portugis sangat erat kaitanya dengan pembagian rute pelayaran yang dilakukan Paus Alexander IV yakni PERJANJIAN TORDESILLAS (1949)dimana ditarik garis demarkasi dari kutub utara yakni Rute yang harus ditempuh yakni Spanyol di Belahan Barat Bumi ke Arah benua Amerika dan  Portugis ke belahan timur melalui Afrika.

Berikut ini rute-rute pelayaran Bangsa Barat hingga sampai ke Nusatara :

 
JALUR REMPAH ABAD KE-16

Alfonso de Albuquerque
PORTUGIS
Armada Portugis yang mencoba berlayar ke Indonesia dipimpin oleh Vasco da Gama. Mereka berangkat pada tahun 1497 dengan melewati Tanjung Harapan. orang-orang Portugis melanjutkan perjalannya menyusuri pantai timur Afrika. Pada tahun 1498, Vasco da Gama tiba di Kalikut (India). Mereka bahkan membangun kantor perdagangan. Setelah tinggal beberapa tahun, mereka menyadari bahwa india bukan sumber penghasil rempah-rempah. Karena hal tersebut, dipersipakan ekspedisi selanjutnya yang dipimpin oleh Alfonso de Albuquerque. Hingga pada tahun 1512 mereka berhasil mendarat di Malaka dan berhasil menguasai perdagangan di wilayah Malaka.



Sebastian del Cano
SPANYOL
Magellan dan rombongan berlayar menyusuri benua amerika, dan mendarat di ujung selatan benua Amerika yang kemudia tempat tersebut dinamakan Selat Magellan. Melalui selat ini Magellan dan ro,bogan terus berlayar meninggalkan Samudra Atlantik menuju Samudera Pasifik. Setelah sekitar 3 bulan berlayar Magellan dan rombongan mendarat di Pulau Guam pada tahun 1521. Kemudian melanjutkan penjelajahannya dan menemukan Kepulauan Massava ( Filipina ) yang kemudian menyatakan bahwa daerah tersebut merupakan daerah koloni Spanyol. . Karena tindakannya itulah Magellan dan rombongan mendapatkan perlawanan dari rakyan Mactan dan akhirnya Magellan terbunuh dalam peperangan tersebut.
Rombongan yang selamat dalam pertempuran tersebut melarikan diri dan kemudian oleh del Cano dipimpin bergerak ke arah selatan dan menemukan Kepulauan Maluku. Di Maluku mereka memenuhi kapal dengan rempah-rempah kemudian kembali ke Spanyol lagi melalui Tanjung Harapan di Afrika Selatan.

Cornelis de Houtman
BELANDA
Pada tahun 1595 pelaut Belanda yaitu Cornelis de Houtman dan Piter de Keyser memulai pelayaran. Cornelis de Houtman mengambil jalur laut yang sudah biasa dilewati pelaut-pelaut Portugis yakni dari pantai barat- tanjung harapan Hingga pada tahun 1596 Cornelis de Houtman dan armadanya berhasil mendarat di Kepualaun Nusantara yaitu di Banten. Sebelum singgah ke Banten kapal-kapal Belanda sempat singga di kep.Paskah di Barat Australia.
Setelah menemukan rute ke Nusantara Belanda kembali mengirim armada besarnya pada awal tahun 1600an, dan membentuk kongsi dagang bernama VOC yang bakal menjadi kongsi dagang terbesar dan sukses menguasai sumberdaya alam di Indonesia hingga 1700an akhir.


Sir Francis Drake
INGGRIS
Pelayaran bangsa Inggris dalam mencari rempah rempah dimulai oleh rombongan Sir Francis Drake pada tahun 1577. Drake bersama rombongannya bertolak dari Inggris menuju ke arah barat, berlayar menyusuri samudra atlantik. Ia mendapati badai besar yang mengharuskan Drake dan rombongannya untuk menepi di daratan. Drake menepi di Teluk San Julian, Rombongan Sir Francis Drake melanjutkan pelayaran setelah badai reda menuju ke arah selatan, memasuki selat Magellan di ujung Amerika Selatan.
Tahun 1579, Drake menyebrangi samudra pasifik hingga sampai di perairan Filipina. Dari Filipina, Drake melanjutkan pelayaran memasuki perairan Indonesia. Ia berhasil berlabuh di Ternate, Maluku. DI Ternate, Drake mendapatkan rempah- rempah dalam jumlah yang besar. Setelah dirasa mendapatkan rempah-rempah, Drake dan rombongannya memutuskan untuk kembali ke Inggris. Dalam perjalanan pulang, Drake bersama rombongannya melewati lautan Afrika. Kemudian memasuki daerah Tanjung Harapan. Hingga akhirnya ia sampai di Inggris pada tahun 1580.
Pada tahun 1591 satu ekspedisi yang terdiri dari tiga buah kapal bertolak dari Plymouth, Inggris dipimpin oleh George Raymond dan James Lancaster, tujuannya adalah ke India Timur melalui Tanjung Harapan. Penjelajahan ini tidak begitu berhasil karena hanya satu kapal yang berhasil melanjutkan perjalanan yaitu kapal yang dipimpin oleh Lancaster. George Raymond tenggelam, sedangkan sebuah kapal terpaksa kembali. Pada tahun 1602, Rombongan Lancaster dan maskapai dagang EIC tiba di Aceh, melalui selat malaka. Ia terus melanjutkan perjalanan hingga ke Banten. walau akhirnya EIC kalah oleh VOC dalam menguasi perdagangan di Nusantara dan memindahkan kekuasanya ke India dan Australia.






Sumber :

Hapsar, Ratna & M Aidil. Sejarah Indonesia Untuk Kelas XI, 2016 Penerbit Erlangga

Juli 22, 2020

Pengertian Sejarah : Definisi Etimologi & Menurut Para Ahli

Silsila Raja-raja Singasari dan Majapahit

DEFINISI SEJARAH

PENGERTIAN SEJARAH SECARA ETIMOLOGI (ILMU BAHASA)

Sejarah secara etimologi berasal dari bahasa arab yaitu Shajarah – Syajaratun yang artinya pohon. Akan tetapi secara garis besar, di Indonesia sejarah yang berarti asal-usul, silsilah, riwayat, dan apabila dibuat skema akan menyerupai pohon dengan ranting, cabang, serta daun. Dengan penjelasan di atas bahwa pengertian sejarah bermakna sebagai pertumbuhan ataupun perkembangan dari pohon, dimana sejarah adalah sebagai akarnya.

Sejarah dalam bahasa Inggris disebut history, kata ini berasal dari bahasa Yunani, Istoria yang berarti Informasi/cerita/pencarian. atau yang lebih mengarah pada segala cerita yang berkaiatan dengan aktifitas manusia.

Dalam bahasa Belanda , Sejarah disebut geschiedenis yang mempunyai arti segala sesuatu yang telah terjadi.

PENGERTIAN SEJARAH MENURUT PARA AHLI

Sejarah sangat berperan aktif dalam kehidupan manusia yang pernah terjadi di masa lampau, agar generasi setiap manusia tidak kehilangan referensinya untuk hidup dimasa depan. Apabila ditelaah secara umum manfaat sejarah itu untuk mengetahui hal-hal dimasa lalu yang bersifat menunjang berbagai pengetahuan. Berikut beberapa pengertian sejarah menurut para ahli ataupun sejarawan dimasa lalu:

1. Herodotus
Herodotus yang dikenal sebagai bapak sejarah. Mengemukakan bahwa sejarah adalah suatu kajian yang menjabarkan suatu perputaran antara kaitan tokoh, waktu, perilaku yang dapat memunculkan peradaban.
Hal ini bermaksud menjadikan sejarah sebagai bahan mentah yang dikelola dan diteliti kaitannya antar tokoh masyarakat dalam sebuah peradaban di masa lampau.

2. Sartono Kartididjo
Pengertian Sejarah menurut Sartono Kartididjo merupakan sebuah deskripsi penggambaran pengalaman secara gabungan terhadap peristiwa yang terjadi di masa lalu. Serta menceritakan berbagai kejadian yang membuat hadir kembali peristiwa di masa lalu ke masa sekarang. Namun bentuk pengungkapannya melalui aktualisasi dan proses pengalaman dimasa lalu, yang menjadi bahan ajar terhadap kehidupan dimasa sekarang.

3.  Ibnu Khaldun
Pengertian sejarah menurut Ibnu Khaldun yang mengatakan bahwa sebagai catatan masyarakat terdahulu tentang masyarakat umum manusia ataupun peradaban manusia yang terjadi dari watak ataupun sifat masyarakat tersebut. Hal ini menjadikan sejarah sebagai catatan dari sifat ataupun watak dari masyarakat serta peradaban di masa lalu.

4.  Ariestoteles
Pengertian sejarah menurut Ariestoteles yang mengemukakan bahwa sejarah adalah suatu sistem yang mengelola kedalam penelitian suatu yang pernah terjadi, yang disusun dengan secara teratur, tersusun serta berbentuk kronologi.
Kemudian ariestoteles juga mengatakan bahwa sejarah adalah kejadian ataupun peristiwa yang menjadi cacatan, record , sebagai bukti yang nyata yang akurat. Hal ini akan sangat berpengaruh dengan pengertian sejarah yang dapat menunjang pengetahuan dari segala aspeknya.

5.  Muhammad Yamin
Sejarah merupakan berbagai ilmu pengetahuan yang disusun atas dasar penyelidikan dari beberapa peristiwa, yang dapat diteliti kebenarannya serta dapat dibuktikan sebagai bahan kenyataan yang benar-benar terjadi.
Hal ini menjelaskan bahwa sejarah adalah sebuah pondasi dari ilmu pengetahuan yang didapatkan dari berbagai penyelidikan beberapa peristiwa lampau yang dapat dicari kebenarannya.

6. Taufik Abdullah
Taufik Abdullah berpendapat bahwa pengertian sejarah adalah tindakan manusia yang dilakukan dalam jangka waktu tertentu pada masa lalu di tempat tertentu

7. Moh Ali

Berbeda dengan pendapat Moh Ali tentang penjabaran pengertian sejarah. Moh Ali mengatakan bahwa sejarah merupakan keseluruhan dari perubahan dan unsur kejadian-kejadian yang benar-benar terjadi. Nah dengan maksud tujuan bahwa sejarah adalah ilmu perubahan-perubahan yang menyelidiki suatu kejadian ataupun peristiwa yang pernah terjadi dimasa lampau.

PENGERTIAN SEJARAH SECARA UMUM

Dari berbagai pengertian sejarah yang dikemukakan oleh para ahli di atas, maka dapat disimpulkan bahwa sejarah merupakan kejadian atau peristiwa di masa lampau yang memiliki bukti nyata dan dibuktikan dengan berbagai macam penelitian. Sejarah menjadi sesuatu yang bermakna, di mana pengetahuan tentang suatu peristiwa akan lahir darinya, tentang berbagai jenis makhluk hidup yang ada di masa lampau.


Sumber:
Hapsari, Ratna dan M Aidl : Sejarah Indonesia Kelas X SMA, Penerbit Erlangga 2016
https://www.mypurohith.com/pengertian-sejarah/



Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 
Design by Blog Themes | Bloggerized by andri pradinata - Gold Blogger Themes | AP14