Oktober 12, 2011

Sejarah Perjuangan Kemerdekaan Negara–negara Afrika


Afrika merupakan Benua terbesar kedua di dunia. Pada awalnya tidak ada yang tertarik dengan benua ini termasuk bangsa-bangsa barat. Hal ini diakibatkan karena di Afrika tanahnya gersang, sulit air, tandus, dan banyak terdapat gurun pasir yang luas.Tetapi setelah bangsa barat datang ke Afrika, maka wilayah Afrika dibagi menjadi banyak wilayah kekuasaan
Sampai dengan PD I tinggal ada 2 negara yang merdeka yaitu : Liberia dan Ethiopia. Sementara negara lainya sudah dikuasai oleh bangsa barat, Misalnya : Inggris berkuasa di :Mesir, Sudan, Uganda, Kenya, dll yang semuanya merupakan daerah yang subur dan padat penduduknya. Sementara kekuasaan Prancis Meliputi :Sahara, Gueinia, Maroko Aljazair, Tunisia, dll. Adapun wilayah yang dikuasai Prancis Terbagi dalam dua Propinsi besar yaitu : Afrika barat Prancis dan Afrika Equator Prancis. Selain itu negara lainya di Afrikapun rata-rata juga sudah dikuasai bangsa barat lainya.
Kebanyakan negara-negara barat didalam menguasai Afrika tidak sampai daerah pedalaman, hanya Inggris dan Prancis yang melakukan itu. Inggris hampir menguasai seluruh daerah Afrika dari utara ke selatan, terbukti dengan dibangunya jalur kereta api dari Cape sampai ke Cairo oleh Cecil Rhodes. Prancis yang ingin menguasai dunia dari samodra ke samodra di Afrika barat berhasil menemukan lautan Atlantik dan Guinia Prancis. Niat Inggris yang ingin menguasai dari daerah utara ke selatan terhalang oleh Jerman yang menguasai daerah Tanganyika dan Afrika bagian timur berdasarkan Perjanjian Helgoland 1892. Sebaliknya cita cita Prancis juga terhalang inggris di Sudan. Dengan melihat fakta diatas maka jelas bahwa sebelum Perang Dunia I daerah Afrika terbagi bagi menjadi daerah daerah kekuasaan bangsa barat.
Di Afrika selatan menjelang perang dunia I terjadi konflik antara orang  Inggris dengan orang Prancis keturunan. Hal ini disebabkan karena Inggris ingin agar Afrika Selatan yang sudah memperoleh hak otonomi berdiri dibelakang sekutu. Sementara orang Boer yang secara psikis lebih dekat dengan Jerman ingin agar Afrika selatan memihak Jerman. Akhirnya Inggris yang menang dan Afrika Selatan berdiri di belakang sekutu.
Perang dunia I membawa perubahan peta kekuasaan di Afrika. Yaitu tersisihnya dua penguasa berdasarkan perjanjian Versailles. Negara yang kalah dalam perang harus menyerahkan daerah kekuasanya pada LBB  menjadi daerah mandat. Daerah Jerman sebagian besar dikuasai oleh Inggris dan Prancis. Tanganyika dikuasai Inggris dan Belgia berkuasa di Ruanda dan Burundi.
Selama waktu antara Perang dunia I dan II belum muncul Nasionalisme di Afrika. Baru setelah selesai perang dunia II munculah nasionalisme besar-besaran di Afrika maupun di Asia yang ingin melepaskan diri dari penjajahan bangsa bangsa Eropa dengan tujuan untuk mencapai sebuah kemerdekaan. Setelah melalui perjuangan panjang akhirnya bangsa-bangsa di Afrika banyak yang mencapai Kemerdekaan pada sekitar tahun 1960. Selain dicapai melalui perjuangan kemerdekaan juga dicapai melalui solidaritas negara-negara di Asia dan Afrika juga ada yang dicapai secara damai yaitu kemerdekaan yang diberikan langsung oleh negara yang menjajah. Hanya ada  dua negara yang tidak mau melepaskan tanah jajahanya yaitu Spanyol dan Portugis. Bekas jajahan Inggris dan Prancis terpecah menjadi negara-negara kecil yang merdeka. Adapun kelompok negara negara baru tersebut adalab sebagai berikut:
  1. Bekas jajahan Inggris : Sudan, Uganda, Kenya, Zansibar, Tanzania,  Malawi dan Zambia.
  2. Di Afrika Barat : Ghana, Senegal, Gambia, Nigeria dan Somalia.
  3. Daerah Prancis di Afrika Utara meliputi : Maroko, Aljazair, Tunisia, Mauritania, Niger, Pantai gading, Afrika Tengah, Chad, Kamerun, Togo, Malagazi, Eritrea, Congo, Gabon.

IMPERIALISME DAN POLITIK KOLONIAL BARAT DI AFRIKA

A. Sejarah dan Arti Imperialisme

Kata Imperialisme berasal dari bahasa latin yaitu ”Imperium”  yang berarti perintah. Istilah tersebut pertama kali digunakan oleh Inggris pada tahun 1870 dan 1855. Secara istilah Imperialisme berarti sebagai suatu usaha untuk memperoleh hubungan yang erat antara bagian-bagian kerajaan Inggris dengan negeri induk, baik hubungan cultural maupun mengadakan perjanjian politik dan  militer. Dalam perkembanganya kata Imperialisme mengalami perubahan arti dari semula yang berarti “ Perintah” menjadi “ Hak memerintah” atau “kekuasaan memerintah” dan berubah lagi menjadi daerah dimana kekuasaan memerintah itu dilakukan. Adapun tujuan dari Imperialisme pada awalnya ada 3 macam yaitu: Gold, Glory, Gospel. (Mencari kekayaan, Menyebarkan Agama dan kejayaan).
Imperialisme yang pertama kali dilakukan oleh bangsa barat pada abad  16. Adapun Imperialisme pada saat itu dibagi dalam 2 hal yaitu: Imperialisme tua (kuno) dan Imperialisme moderen. Imperialisme kuno dilakukan dengan cara melakukan penaklukan penaklukan negara dan bangsa lain untuk menjamin perdaganganya. Untuk kegunaanya imperialisme kuno hanya mengambil barang mentah tanpa menyajikan balasan barang jadi pada negeri jajahan. Imperialisme juga banyak dilakukan dengan expansi expansi ke negara lain. Adapun  yang menjadi pelopor dari Imperialisme kuno adalah negara Portugis dan Spanyol. Sasaran mereka adalah negara-negara dikawasan Asia, Australia, dan Amerika.
Sedangkan Imperialisme moderen yang dipelopori oleh Inggris yang telah berhasil dengan Revolusi Industrinya dan diikuti oleh negara-negara kapitalis lainya seperti Jepang dan Amerika Serikat. Imperialisme moderen dilakukan untuk memenuhi kebutuhan industri dan modalnya yang surplus dengan cara exploitasi dan penetrasi kebudayaan. Setelah berkembangbya nasionalisme berkobar di luar Eropa, imperialisme moderen bersembunyi dalam bentuk: Protecktorat, Domonion, Negara mandap, dan negara negara boneka. Dalam Imperialisme moderen maka yang diambil adalah barang mentah tetapi setelah itu disajikan pula barang dalam bentuk jadi kepada negara jajahan. Dalam bahasa mudahnya dalam Imperialisme moderen negara yang melakukan Imperialisme menjadikan negara jajahan sebagai negara pemasaran hasil industri yang mengalami surplus. Tujuan pokoknya adalah mempengaruhi dan menguasai ekonomi bangsa lain. Dengan melihat fakta diatas tentunya jelas dan dapat kita simpulkan bahwa pada hakikatnya tujuan imperialisme adalah sama. Tetapi terdapat pula corak corak khusus yang membedakan satu sama lain yaitu:
  • Adanya perbedaan corak politik kolonial. Perbedaan corak politik kolonial yang dilakukan oleh pemerintah kolonial di tanah jajahanya masing-masing.
  • Cara yang dipakai oleh bangsa terjajah untuk melepaskan diri dari belenggu penjajahan yang berbeda-beda juga.
2 hal itu yang membedakan  corak corak khusus imperialisme  yang satu dengan yang lain. Imperialisme moderen yang dipelopori oleh Inggris mencapai kejayaan pada tahun 1885 sampai dengan 1900. dengan adanya Imperialisme yang dilakukan oleh bangsa bangsa barat tentunya juga menimbulkan dampak yang dirasakan oleh bangsa yang terjajah antara lain adalah: Adanya kemiskinan yang terjadi di tanah jajahan, Adanya penderitaan yang tak terhingga di tanah jajahan, Imperialisme juga menyebabkan suatu bangsa yang terjajah mengalami pecah belah dan terbelakang, serta menyebabkan bangsa terjajah kehilangan keppribadian.

B. Politik Kolonial Barat di Afrika.

Ada bermacam corak ragam politik kolonial barat di Afrika, akan tetapi pada dasarnya tujuan mereka adalah sama yaitu politik pecah belah atau adu domba. Hal ini dilakukan untuk mempermudah didalam usaha untuk tetap menguasai tanah jajahan. Dalam hal ini penulis ingin menyampaikan politik kolonial yang dilakukan oleh Inggris dan Prancis di Afrika. Hal ini dilakukan dengan pertimbangan kedua negara tersebut yang berhasil mendominasi negara-negara di Afrika.
Politik kolonial yang dilakukan Pranci di Afrika diantaranya :
  1. Politik Asimilasi/Percampuran
Dalam hal ini orang-orang pribumi di Afrika diperlakukan sama dengan orang Prancis, perlakuan yang sama ini diberikan disegala bidang kehidupan antara lain: Pendidikan, hukum, Sosial ekonomi maupun hak yang sama dalam Parlemen.
  1. Politik Asosiasi
Pada politik ini maka Prancis melebur orang pribumi dan mencetak kembali menjadi orang orang yang berjiwa Prancis.
  1. Politik Devide At Impera
Politik ini dilakukan dengan memecah belah penduduk pribumi sehingga lebih mudah untuk dikuasai.
  1. Politik Conversion au Cristianisme
Politik ini dilakukan dengan cara mengadakan Kristenisasi terhadap penduduk pribumi.
Sedangkan politik yang dilakukan Inggris antara lain adalah:
1.   Pola Politik C. Khodes
Politik kolonial ini dilakukan dengan penekanan kepada kepentingan imperium Inggris atau kepentingan kaum kolonis di koloni.
2.   Pola Politik D. Livingstone.
Pada politik ini menekankan kepada pertanggungan jawab sebagai pembimbing untuk bumi putera.
3.   Sistem pemerintahan In Direct rule
Dalam system pemerintahan ini adalah system pemerintahan tidak langsung yaitu melalui birokrasi-birokrasi yang ada.
4.  Membiarkan tetap berlangsungnya kebiasaan-kebiasaan yang telah berlaku di tanah jajahan.
  1. Membimbing penduduk di tanah jajahan kearah pemerintahan sendiri yang mandiri secara pelan pelan dan Evolusioner.
Jadi apabila kita bandingkan Politik kolonial dari kedua negara tersebut memang mengalami perbedaan corak, akan tetapi pada dasarnya adalah sama yaitu sama sama dilakukan untuk tetap bisa menguasai wilayah jajahan.
Berbeda dengan di Asia, di Afrika sebagian besar jatuh ke kaum kolonialis dan imperialis tanpa disertai perlawanan yang hebat, walaupun ada juga yang disertai oleh sebuah perlawanan yang hebat yang dilakukan oleh kaum nasionalis yang ada. Akan tetapi sebagian besar negara Afrika jatuh ketanah jajahan akibat dari perjanjian perjanjian yang diadakan antara kaum imperialis sendiri atau kaum imperialis dengan kepala kepala suku yang ada di Afrika.

ARTI EXPLORASI DAN AKIBAT AKIBATNYA BAGI BANGSA BANGSA DI AFRIKA

Benua Afrika sering dikatakan sebagai “The Dark Continent” karena benua Afrika sebagian besar belum dikenal oleh dunia internasional. Daerah yang dikenal hanya sebagian kecil Afrika bagian Utara yang letaknya dekat dengan Eropa. Pada zaman Roma kuno  sebagian dari daerah Afrika utara dimasukkan dalam “Imperium Romanum”. Daerah tersebut dinamakan Africano. Pada awalnya orang orang mengira bahwa daerah ini tidak berpenduduk, dan hanya didiami oleh binatang buas.
Tahun 1453 merupakan tahun yang penting bagi sejarah dunia, yaitu jatuhnya kota Konstantinopel yang mengakibatkan runtuhnya perdagangan Eropa karena Sultan Turki menutup Bandar-bandarnya bagi kapal-kapal kaum Nasrani. Tetapi orang Eropa berusaha mencari jalan lain yang nantinya akan membawa mereka menuju dunia timur. Dalam usahanya mencari jalan baru maka daerah Afrika yang tadinya dikatakan masih dalam keadaan gelap berangsur-angsur mulai dikenal oleh dunia barat. Penjelajahan daerah Afrika pada awalnya dipelopori oleh Portugis dengan tokoh Bartolomeuz Diaz dan kemudian disusul oleh Vasco da Gama. Setelah sampai sedemikian jauh daerah Afrika yang telah dikenal oleh dunia barat barulah daerah-daerah yang letaknya masih ditepi saja. Sedangkan daerah pedalaman masih dalam keadaan “The Dark Continent”.
Daerah Afrika tersebut kemudian diduduki oleh bangsa Eropa dari berbagai negara seperti: Inggris, Prancis, Jerman, Italia, dll. Sedangkan tokoh tokoh penjelajahanya antara lain adalah: Henry Morthon Staenly, David Livingstone, Baker, Gordon, de Brazza. Berkat aktivitas para penjelajah boleh dikatakan seluruh daerah Afrika sudah dikenal seluruhnya. Dengan demikian daerah Afrika tidak  merupakan dunia gelap atau “The Dark Continent”. Tetapi dengan dikenalnya seluruh Afrika berarti pula datangnya bencana bagi orang-orang asli Afrika yaitu datangnya bahaya Imperialisme(penjajahan). Dengan demikian disadari atau tidak maka para penjelahahpun turut ambil bagian dalam pembentukan imperialis kapitalis bangsanya. Selain para penjelajah yang juga berperan disini adalah para pedagang-pedagang besar. Ditulisan ini penulis akan meyajikan tokoh tokoh expedisi Afrika beserta dengan hasil hasilnya sebagai berikut:

A. Arti Expedisi Livingstone

Penemuan baru hasil dari Expedisi yang dihasilkan Livingstone dan kawan kawan sangat berarti besar bagi pengungkapan Afrika, terlebih setelah terbitnya buku-buku karya Livingstone cs, yang membuka mata bangsa Eropa tentang eloknya Afrika. Afrika merupakan sebuah benua baru dengan sumber kekayaan yang sangat luar biasa sehingga memancing minat bangsa-bangsa lain untuk menguasainya terutama bangsa barat. Tercatat ada beberapa negara yang berebut untuk menguasai Afrika, bahkan Afrika yang sangat luas itu nantinya kekuasaanya akan dibagi bagi menjadi beberapa bagian sesuai negara yang menguasainya. Berikut adalah beberapa negara yang berusaha menguasai Afrika : Jerman, Inggris, Belgia, Prancis, dll.
Untuk menghindari konflik di Afrika menyangkut perebutan kekuasaan di Afrika maka terciptalah sebuah konggres di Berlin ( Jerman ) pada tahun 1885. Adapun hasil konggres Berlin antara lain adalah;
  • Kongo dalam status Free state dalam penguasaan Belgia, Artinya semua negara boleh bertindak leluasa akan tetapi harus terbuka untuk perdagangan bebas ( Politik pintu terbuka tetap dijalankan )
  • Para peserta konggres Berlin berjanji untuk melindungi penduduk bumi putera terutama dibidang kesehatan, moril dan meteriil
  • Prancis mendapat bagian daerah di sebelah utara muara sungai Kongo dengan ibukota Brazzaville
  • Hak Portugis atas Angola diakui tetapi daerah yang ditambahkan kepada Mozambiek harus diserahkan kepada Inggris dan kemudian daerah itu disebut dengan Rhodesia
  • Antara Inggris dan Jerman dibuat persetujuan yang mengatur bahwa Zanzibar diserahkan pada Inggris dan ditukar dengan pulau Helgolandia yang letaknya dekat dengan Jerman.
B. Konflik Antara kaum Imperialis barat di Afrika.

Konflik yang terjadi saat itu tentunya tidak dapat dilepaskan dari keberadaan negara- negara imperialis dari Eropa yang sama-sama ingin menguasai wilayah Afrika. Hal ini dapat dilihat dari usaha-usaha yang dilakukan oleh bangsa Eropa sebagai berikut. Prancis ingin memperluas wilayah jajahanya dengan menaklukkan daerah Maroko kemudian membuat rencana untuk memperluas lagi kearah Pantai Atlantik sampai Samudra Indonesia. Tetapi usaha itu gagal di Sungai Nil karena bertubrukan dengan Inggris yang saat itu juga dalam usaha untuk memperluas wilayah dari Cape Town ( Afsel ) sampai Cairo ( Mesir ). Adapun benturan itu terjadi di Fasyoda di tepi Sungai Nil. Dengan adanya benturan itu maka lahirlah istilah Krisis Fasyoda. Yang berpusat di Sudan.
Yang juga tidak dapat dilepaskan dari Konflik diatas adalah mengenai terusan Suez yang dibangun oleh Ferdinand de Lesseps pada tahun 1869. Inggris mula mula menolak mentah mentah rencana dibangunya Terusan Suez karena dianggap akan mendatangkan ancaman terhadap India. Tetapi kemudian setuju dengan catatan turut memegang saham dalam PT Internasional Terusan Suez. Pada saat itu Mesir sedang mengalami kesulitan masalah keuangan sehingga mengajukan proposal kepoada Prancis , akan tetapi karena Prancis baru saja melunasi utang perangnya pada Jerman maka proposal itu tidak dapat dipenuhi oleh Prancis. Dengan mengetahui hal itu maka Inggris memanfaatkan momentum tersebut untuk membeli seluruh saham Terusan Suez dan menguasainya. Perlu dicatat bahwa Terusan Suez merupakan kunci pintu masuk ke India, dengan demikian akan memudahkan akses Inggris terhadap India.
Selain itu dengan menguasai terusan Suez dan pulau Perin maka  Laut Merah akan berada dibawah pengawasan Inggris disamping itu juga menguasai pintu pintu masuk laut tengah karena Selat Jabaltarik juga telah dikuasai. Bahkan Akhirnya negara Mesir juga berhasil dikuasai oleh Inggris dan menjadi negara persemakmuran Inggris dengan nama “Anglo Egyption Sudan”.
Sementara di Eropa saat itu juga sedang terjadi Krisis karena adanya pergeseran politik. Prancis mulai terancam dengan keberadaan Jerman dan berusaha memperbaiki hubunganya dengan Inggris. Maka pada tahun 1904 terjadilah perjanjian antara Inggris dan Prancis yang menyatakan. Prancis melupakan insiden Fashoda dan tidak akan merintangi politik Inggris di Mesir. Sementara Inggris memberikan kebebasan kepada Prancis di Maroko.
Dengan melihat uraian diatas tampak bahwa Afrika saat itu secara kekuasaan dibagi menjadi beberapa daerah jajahan. Adapun penguasa di Afrika antara lain adalah: Inggris, Prancis , Jerman, Belgia, Italia, Portugis dan Spanyol. Hanya Liberia dan Afrika Selatan saja yang Merdeka. Liberia tetap merdeka karena didirikan oleh mantan mantan budak yang telah dibebaskan dari Amerika Serikat. Sedangkan Afrika Selatan tetap merdeka karena yang memegang kekuasaan adalah orang kulit putih yaitu orang-orang Boer yang merupakan keturunan Inggris dan dibentuk dibentuk Dominion oleh Inggris. Yang tidak dapat dilupakan juga bahwa pada saat itu terjadi diskriminasi ras antara orang kulit putih dengan orang kulit gelap yang sampai sekarang terkenal dengan istilah Politik Apharteid.

C. Afrika Antara 2 Perang Dunia.
  • Daerah- Daerah bekas jajahan Jerman
Sebagai akibat dari kekalahan Jerman dalam perang Dunia I semua jajahan Jerman dikuasai oleh musuh-musuhnya termasuk didaerah Afrika. Pada saat itu sempat ada gagasan untuk membentuk sebuah Internasionalisasi jajahan dengan pemerintahan sedunia. Tetapi hal tersebut tidak dapat dijalankan karena dalam pelaksanaanya daerah-daerah tersebut tetap dikuasai oleh pemenang-pemenang perang dengan system daerah mandat. Dalam hal ini organisasi internasional yang ada pada saat itu LBB mengamanatkan pada penguasa daerah mandat untuk memperbaiki kesejahteraan serta kemajuan penduduk pribumi yang masih terbelakang. Tetapi pada saat itu yang terjadi adalah amanat tersebut tidak dapat dijalankan oleh penguasa mandat , bahkan penguasa mandat cenderung untuk tetap mengexploitasi daerah mandat  sehingga yang terjadi adalah daerah mandat menjadi semakin menderita.
  • Pergerakan Kemerdekaan di Afrika Utara sampai dengan Perang Dunia II
Dengan dikuasainya terusan Suez oleh Inggris maka membuat Inggris semakin leluasa mengexploitasi Mesir. Pada saat itu Inggris juga memperbesar penanaman modal di Mesir. Dengan keadaan mesir yang semakin terjajah maka memunculkan gerakan Nasionalisme di Mesir dibawah pimpinan Arabi Phasa. gerakan tersebut menuntut kepada Khidive agar mengadakan pembaharuan pemerintahan dari system feodalistis diganti dengan system demokratis yang nantinya akan melahirkan parlemen di Mesir. Setelah itu kemudian Arabi phasa diangkat jadi Menteri Peperangan dan angkatan perang Mesir diperkuat. Tentu saja hal itu menimbulkan kekhawatiran bagi Inggris dan Prancis yang membentuk komisi bersama untuk mengatasi masalah keuangan di Mesir. Khidive didesak oleh Inggris untuk memecat Arabi Phasa, dan saat itu tejadi kekacauan, akhirnya Arabi Phasa dipecat. Pada saat itu tentara Inggris masih ditempatkan di Mesir Untuk menjaga Terusan Suez.
Ketika Perang Dunia I pecah Khidive dipecat dan digantikan oleh Hussein Kemal sebagai Sultan. Setelah perang dunia I gerakan Nasionalisme mengalami perkembangan hebat, sehingga Inggris merubah protektorat dan memproklamirkan kemerdekaan Mesir dengan Fuad sebagai rajanya pada tahun 1922. akan tetapi tentara Inggris masih berada di Mesir dengan jabatan Komisaris Tinggi. Dengan melihat fakta itu maka sebenarnya Inggris hanya bersembunyi dibalik kerajaan Mesir dan masih tetap menguasai Mesir. Selain di Mesir Nasionalisme di Afrika juga lahir di Negara Afrika lainya antara lain Maroko, Tunisia dan Libya. Adapun tujuan dari Nasionalisme tersebut pada dasarnya adalah sama yaitu untuk mendapat kemerdekaan.
  • Politik Apartheid di Afrika Selatan
Pada saat Inggris memberikan status Dominion pada Afrika Selatan terjadi kesenjangan karena yang diberikan status Dominion hanya penduduk dengan warna kulit putih, sementara penduduk dengan warna kulit gelap tetap dijajah. Padahal fakta yang terjadi saat itu adalah penduduk warna kulit putih merupakan golongan minoritas sedangkan mayoritas penduduk Agrika selatan adalah berkulit gelap. Orang kulit putih yang ada adalah orang Boer yaitu orang keturunan Belanda dan sedikit dari orang-orang Inggris. Pada pelaksananya ternyata perbedaan warna kulit menjadikan sebuah kesenjangan di Afrika Selatan. Hal ini muncul karena adanya anggapan bahwa kulit putih lebih superior daripada kulit gelap. Pemisahan penduduk berdasar warna kulit inilah yang nantinya menjadi cikal bakal lahirlah Politik Apartheid di Afrika Selatan. Pemisahan warna kulit ini sebenarnya lahir dari ketakutan orang kulit putih sebagai minoritas terhadap orang kulit gelap ( pribumi ) sebagai mayoritas. Karena disatu sisi orang kulit putih ingin tetap menguasai Afrika Selatan.
  • Gerakan Anti Apartheid
Dengan adanya Politik Apartheid di Afrika Selatan tentunya sangat menyakitkan bagi penduduk pribumi yaitu orang-orang berkulit gelap. Hal ini karena dimana-mana orang berkulit gelap selalu didiskriminasi oleh orang kulit putih. Hal itu tentunya akan menimbulkan dendam yang mendalam pada orang- orang kulit gelap. Akhirnya datang juga kesempatan untuk unjuk perasaan setelah ratusan korban jatuh dan dunia tersentuh. Harapan mulai terbuka ketika Nelson Mandela bebas dari hukuman selama 27 tahun pada 11 februari 1990. harapan semakin lebar karena pada saat itu presiden FW de Klerk membuka dialog untuk menciptakan masa depan Afrika Selatan yang demokratis tanpa diskriminasi. Tetapi ternyata harapan itu tidak dapat segera di realisasikan karena orang Afrika sendiri pada saat itu juga terpecah. Terdapat 2 organisasi yang sama-sama ingin melepaskan diri dari politik Apartheid tetapi masing- masing punya perbedaan mengenai kepemimpinan dan rencana menentukan masa depan Afrika selatan. ANC dibawah Nelson Mandela ingin Keterbukaan sementara IFP menyatakan partainya menjadi partai non rasial. Dengan adanya perbedaan prinsip tersebut juga mempersulit Afrika untuk lepas dari Politik Apartheid karena untuk bisa lepas dari Politik Apartheid penduduk Afrika  Selatan harus Bersatu.

PERJUANGAN KEMERDEKAAN DAN HASIL-HASILNYA

A. Gerakan Kemerdekaan Mesir
  • Awal Sejarah Mesir
Mesir adalah negara tertua di dunia yaitu sejak runtuhnya raja fir’aun. Sebagai negara tertua tentu Mesir memiliki berbagai peninggalan benda-benda bersejarah yang melambangkan kebesaran negara Mesir pada saat itu seperti: Piramid, Spink,Obelisk serta bangunan bangunan lain. Adapun untuk kekuasaan yang pernah ada di mesir pada jaman dulu ada beberapa jaman antara lain: Romawi dan Yunani kuno, Babylonia, Romawi Timur dan lain lain. Yang perlu dicatat juga bahwa dari jaman ke jaman kota negara Mesir terus berbenah. Dalam bidang agama negara Mesir juga dikenal sebagai negara Islam yang kuat. Salah satu yang dapat menunjukkan kebesaran Islam di Mesir adalah adanya Universitas yang sangat terkenal sampai sekarang yaitu Universitas Al Azhar.
  • Pembukaan Terusan Suez
Gagasan mengenai Terusan Suez sebenarnya telah ada pada Cleopatra sampai Napoleon Bonaparte. Tetapi sampai saat itu belum dapat terealisasi. Adapun tujuan dari dibukanya terusan Suez adalah untuk menghubungkan laut tengah dan laut Merah demi lancarnya pelayaran. Baru pada saat ada pejuang dari Prancis Ferdinand De Lesseps gagasan itu dikabulkan. Terusan Suez mulai digali padatahun 1859. proses penggalian tersebut ternnyata memakan waktu 10 tahun dan baru selesai pada 17 November 1869. dengan dibukanya terusan Suez berarti dibukanya sejarah baru dalam dunia pelayaran di Eropa. Sementara bagi Arab dan bangsa Asia dengan dibukanya terusan Suez berarti musibah karena Expansi dari bangsa barat akan mengalir dengan begitu  hebatnya
  • Mesir pada masa Perang Dunia II
Mesir pada masa Perang Dunia II masih diselimuti awan kelam perebutan kekuasaan di Mesir antara Prancis Inggris dan mesir sendiri.Perebutan tersebut juga tidak dapat dilepaskan dari adanya Terusan Suez  yang menjadi bahan rebutan utama karena letaknya yang sangat strategis. Baru setelah muncul tokoh nasional Jendral Nadjib yang pada tanggal 26 juli 1952 berhasil menurunkan raja Farouk karena dianggap melindungi kaum koruptor yang menyengsarakan  rakyat. Setelah munculnya Jendral Najib maka pada saat itulah Revolusi Sosial di Mesir dimulai, adapun perubahan Sosial yang terjadi antara lain adalah:
  1. Pembatasan hak milik akan tanah dan yang lebih diberikan pada kaum petani yang melarat.
  2. Perwira –perwira yang bersalah akan ditangkap.
  3. Pengaruh modal asing akam dibatasi.
Dengan adanya kebijakan itu maka Jendral Nadjib semakin dicintai rakyat Mesir dan diangkat menjadi Presiden yang juga merangkap sebagai Perdana Menteri.

B. Gerakan Kemerdekaan Tunisia

Tunisia merupakan sebuah negara di Afrika bagian Utara. Tunisia juga merupakan sebuah negara protektorat Prancis yang selalu ingin merdeka penuh. Seperti kita ketahui bahwa negara Protektorat adalah sebuah negara yang diberikan status Dominion oleh negara induk. Dengan keadaan yang seperti itu  tentunya rakyat Tunisia ingin mendapatkan sebuah kemerdekaan yang penuh. Berbagai cara dilakukan baik melalui meja perundingan ataupun melalui jalur kekerasan. Akan tetapi tetap belum bisa mendapatkan hasil sesuai yang diinginkan  perundingan perundingan yang ada selalu tidak menghasilkan sebuah kesepakatan bahkan cenderung merugikan rakyat Tunisia. Dalam hal ini Prancis lebih senang menggunakan cara kekerasan , tentu saja dengan peralatan yang lebih canggih hal ini tidak dapat diimbangi oleh Tunisia dan menimbulkan korban jiwa yang tidak sedikit.
Setelah Usaha-usaha  yang dilakukan selalu gagal maka pada tahun 1952 Tunisia membawa masalah sengketa dengan Prancis ke PBB. Dengan harapan akan menemukan subuah penyelesaian sesuai yang diharapkan. Setelah melalui perjalanan panjang dan tak kenal lelah dan melalui bemacam sidang dalam PBB Akhirnya Tunisia dapat mencapai Kemerdekaan pada tahun 1956. Dengan perjuangan yang sangat keras dan juga korban jiwa yang tidak sedikit.

C. Gerakan Kemerdekaan Maroko.

Maroko merupakan sebuah bangsa di Afrika yang pada abad ke 5 menjadi propinsi dari bangsa Romawi. Penduduk asli Maroko adalah orang Barbar. Sedangkan bentuk negara Maroko adalah kekaisaran. Seperti bangsa Afrika lainya Maroko juga merupakan negara Protektorat dari Prancis. Selain dijajah Prancis Maroko juga pernah dijajah oleh Spanyol, disini terdapat tokoh perlawanan melawan Spanyol yang sangat terkenal yaitu Amir Abdul Karim pahlawan Rif yang sangat terkenal. Akan tetapi Akhirnya Abdul Karim berhasil dilumpuhkan oleh Spanyol yang bekerja sama dengan Prancis.
Sebagai negara protektorat tentunya Maroko ingin mendapatkan sebuah kemerdekaan penuh. Dan perjuangan menuju arah itu terus dilakukan baik melalui jalur perundingan atau jalur kekerasan. Jalur kekerasan Maroko selalu mengalami kegagalan karena dalam bidang persenjataan tentara Prancis jauh lebih maju. Dan cara ini yang disenangi oleh Prancis. Selain jalur kekerasan maroko juga melakukan perjuangan melalui jalur perundingan dan diplomasi. Hal ini sampai membawa masalah maroko ke sidang PBB pada tanggal 15 oktober 1952. setelah melakukan perjuangan dengan berbagai cara akhirnya pada tahun 1955 Prancis mengijinkan sultan Maroko Muhammad V kembali dari perasingan Akhirnya Maroko memperoleh kemerdekaan penuh pada tahun 1956, dan pada tahun 1957 Sultan Muhammad V memakai gelar raja hingga Wafat pada tahun 1961.

D. Gerakan kemerdekaan Sudan

Pada abad14 terdapat 2 kerajaan di Sudan yairtu Maqurra dan Alwa. Pengaruh budaya Islam Mesir begitu kuat di Sudan sebelum datangnya Inggris. Setelah datang Inggris ternyata membuat Sudan daerah rebutan Inggris dan Mesir karena memang letaknya yang strategis. Setelah terjadinya keributan itu maka muncul tokoh di Sudan yaitu Jendral Nadjib yang berhasil menggulingkan Raja Farouk. Pada saat itu diadakan Plebiciut/jajak pendapat yang hasilnya rakyat Sudan menghendaki kemerdekaan. Dan pada 1 Januari 1956 Sudan mendapatkan kemerdekaan Penuh. Akan tetapi walaupun sudah Merdeka penuh tetap tidak bisa meredakan suasana panas di Sudan karena masih terdapat pertikaian antara Sudan Utara dan Sudan Selatan.

E. Gerakan Kemerdekaan Aljazair.

Aljazair merupakan sebuah daerah dengan penduduk Orang Barbar, namun kemudian ditaklukkan oleh orang Barbarrosa dari Turky. Dan mulai saat itu dikuasai leh orang Turky. Kemudian setelah itu datanglah bangsa Prancis yang berhasil menguasai Aljazair dan menjadikan Aljazair sebagai bagian dari Prancis. Tentu saja rakyat Aljazair ingin mendapatkan kesetaraan dengan Rakyat  Prancis dalam hal hak dan kewajiban sebagai warga negara. Pada tanggal 1 Nopember 1954 muncul organisasi Front Pembebasan Nasional yang menuntut kemerdekaan penuh bagi Aljazair. Baru akhirnya pada tanggal 3 juli 1962 setelah tentara Oas lemah negara aljazair mendapatkan kemerdekaan penuh yang di proklamirkan oleh De Gaulle. Dengan Presiden pertama adalah Ahmad Beb Bella yang juga merupakan tokoh penting di negara tersebut.

F. Gerakan Kemerdekaan Ghana.

Tahun 1471 tentara Portugis datang ke pantai Emas di Ghana. Dinamakan Pantai Emas karena memang daerahnya kaya akan emas selain itu daerah itu juga penghasil budak belian orang Negro yang akan dikirim ke Amerika tengah. Bahkan bangsa Portugis sempat mendirikan benteng Elmina yang sangat terkenal disana. Belanda dan Inggris sempat bergantian menguasai daerah tersebut. Akan tetapi Akhirnya yang berkuasa adalah Inggris. Akan tetapi disana terdapat sebuah Suku yang tidak setuju dengan kekuasaan Inggris yaitu suku Asjanti yang selalu mengadakan Pemberontakan.
Karena berada dibawah kekuasaan Inggris tentunya rakyat Ghana ingin mendapatkan kemerdekaan. Perjuangan banyak dilakukan melalui perundingan-perundingan. Pada tahun !951 diadakan pemilihan Umum yang pertama dan Dr Kwame Nkrumeh diangkat sebagai Perdana Mentri  akan tetapi saat itu Ghana masih berada dalam Dominion Inggris baru pada tahun 1957 diadakan pemilu yang ke 2 yang disetujui oleh Inggris  dengan anggota perlemen orang Negro Asli. Dengan kenyataan itu Inggris dapat menerima dan pada tanggal 6 Maret 1957 Kemerdekaan Ghana di proklamirkan dengan perdana mentri Dr Kwame Nkrumeh.

G. Gerakan Kemerdekaan Kongo

Congo merupakan sebuah negara Jajahan Belgia dengan nama Belgia-Congo . Explorasi Congo tidak bisa dilepaskan dari 2 tokoh Penting Yaitu Henry Morton Staenly sebagai Peneleti. Karena dari hasil Penelitianya maka keadaan Congo dengan segala kelebihanya dapat terungkap . bahkan dalam temuanya H.M. Staenly juga menemukan Dinamit yang sebelumnya belum terklenal. Karena itulah rakyat Congo menjuluki Staenly “Boela Matari” atau Penghancur Padas.
Adapun untuk tokoh yang ke 2 adalah Raja Belgia saat itu Yaitu Leopold II. Dalam hal ini Leopold II berperan mendanai Penelitian yang dilakukan oleh Staenly  di Afrika. Raja Leopold II punya sebuah pemikiran bahwa Belgia sebagai  negara industri suatu saat pasti akan mengalami kelebihan Hasil Industri, untuk itu perlu dicari adanya daerah pemasaran baru. Setalah bekerja sama dengan Staenly akhirnya ditemukanlah Congo dan mulai 1908 Congo resmi jadi jajahan Belgia.  Sebagai jajahan Belgia tentunya Pendidikan di Congo jga memprihatinkan karena  baru pada tahun 1954 berdiri sebuah Universitas di Congo. Itupun dengan syarat tidak boleh mengadakan pendidikan hukum. Tentunya hal ini sangat memprihatinkan . dengan keadaan yang seperti ini membuat Nasionalisme rakyat Congo Meningkat. Mereka menuntut agar Congo diberi kemerdekaan penuh. Perjuangan banyak dilakukan melalui meja perundingan tetapi juga selalu gagal. Sampai akhirnya diadakan KMB (Konfrensi Meja Bundar ) pada tahun 1960. Pada moment KMB inilah secara resmi Belgia menyerahkan kemerdekaan penuh pada Congo. Dan pada tanggal 30 Juni 1960 Congo memperoleh kemerdekaan secara penuh setelah melalui perjuangan yang tak kenal lelah.

H. Perjuangan Kemerdekaan Lybia

Lybia merupakan daerah yang staregis sehingga jadi incaran negara-negara lain untuk menguasainya. Ini dapat dilihat dari sejarah Lybia dari abad ke 2 sampai dengan abad 19 yang sering berganti yang menguasainya. Akan tetapi yang paling terkenal menguasai Lybia adalah Italia. Pada perlawanan rakyat Lybia terhadap Italia juga melahirkan sebuah gerakan Islam yang bernama gerakan Sanussy. Gerakan Sannusy adalah suatu gerakan agama yang bertujuan mengembangkan ajaran ajaran Islam dan menanamkan cara-cara beribadah menurut Sanusy. Gerakan ini didirikan oleh Sayyid Muhamad Ali As-Sanusy. Gerakan ini yang secara gigih mengadakan perlawanan terhadap penguasa Lybia pada saat itu yaitu Italia tetapi usaha tersebut juga selalu gagal.
Tujuan Italia menguasai Lybia adalah untuk menguasai Laut Tengah sebagai usaha awal untuk memdirikan kerajaan Romawi baru di Afrika. Untuk menjalankan hal tersebut Italia menggunakan cara kekerasan dengan melebur Lybia sama sekali dan dijadikan suatu daerah Italia atau kerajaan Romawi baru. Untuk melaksanakan hal itu maka Italia memilih hari bersejarah yaitu hari kaum fasic “Maka ke Roma”. Pada saat itu dipindahkanlah1800 keluarga dari Italia ke Lybia yang dipimpin oleh Marsekal Bolbo, gubernur Jendral Lybia yang baru. Mereka benar-benar megadakan Explorasi yang besar besaran terhadap penduduk pribumi dengan harapan agar penduduk pribumi akan menyerah pada Italia. Akan tetapi hal itu tidak bisa membunuh senangat Nasionalisme rakyat Lybia yang ingin merdeka.
Setelah perang dunia II selesai maka berakhirlah kekuasaan Italia di Lybia, tatapi hal tersebut tidak lantas membuat Lybia secara otomatis merdeka karena seteh itu Lybia jadi rebutan negara negara sekutu untuk dikuasai. Karena permasalahan tidak kunjung selesai maka permasalahan Lybia akhirnya sampai juga ke meja PBB. Sampai akhirnya muncula seorang tokoh asal Belanda yang juga pegawai PBB yaitu Dr Adrian Pelt. Dr Adrian Pelt diberi tugas oleh PBB untuk mengurusi kemerdekaan Lybia. Walaupun mendapat halangan dan banyak kesulitan akhirnya lewat perjuangan yang keras  dengan membentuk Markas Besar di Tripolitania, Dr Adriaa Pelt dapat  mengatasi segala permasalahan di Lybia. Dan pada tanggal 24 Desember 1951 Kemerdekaan Lybia diproklamirkan dengan raja pertama adalah Idris As Sanusy Amir Cyrenika.

I. Pembentukan Republik Afrika Selatan

Afrika Selatan adalah negara di benua Afrika yang terletak di bagian paling selatan.  Negara ini mulai terkenal sejak ditemukanya Tanjung Harapan oleh Bartolomeuz Diaz. Adapun untuk penduduk selain bangsa kulit hitam disana juga tinggal orang-orang kulit putih keturunan dari bangsa belanda yaitu orang Boer. Pada dasarnya orang Boer ini tidak suka dengan Inggris  akhirnya orang Boer ini mengadakan migrasi yang besar-besaran ke daerah-daerah yang belum dikuasai oleh koloni Inggris. Saat pindah mereka menggunakan alat transportasi berupa pedati yang ditarik oleh Lembu. Peristiwa ini sampai sekarang sangat terkenal dan dikenal sebagai ” The Great Trek”, terjadi pada tahun 1836-1940. Usaha yang dilakukan bangsa Boer untuk mengadakan perlawanan pada Inggris selalu gagal dan akhirnya Afrika Selatan menjadi Domonion Inggris pada tahun 1910.
Pada tahun 1958 mulai diterapkan politik Apartheid di Afrika selatan oleh Pemimpin partai Nasional Dr Malam. Tahun 1958 Partai Nasional dipimpin oleh Hendrik F. Verwoerd yang juga memperteguh Apartheid . pada saat itu muncul suara dari Penduduk  kulit putih yang merupakan minoritas untuk melepaskan Afrika Selatan dari Inggris. Dan pada tanggal 31 mei 1961 negara Afrika Selatan resmi Merdeka dengan nama Republik Afrika Selatan.

J. Gerakan Kemerdekaan Negara-negara Afrika lainya
  1. Kenya dan Tanganyika
Sejarah Kenya dimulai sejak abad ke-7 m. Dimulai dari orang orang Arab yang tinggal di sepanjang pantai. Kemudian datanglah orang Eropa, bangsa Eropa yang pertama datang adalah Portugis dibawah pimpinan Vasco da Gama. Perkembangan setelah itu adalah Kenya berada dibawah Protektorat Inggris tentu saja dalam hal ini rakyat Kenya juga ingin merdeka secara penuh. Pada masa perjuangan inilah muncul gerakan “Mau-mau” yang mngejutkan masyarakat Eropa pada tahun 1952. Gerakan Mau-mau adalah  Sebuah organisasi rahasia yang terutama diikuti  oleh masyarakat Kikuyu dengan tujuan Untuk mengusir Pemjajah dari Kenya. Dengan juru bicara Jomo Kenyatta. Akhirnya Kenya berhasil merdeka pada tanggal 12 Desember 1963 dan Jomo Kenyatta diangkat sebagai perdana Menteri pertama.
Gerakan kemerdekaan juga muncul di Tanganyika dengan tokoh Yulis Nyrere seorang pemimpin Tanganyika African National Union ( TANU ). Mei 1961 Tanganyika Memperoleh hak mengatur pemerintahan dan pada Desember 1961 Tanganyika resmi merdeka.
  1. Kamerun
Nama Kamerun pertama diungkapkan oleh bangsa Portugis “Rio Dos Camaoes”.Sebelum PD I Kamerun merupakan derah protektorat Jerman. Setelah Jerman kalah dalam PD I maka Kamerun dibawah mandat LBB. Dalam hal ini LBB menyerahkan pada Inngris dan Prancis. Kamerun dibawah Prancis merdeka tahun 1960, sedangkan kamerun dibawah Inggris merdeka 1961. baru pada 1972 setelah keluar undang-undang Kamerun dapat bersatu dengan nama Republik Persatuan Kamerun dengan Presiden merangkap sebagai kepala pemerintahan
  1. Republik Somalia.
Sejarah Somalia dimulai sejak abad ke 7 m dari orang orang Arab sebagai cikal bakalnya. Sejarah moderen Somalia dimulai sejak dikuasai oleh Inggris yang secara bergantian  menguasai Somalia dengan Italia. Orang Somalia Inggris mulai memperjuangkan kemerdekaanya dan berhasil pada juni 1960 disusul 1 bulan kemudian Somalia Italia. Dan keduanya bergabung membentuk Republik Somalia. Republik ini merupakan negara Demokrasi Parlementer sampai tahun 1969 saat presiden terbunuh dan kekuasaan diambil alih oleh militer.
  1. Angola
Orang Eropa pertama yang datang di Angola adalah Diogo Cao dari Portugis, sehingga mulai saat itu Portugis yang menguasai Angola. Pada saat bersamaan Inggris yang sedang memperluas wilayah juga ingin menguasai Angola sehingga diadakan perjanjian dengan Inggris yang mengatur wilayah perbatasan. Setelah PD II Portugis mengubah status hukum tanah jajahan jadi Propinsi Sebrang Laut. Setelah terjadi kekacauan di Portugis  maka portugis memberikan kemerdekaan pada Angola pada tahun 1975. Walaupun begitu bukan berarti masalah Angola selesai Karena setelah merdekapun masih terjadi banyak kekacauan di Angola.
  1. Mozambik
Sama halnya dengan Angola Mozambik juga daerah bekas kekuasaan Portugis. Portugis juga menjadikan Mozambik sebagai propinsi sebrang laut. Budaya portugis juga sangat kental berlaku disana. Sama halnya dengan negara lain rakyat Mozambik juga menuntut kemerdekaan penuh pada Portugis. Sehingga munculah gerakan pemberontakan pada tahun 1964 yang disebut Fremilo ( front pembebasan Mozambik ).dengan wadah Fremilo rakyat Mozambik terus memperjuangkan kemerdekaan. Akhirnya setelah terjadi kekacauan di pemerintah Portugis maka Mozambik resmi merdeka pada tanggal 25 juni 1955 dengan Presiden pertama Samora Mackel yang juga tokoh Fremilo. Selain itu tokoh-tokoh Fremilo juga banyak diangkat sebagai pejabat pemertintah.

Masalah Yang Dihadapi Negara-Negara Afrika Pasca Kemerdekaan

Setelah melalui perjuangan yang panjang akhirnya negara-negara Afrika berhasil mencapai Kemerdekaan. Tetapi perjuangan tidak selesai sampai disitu karena setelah itu masih muncul berbagai persoalan baru antara lain sebagai berikut:
  • Masalah Politik
Di Afrika sulit tercapai persatuan nasional karena sejak awal bangsa Afrika terdiri dari bermacam-macam ras, suku serta kelompok etnis. Selain itu perpaduan pengaruh politik kolonial membentuk kepribadian bangsa yang berbeda pula. Hal itulah yang menyebabkan di Afrika sering terjadi perang perebutan kekuasaan dan perang saudara. Sehingga menyebabkan proses demokrasi di Afrika sangat tipis. Selain itu Afrika juga tercatat sebagai Benua yang paling bergejolak.
  • Masalah Sosial Ekonomi
Masalah ekonomi juga menjadi masalah yang serius di Afrika .pada awalnya ekonomi negara-negara Afrika bagus dan mapan karena lepas dari tangan penjajah. Tetapi disatu pihak juga terdapat hal yang memprihatinkan karena banyak terdapat pihak yang tidak bertanggungjawab yang memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan untuk kepentingan pribadi. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya bantuan luar negeri yang di korupsi sehingga menyebabkan kemiskinan dimana-mana.
Dalam bidang sosial juga terjadi kendala serius karena  peningkatan status sosial sukar dilaksanakan hal ini karena adanya warisan dari kolonial berupa ajaran feodal yang tidak mudah lenyap. Hal ini dapat dilihat dibanyak negara dimana hasil kemakmuran hanya dinikmati oleh segelintir orang saja yang saat itu kebetulan sedang berkuasa. Sementara raktyat banyak masih menderita.

0 komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 
Design by Blog Themes | Bloggerized by andri pradinata - Gold Blogger Themes | AP14