Juli 18, 2011

Sejarah Penggunaan Nama " INDONESIA "

Nama Indoneisa untuk pertama kalinya muncul di dunia yaitu terdapat pada tulisan James Richardson Logan halaman 254 (1819-1869). Mr. Earl suggests the ethnographical term Indunesian, but rejects it in favour of Malayunesian. I prefer the purely geographical term Indonesia, which is merely a shorter synonym for the Indian Islands or the Indian Archipelago. Logan adalah orang Skotlandia yang meraih sarjana hukum dari Universitas Edinburgh. Pada saat mengusulkan nama Indonesia Logan tidak menyadari dan tidak menduga ternyata nama Indonesia itu menjadi nama bangsa dan Negara yang mana jumlah penduduknya merupakan peringkat keempat terbesar di dunia. Dari situlah James Richardson Logan secara konsisten menggunakan namaIndonesia dalam karya ilmiahnya, dan dengan seiring perjalanannya waktu pemakaian nama Indonesia menyebar di kalangan para ilmuwan bidang etnologi dan geografi. Inilah yang menjadi titik awal mula nama Indonesia di dunia.
Pada tahun 1884 guru besar etnologi di Universitas Berlin yang bernama Adolf Bastian (1826-1905) menerbitkan buku Indonesien oder die Inseln des Malayischen Archipel sebanyak lima volume, yang memuat hasil penelitiannya ketika mengembara ke tanah air kita tahun 1864 sampai 1880. Buku Bastian inilah yang memopulerkan istilahIndonesia di kalangan sarjana Belanda, sehingga sempat timbul anggapan bahwa istilah Indonesia itu ciptaan Bastian. Pendapat yang tidak benar itu, antara lain tercantum dalam Encyclopedie van Nederlandsch-Indie tahun 1918. Padahal Bastian mengambil istilahIndonesia itu dari tulisan-tulisan Logan.
Putra ibu pertiwi yang mula-mula menggunakan istilah Indonesia adalah Suwardi Suryaningrat (Ki Hajar Dewantara). Ketika di buang ke negeri Belanda tahun 1913 beliau mendirikan sebuah biro pers dengan nama Indonesische Pers-bureau.
Pada dasawarsa 1920-an, nama Indonesia yang merupakan istilah ilmiah dalam etnologi dan geografi itu diambil alih oleh tokoh-tokoh pergerakan kemerdekaan tanah air kita, sehingga namaIndonesia akhirnya memiliki makna politis, yaitu identitas suatu bangsa yang memperjuangkan kemerdekaan! Akibatnya pemerintah Belanda mulai curiga dan waspada terhadap pemakaian kata ciptaan Logan itu.
Bung Hatta menegaskan dalam tulisannya, Negara Indonesia Merdeka yang akan datang (de toekomstige vrije Indonesische staat) mustahil disebut -Hindia Belanda-. Juga tidak -Hindia- saja, sebab dapat menimbulkan kekeliruan dengan India yang asli. Bagi kami namaIndonesia menyatakan suatu tujuan politik (een politiek doel), karena melambangkan dan mencita-citakan suatu tanah air di masa depan, dan untuk mewujudkannya tiap orangIndonesia (Indonesier) akan berusaha dengan segala tenaga dan kemampuannya.
Sementara itu, di tanah air Dr. Sutomo mendirikan Indonesische Studie Club pada tahun 1924. Tahun itu juga Perserikatan Komunis Hindia berganti nama menjadi Partai KomunisIndonesia (PKI). Lalu pada tahun 1925 Jong Islamieten Bond membentuk kepanduan Nationaal Indonesische Padvinderij (Natipij). Itulah tiga organisasi di tanah air yang mula-mula menggunakan namaIndonesia. Akhirnya nama Indonesia dinobatkan sebagai nama tanah air, bangsa dan bahasa kita pada Kerapatan Pemoeda-Pemoedi Indonesia tanggal 28 Oktober 1928, yang kini kita sebut Sumpah Pemuda.
Pada bulan Agustus 1939 tiga orang anggota Volksraad (Dewan Rakyat, DPR zaman Belanda), Muhammad Husni Thamrin, Wiwoho Purbohadidjojo, dan Sutardjo Kartohadikusumo, mengajukan mosi kepada Pemerintah Belanda agar namaIndonesia diresmikan sebagai pengganti nama Nederlandsch-Indie. Tetapi Belanda keras kepala sehingga mosi ini ditolak mentah-mentah.
Maka kehendak Allah pun berlaku. Dengan jatuhnya tanah air kita ke tangan Jepang pada tanggal 8 Maret 1942, lenyaplah nama Hindia Belanda untuk selama-lamanya. Lalu pada tanggal 17 Agustus 1945, atas berkat rahmat Allah Yang Mahakuasa, lahirlah RepublikIndonesia.

Juli 04, 2011

Para Korban 'Diktator' Fergie

Masih ingat dengan sederet bintang-bintang seperti Paul Ince, Jaap Stam, David Beckham, Roy Keane, hingga Ruud van Nistelrooy? Bagi para pecinta Manchester United tentunya masih ingat saat kelimanya terpaksa cabut dengan tidak hormat dari Old Trafford karena pengaruh kediktatoran Manajer Sir Alex Ferguson.
Ya, mereka memang beberapa dari nama besar di MU yang terpaksa menjadi korban 'kekejaman' Fergie. Pegaruh Fergie di MU memang cukup dominan. Bahkan ketimbang jajaran direksi, bisa jadi Fergie memiliki kekuatan yang tak kalah superior.
Sedikit saja salah sikap, atau sekadar menyinggung perasaan sang manajer, alamat pemain itu harus seera mengepak koper untuk segera hengkang dari ld Trafford. Kini, kondisi itu tengah mengancam kelangsungan karier Wayne Rooney bersama Red Devils.
Akibat munculnya kabar perseteruannya dengan Fergie, Rooney diyakini hanya tinggal menghitung hari-hari terakhirnya di Old Trafford. Nasibnya hampir dipastikan bakal seperti lima pendahulunya yang telah lebih dulu menjadi korban otoritas Fergie di Old Trafford.
Situasi yang dialami Rooney bermula dari skandal seks yang membuatnya disingkirkan Fergie dari tim utama. Dengan dalih Rooney mengalami cedera, Fergie-pun semakin jarang memainkan Rooney sebagai starter.
Merasa jengah dengan kondisi itu, Rooney akhirnya berontak. Dia menegaskan tidak sama sekali mengalami cedera pergelangan kaki seperti yang dituduhkan Fergie. Kontan ucapan itu membuat hubungannya dengan Fergie semakin retak. Dan kini, Rooney sudah mulai bersiap-siap keluar dari Theater of Dream. 
Kondisi hampir mirip denga Rooney juga dialami oleh Ince, Stam, Beckham, Keane, dan Van Nistelrooy. Meski dengan kasus yang berbeda-beda, namun pada dasarnya mereka harus mental karena Fergie sudah tak mengehendakinya di Old Trafford.
 
Berikut kasus-kasus mereka dengan Fergie yang memaksanya pergi dari MU:

1. Paul Ince (1989-1995) 
Meski statusnya saat itu sebagai pemain kunci, namun sikap keras Ince membuatnya kerap bersitegang dengan Fergie di beberapa kesempatan. Alhasil, hubungan keduanya perlahan-lahan semakin dingin, dan hampir tak ada komunikasi. Fergie-pun menjual paksa Ince ke Inter Milan pada 1995 dengan nilai 7,5 juta pounds.
Bahkan, saat Ince memutuskan kembali dari Italia dan ingin bermain lagi di Inggris bersama MU, Fergie menolak. Saking kesalnya dengan sikap mantan mentornya itu, Ince memutuskan bermain untuk rival abadi Setan Merah, Liverpool, selama dua tahun. Hingga akhirnya dia pensiun pada 2007 silam.


2. Jaap Stam (1998-2001) 

Semasa bermain bersama MU, Stam merupakan salah satu defender terbaik Eropa. Sayang, akibat satu kesalahan kecil yang dianggap cukup fatal, kariernya di Old Trafford harus punah.
Dalam aurobiografi yang dirilisnya pada 2001, Stam memuat pernyataan yang secara langsung mengkritik Fergie serta beberapa rekan setimnya. Imbasya, dia terpaksa mengepak koper karena dipaksa pergi ke Lazio dengan harga 16,5 juta pounds.






3. David Beckham (1993-2003)
Menjelang akhir kariernya di MU, Beckham memang tengah mengalami cedera cukup serius, yakni pada awal 2003. Setelah pulih, dia sempat kesulitan merebut tempatnya dari Ole Gunnar Solskjaer. Pada Februari 2003, media di Inggris memuat gambar pelipis mata kiri Beckham yang terluka.
Diyakini luka tersebut didapat Becks setelah terkena sepatu Fergie yang ditendangkan ke arahnya saat melampaskan rasa kesal akibat kekalahan dari Arsenal di Piala FA. Sebelumnya media memang sudah melihat gelagat perpecahan hubungan antaa keduanya. benar saja, tak lama setelah insien itu, Becks terbang ke Spanyol untuk bergabung dengan Real Madrid seharga 25 juta pounds. Cukup murah untuk pemain sekaliber dia saat itu.

4. Roy Keane (1993-2005)

Kapten MU ini memang dikenal sebagai pemain yang kerap melontarkan kata-kata pedas baik di lapangan maupun di luar. Tak heran jika keharmonisan hubunan dengan Fegie akhirnya pecah pada 2005 silam.
Akibat komentar pedasnya dengan mengkritik penampilan rekan-rekannya, dia masuk ke dalam daftar hitam di mata Fergie. tak ada toleransi meski dia sudah 12 tahun mengabdi di Old Trafford sebagai kapten. Pada 2005, dia dilepas dengan status bebas transfer, hingga bergabung ke Glasgow Celtic.




5. Ruud van Nistelrooy (2001-2006)
Striker asal Belanda ini memang berstatus top skorer MU sepanjang sejarah. Namun, akibat ketegangan yang diciptakannya dengan bintang muda, Cristiano Ronaldo. Insiden itu muncul setelah Fergie tak memainkannya di final Piala Liga melawan Wigan Athletic, Ruudtje mulai diasingkan. Saat itu Fergie memang berdalih karier Ruudtje sudah habis, dan tidak setajam sebelumnya.
Pada akhirnya, dia dilego ke Madrid menyusul Beckham dengan harga sekitar 8,7 juta pounds. Di Madrid, dia menunjukkan kepada Fergie kalau dirinya belum habis, dan menjadi salahsatu bomber tersubur di Liga BBVA.
 

Juli 02, 2011

Badge of Honour Liga Champions

Ini merupakan simbol atau tanda penghargaan yang diberikan UEFA kepada klub-klub Eropa yang berhasil menjuarai kompetisi Liga Champions sebanyak lima kali. Badge of Honour juga diberikan kepada klub yang berhasil menjuarai selama tiga musim berturut-turut.

Simbol ini mulai diperkenalkan pada musim kompetisi 2000-01. Badge of Honour berupa gambar trofi piala Liga Champions. Di atas gambar trofi terdapat angka yang merepresentasikan jumlah gelar Liga Champions yang telah diraih oleh klub.

Letak Badge of Honour ada di lengan sebelah kiri kaus para pemain yang klubnya berlaga di kompetisi elite Eropa tersebut. Simbol ini berbentuk oval dan berwarna biru laut. Karena tak semua tim bisa memenangi Liga Champions, tentu saja akan menjadi kebanggaan sekaligus kehormatan tersendiri bagi tim-tim yang bisa menjadi jawara dan mendapatkan Badge of Honour.

Real Madrid
Tidak dapat dipungkiri, inilah klub tersukses dalam sejarah penyelenggaraan Liga Champions. Klub raksasa asal Spanyol ini mencatat rekor yang sangat mengesankan, sembilan kali juara. Hingga kini rekor tersebut masih dipegang oleh klub yang bermarkas di Santiago Bernabeu itu Madrid bahkan juga membukukan sukses meraih lima kali juara pada lima musim berturut-turut yaitu pada tahun 1956, 1957, 1958, 1959 dan 1960.

AC Milan
Inilah pesaing serius Madrid dalam urusan gelar juara Liga Champions. Milan telah mengoleksi tujuh gelar juara yang diraihnya pada musim 1962-63, 1968-69, 1988-89, 1989-90, 1993-94, 2002-03, dan 2006-07. Mereka kini menjadi kolektor gelar Liga Champions kedua terbanyak.

Liverpool
The Reds merebut gelar juara sebanyak lima kali. Mereka meraihnya pada musim 1976-77, 1977-78, 1980-81, 1983-84, dan 2004-05. Tak heran mereka berhak mengenakan symbol kehormatan tersebut.

Ajax Amsterdam
Di antara klub Belanda yang pernah berlaga di Liga Champions, boleh dibilang tim Ajax Amsterdam adalah klub yang paling sukses. Tiga gelar berhasil mereka raih selama tiga musim berturut-turut, yaitu musim 1970-71, 1971-72, dan 1972-73. Prestasi ini membuat mereka diberi kehormatan mengenakan Badge of Honour oleh UEFA. Namun jumlah raihan gelar Ajax sekarang empat. Mereka berhasil menambahnya menjadi empat pada tahun 1994-95 dengan mengalahkan AC Milan di partai puncak.

Bayern Muenchen
Bayern memang belum mengoleksi lima gelar juara. Sekarang mereka baru mengumpulkan empat trofi yang direbutnya pada musim 1973-74, 1974-75, 1975-76, dan 2000-01. Namun karena pernah merebutnya selama tiga kali beruntun pada tahun 1974 hingga 1976, kostum FC Hollywood kini dihiasi Badge of Honour.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 
Design by Blog Themes | Bloggerized by andri pradinata - Gold Blogger Themes | AP14