Mei 28, 2013

10 Legenda Sepakbola Belanda - legenda Oranje

Belanda terkenal dengan Total Football-nya. Meski tidak punya prestasi sementereng Brasil atau Spanyol, Belanda adalah salah satu kekuatan besar dalam dunia sepakbola. Kekuatan itu muncul lewat pemain-pemain terbaik yang pernah dilahirkan Negeri Kincir Angin itu.
Berbicara mengenai legenda Belanda di masa lampau, siapa tak kenal Johan Cruyff? Atau Marco van Basten? Masih ada pemain-pemain lainnya seperti Ruud Gullit, Frank Rijkaard, Dennis Bergkamp, Marc Overmars, Edgar Davids, Frank dan Ronald de Boer, Patrick Kluivert, Edwin van Der Sar dan masih banyak lagi.
Atau mungkin Ruud van Nistelrooy, Wesley Sneijder, hingga Robin van Persie yang baru saja membawa Manchester United meraih gelar Liga Inggris ke-20. Merekalah pemain-pemain yang kontribusinya tak main-main baik di level klub maupun timnas. 
dari situs olahraga GOAL.com Indonesia mencoba memilih sepuluh dari sekian banyak pemain Belanda yang bisa dikategorikan sebagai legenda Oranje.

1. Johan Cruyff
Jika Rinus Michels adalah penemu total football, maka Johan Cruyff adalah peraga paling sahih dari gaya permainan ofensif itu. Tak salah jika legenda hidup Belanda ini dijuluki "The Total Footballer". Namun, peraih Ballon D'Or tiga kali ini hanya mampu mengantarkan Oranje sebagai runner-up di dua Piala Dunia. Meski demikian, Cruyff boleh dibilang sebagai salah satu pemain terbaik yang pernah dipunyai Negeri Kincir Angin.
Cruyff adalah alasan utama di balik kesuksesan Barcelona saat ini. Cruyff menciptakan ikatan kekal antara Catalunya dan Belanda. Sebagai pemain, ia memang hanya menjuarai satu gelar La Liga Spanyol dan satu Copa del Rey. Sebagai pelatih, Cruyff mengubah Barcelona selamanya. Ialah pencetus lahirnya akademi La Masia, yang mengopi sistem pembinaan Ajax, dan tentunya menanamkan unsur total football ke dalam gaya permainan klub.

2. Dennis Bergkamp
Ada banyak sekali pemain Belanda yang memiliki skill kelas dewa seperti Marco van Basten, Ruud Gullit, dan Johan Cruyff. Namun, hanya ada satu pemain yang punya teknik terbaik di antara semuanya. Dialah Dennis Bergkamp. Mantan pemain Ajax, Internazionale, dan Arsenal ini saat ini menjabat sebagai asisten Frank de Boer di Ajax.
Bergkamp punya gol-gol terbaik yang pernah dicetak di level klub maupun timnas. Rencananya dalam mengolah si kulit bundar begitu jelas, sehingga tampak seperti tak menggunakan insting strikernya. Duetnya bersama Thierry Henry di Arsenal menjadikan mereka sebagai duet maut The Gunners di Liga Primer Inggris era 1990-an akhir hingga awal tahun 2000.

3. Marco van Basten
Meski 'mati muda' di usia 28 tahun, ketika cedera parah membuatnya pensiun, Marco van Basten telah mencapai impian yang didambakan para pesepakbola: meraih Ballon D'Or tiga kali, tiga kali Scudetto, tiga Piala Super Italia, dua trofi Liga Champions, satu Piala Eropa dan tentu puluhan trofi individual.
Bersama Ajax, AC Milan, dan timnas Belanda, ia sanggup mencetak 277 gol. Sebuah rekor yang mengagumkan bagi pemain yang harus pensiun di usia matang. Belanda beruntung mampu melahirkan seorang Van Basten yang bisa memberikan banyak trofi bagi tim.

4. Ruud Gullit
Ruud Gullit adalah seorang pemimpin terbaik yang pernah dimiliki Belanda. Ia menjadi kapten Belanda ketika sukses merengkuh Euro 1988. Gullit, bersama Marco van Basten dan Frank Rijkaard dijuliki sebagai 'The Three Musketeers' yang mampu membuat timnya meraih kegemilangan.
Terkenal dengan rambut gimbalnya, Gullit menjadi bagian tak terpisahkan dari era emas AC Milan di sekitar tahun 1990 ketika sanggup menjuarai Liga Champions dua kali berturut-turut dan tiga kali memenangi Scudetto. Gullit sanggup memenangi gelar-gelar besar di Italia, Belanda, dan Inggris.

5. Frank Rijkaard
Frank Rijkaard adalah gelandang bertahan terbaik yang sudah memenangkan segalanya. Ia membuktikan diri sebagai pemain no. 5 yang sanggup membuat Milan merajai Italia dan Eropa di sekitar tahun 1990. Bersama Belanda, Rijkaard mampu membantu Oranje meraih kesuksesan di Euro 1988.
Sebagai pelatih, ia melanjutkan ikatan yang abadi antara Belanda-Barcelona. Memenangi Liga Champions dan La Liga Spanyol bersama Barca.

6. Clarence Seedorf
Legenda hidup Belanda yang masih aktif sebagai pemain. Clarence Seedorf adalah satu-satunya pemain di dunia yang pernah menjuarai Liga Champions dengan tiga klub yang berbeda, yakni bersama Ajax (1995), Real Madrid (1998), dan AC Milan (2003 dan 2008).
Seedorf, yang saat ini bermain di klub Brasil Botafogo, adalah gelandang yang mampu bertahan dan menyerang sama baiknya. Kekuatannya adalah mampu menahan bola dalam kondisi tertekan dan punya momentum yang selalu pas saat menyerang.

7. Edwin van der Sar
Faktanya adalah, Edwin Van Der Sar merupakan kiper terbaik yang pernah dimiliki Belanda. Perawakannya yang jangkung, menjadikan bakat kipernya begitu terlihat. Ia sanggup menjadi kiper yang dua kali menjuarai Liga Champions dengan dua klub berbeda, yakni bersama Ajax (1995) dan Manchester United (2008).
Ia sudah malang-melintang di Belanda, Italia (Juventus), dan Inggris (Fulham dan United). Kehebatannya dengan mudah terlihat saat Van Der Sar terus menjadi kiper utama United hingga tahun 2011 di usianya yang sudah mencapai 40 tahun pada waktu itu. 

8. Ruud van Nistelrooy
Ruud van Nistelrooy adalah legenda Manchester United dan merupakan salah satu striker terbaik dunia saat mencapai usia matangnya. Ia sanggup menjadi topskor di tiga negara, yakni di Liga Primer Inggris (United), La Liga Spanyol (Real Madrid), dan Eredivisie Belanda (PSV).
Mesin gol yang sanggup mencetak 249 gol di level klub dan hanya terpaut lima gol dari pencetak gol terbanyak timnas Belanda, Patrick Kluivert (40 gol). Kariernya di empat liga top Eropa menjadikannya sebagai bomber yang mudah beradaptasi.

9. Faas Wilkes
Mungkin namanya kurang dikenal karena Faas Wilkes adalah salah satu pemain hebat namun tidak beruntung yang pernah dimiliki Belanda. Ia adalah true legend yang memiliki rasio gol di timnas Belanda melebihi Patrick Kluivert dan Dennis Bergkamp. Wilkes sanggup mencetak 35 gol hanya dalam 38 pertandingan.
Ia seharusnya bisa mencetak lebih banyak gol bagi Oranje seandainya KNVB mengijinkan pemain yang bermain di luar Belanda untuk membela timnas. Sepanjang kariernya (1946-1961), ia tidak boleh membela Belanda dari tahun 1949-1955 karena ia memperkuat Internazionale, Torino, dan Valencia. Wilkes meninggal pada Juli 2006 di usia 82 tahun dan dianggap merupakan talenta paling underratedyang pernah dimiliki Belanda.

10. Johan Neeskens
Johan Neeskens dikenal karena menjadi pemain yang membuat Belanda unggul cepat di final Piala Dunia 1974 melawan Jerman Barat. Dalam turnamen tersebut, Neeskens menjadi pemain kunci Oranje. 
Kariernya cukup impresif bersama Ajax yang sanggup hattrick menjuarai Piala Champions tahun 1971-1973. Ia lalu mengikuti Johan Cruyff ke Barcelona dan dijuluki "Johan Segon" (Johan the second). Neeskens yang berposisi sebagai gelandang, saat ini menjadi pelatih di salah satu klub di Afrika Selatan.

Sumber :

Mei 17, 2013

Jongko Joyoboyo

Ramalan Jayabaya atau sering disebut Jangka Jayabaya adalah ramalan dalam tradisi Jawa yang salah satunya dipercaya ditulis oleh Jayabaya, raja Kerajaan Kadiri. Ramalan ini dikenal pada khususnya di kalangan masyarakat Jawa yg dilestarikan secara turun temurun oleh para pujangga .Asal Usul utama serat jangka Jayabaya dapat dilihat pada kitab Musasar yg digubah oleh Sunan Giri Prapen. Sekalipun banyak keraguan keaslianya tapi sangat jelas bunyi bait pertama kitab Musasar yg menuliskan bahwasanya Jayabayalah yg membuat ramalan-ramalan tersebut.
"Kitab Musarar dibuat tatkala Prabu Jayabaya di Kediri yang gagah perkasa, Musuh takut dan takluk, tak ada yang berani."

Isi ramalanya sebagai berikut :


  1. Besuk yen wis ana kreta tanpa jaran --- Kelak jika sudah ada kereta tanpa kuda.
  2. Tanah Jawa kalungan wesi --- Pulau Jawa berkalung besi.
  3. Prahu mlaku ing dhuwur awang-awang --- Perahu berjalan di angkasa.
  4. Kali ilang kedhunge --- Sungai kehilangan mata air.
  5. Pasar ilang kumandhang --- Pasar kehilangan suara.
  6. Iku tandha yen tekane zaman Jayabaya wis cedhak --- Itulah pertanda zaman Jayabaya telah mendekat.
  7. Bumi saya suwe saya mengkeret --- Bumi semakin lama semakin mengerut.
  8. Sekilan bumi dipajeki --- Sejengkal tanah dikenai pajak.
  9. Jaran doyan mangan sambel --- Kuda suka makan sambal.
  10. Wong wadon nganggo pakeyan lanang --- Orang perempuan berpakaian lelaki.
  11. Iku tandhane yen wong bakal nemoni wolak-waliking zaman--- Itu pertanda orang akan mengalami zaman berbolak-balik
  12. Akeh janji ora ditetepi --- Banyak janji tidak ditepati.
  13. keh wong wani nglanggar sumpahe dhewe--- Banyak orang berani melanggar sumpah sendiri.
  14. Manungsa padha seneng nyalah--- Orang-orang saling lempar kesalahan.
  15. Ora ngendahake hukum Hyang Widhi--- Tak peduli akan hukum Hyang Widhi.
  16. Barang jahat diangkat-angkat--- Yang jahat dijunjung-junjung.
  17. Barang suci dibenci--- Yang suci (justru) dibenci.
  18. Akeh manungsa mung ngutamakke dhuwit--- Banyak orang hanya mementingkan uang.
  19. Lali kamanungsan--- Lupa jati kemanusiaan.
  20. Lali kabecikan--- Lupa hikmah kebaikan.
  21. Lali sanak lali kadang--- Lupa sanak lupa saudara.
  22. Akeh bapa lali anak--- Banyak ayah lupa anak.
  23. Akeh anak wani nglawan ibu--- Banyak anak berani melawan ibu.
  24. Nantang bapa--- Menantang ayah.
  25. Sedulur padha cidra--- Saudara dan saudara saling khianat.
  26. Kulawarga padha curiga--- Keluarga saling curiga.
  27. Kanca dadi mungsuh --- Kawan menjadi lawan.
  28. Akeh manungsa lali asale --- Banyak orang lupa asal-usul.
  29. Ukuman Ratu ora adil --- Hukuman Raja tidak adil
  30. Akeh pangkat sing jahat lan ganjil--- Banyak pejabat jahat dan ganjil
  31. Akeh kelakuan sing ganjil --- Banyak ulah-tabiat ganjil
  32. Wong apik-apik padha kapencil --- Orang yang baik justru tersisih.
  33. Akeh wong nyambut gawe apik-apik padha krasa isin --- Banyak orang kerja halal justru merasa malu.
  34. Luwih utama ngapusi --- Lebih mengutamakan menipu.
  35. Wegah nyambut gawe --- Malas untuk bekerja.
  36. Kepingin urip mewah --- Inginnya hidup mewah.
  37. Ngumbar nafsu angkara murka, nggedhekake duraka --- Melepas nafsu angkara murka, memupuk durhaka.
  38. Wong bener thenger-thenger --- Orang (yang) benar termangu-mangu.
  39. Wong salah bungah --- Orang (yang) salah gembira ria.
  40. Wong apik ditampik-tampik--- Orang (yang) baik ditolak ditampik (diping-pong).
  41. Wong jahat munggah pangkat--- Orang (yang) jahat naik pangkat.
  42. Wong agung kasinggung--- Orang (yang) mulia dilecehkan
  43. Wong ala kapuja--- Orang (yang) jahat dipuji-puji.
  44. Wong wadon ilang kawirangane--- perempuan hilang malu.
  45. Wong lanang ilang kaprawirane--- Laki-laki hilang jiwa kepemimpinan.
  46. Akeh wong lanang ora duwe bojo--- Banyak laki-laki tak mau beristri.
  47. Akeh wong wadon ora setya marang bojone--- Banyak perempuan ingkar pada suami.
  48. Akeh ibu padha ngedol anake--- Banyak ibu menjual anak.
  49. Akeh wong wadon ngedol awake--- Banyak perempuan menjual diri.
  50. Akeh wong ijol bebojo--- Banyak orang gonta-ganti pasangan.
  51. Wong wadon nunggang jaran--- Perempuan menunggang kuda.
  52. Wong lanang linggih plangki--- Laki-laki naik tandu.
  53. Randha seuang loro--- Dua janda harga seuang (Red.: seuang = 8,5 sen).
  54. Prawan seaga lima--- Lima perawan lima picis.
  55. Dhudha pincang laku sembilan uang--- Duda pincang laku sembilan uang.
  56. Akeh wong ngedol ngelmu--- Banyak orang berdagang ilmu.
  57. Akeh wong ngaku-aku--- Banyak orang mengaku diri.
  58. Njabane putih njerone dhadhu--- Di luar putih di dalam jingga.
  59. Ngakune suci, nanging sucine palsu--- Mengaku suci, tapi palsu belaka.
  60. Akeh bujuk akeh lojo--- Banyak tipu banyak muslihat.
  61. Akeh udan salah mangsa--- Banyak hujan salah musim.
  62. Akeh prawan tuwa--- Banyak perawan tua.
  63. Akeh randha nglairake anak--- Banyak janda melahirkan bayi.
  64. Akeh jabang bayi lahir nggoleki bapakne--- Banyak anak lahir mencari bapaknya.
  65. Agama akeh sing nantang--- Agama banyak ditentang.
  66. Prikamanungsan saya ilang--- Perikemanusiaan semakin hilang.
  67. Omah suci dibenci--- Rumah suci dijauhi.
  68. Omah ala saya dipuja--- Rumah maksiat makin dipuja.
  69. Wong wadon lacur ing ngendi-endi--- Perempuan lacur dimana-mana.
  70. Akeh laknat--- Banyak kutukan
  71. Akeh pengkianat--- Banyak pengkhianat.
  72. Anak mangan bapak---Anak makan bapak.
  73. Sedulur mangan sedulur---Saudara makan saudara.
  74. Kanca dadi mungsuh---Kawan menjadi lawan.
  75. Guru disatru---Guru dimusuhi.
  76. Tangga padha curiga---Tetangga saling curiga.
  77. Kana-kene saya angkara murka --- Angkara murka semakin menjadi-jadi.
  78. Sing weruh kebubuhan---Barangsiapa tahu terkena beban.
  79. Sing ora weruh ketutuh---Sedang yang tak tahu disalahkan.
  80. Besuk yen ana peperangan---Kelak jika terjadi perang.
  81. Teka saka wetan, kulon, kidul lan lor---Datang dari timur, barat, selatan, dan utara.
  82. Akeh wong becik saya sengsara--- Banyak orang baik makin sengsara.
  83. Wong jahat saya seneng--- Sedang yang jahat makin bahagia.
  84. Wektu iku akeh dhandhang diunekake kuntul--- Ketika itu burung gagak dibilang bangau.
  85. Wong salah dianggep bener---Orang salah dipandang benar.
  86. Pengkhianat nikmat---Pengkhianat nikmat.
  87. Durjana saya sempurna--- Durjana semakin sempurna.
  88. Wong jahat munggah pangkat--- Orang jahat naik pangkat.
  89. Wong lugu kebelenggu--- Orang yang lugu dibelenggu.
  90. Wong mulya dikunjara--- Orang yang mulia dipenjara.
  91. Sing curang garang--- Yang curang berkuasa.
  92. Sing jujur kojur--- Yang jujur sengsara.
  93. Pedagang akeh sing keplarang--- Pedagang banyak yang tenggelam.
  94. Wong main akeh sing ndadi---Penjudi banyak merajalela.
  95. Akeh barang haram---Banyak barang haram.
  96. Akeh anak haram---Banyak anak haram.
  97. Wong wadon nglamar wong lanang---Perempuan melamar laki-laki.
  98. Wong lanang ngasorake drajate dhewe---Laki-laki memperhina derajat sendiri.
  99. Akeh barang-barang mlebu luang---Banyak barang terbuang-buang.
  100. Akeh wong kaliren lan wuda---Banyak orang lapar dan telanjang.
  101. Wong tuku ngglenik sing dodol---Pembeli membujuk penjual.
  102. Sing dodol akal okol---Si penjual bermain siasat.
  103. Wong golek pangan kaya gabah diinteri---Mencari rizki ibarat gabah ditampi.
  104. Sing kebat kliwat---Yang tangkas lepas.
  105. Sing telah sambat---Yang terlanjur menggerutu.
  106. Sing gedhe kesasar---Yang besar tersasar.
  107. Sing cilik kepleset---Yang kecil terpeleset.
  108. Sing anggak ketunggak---Yang congkak terbentur.
  109. Sing wedi mati---Yang takut mati.
  110. Sing nekat mbrekat---Yang nekat mendapat berkat.
  111. Sing jerih ketindhih---Yang hati kecil tertindih
  112. Sing ngawur makmur---Yang ngawur makmur
  113. Sing ngati-ati ngrintih---Yang berhati-hati merintih.
  114. Sing ngedan keduman---Yang main gila menerima bagian.
  115. Sing waras nggagas---Yang sehat pikiran berpikir.
  116. Wong tani ditaleni---Orang (yang) bertani diikat.
  117. Wong dora ura-ura---Orang (yang) bohong berdendang.
  118. Ratu ora netepi janji, musna panguwasane---Raja ingkar janji, hilang wibawanya.
  119. Bupati dadi rakyat---Pegawai tinggi menjadi rakyat.
  120. Wong cilik dadi priyayi---Rakyat kecil jadi priyayi.
  121. Sing mendele dadi gedhe---Yang curang jadi besar.
  122. Sing jujur kojur---Yang jujur celaka.
  123. Akeh omah ing ndhuwur jaran---Banyak rumah di punggung kuda.
  124. Wong mangan wong---Orang makan sesamanya.
  125. Anak lali bapak---Anak lupa bapa.
  126. Wong tuwa lali tuwane---Orang tua lupa ketuaan mereka.
  127. Pedagang adol barang saya laris---Jualan pedagang semakin laris.
  128. Bandhane saya ludhes---Namun harta mereka makin habis.
  129. Akeh wong mati kaliren ing sisihe pangan---Banyak orang mati lapar di samping makanan.
  130. Akeh wong nyekel bandha nanging uripe sangsara---Banyak orang berharta tapi hidup sengsara.
  131. Sing edan bisa dandan---Yang gila bisa bersolek.
  132. Sing bengkong bisa nggalang gedhong---Si bengkok membangun mahligai.
  133. Wong waras lan adil uripe nggrantes lan kepencil---Yang waras dan adil hidup merana dan tersisih.
  134. Ana peperangan ing njero---Terjadi perang di dalam.
  135. Timbul amarga para pangkat akeh sing padha salah paham---Terjadi karena para pembesar banyak salah faham.
  136. Durjana saya ngambra-ambra---Kejahatan makin merajalela.
  137. Penjahat saya tambah---Penjahat makin banyak.
  138. Wong apik saya sengsara---Yang baik makin sengsara.
  139. Akeh wong mati jalaran saka peperangan---Banyak orang mati karena perang.
  140. Kebingungan lan kobongan---Karena bingung dan kebakaran.
  141. Wong bener saya thenger-thenger---Si benar makin tertegun.
  142. Wong salah saya bungah-bungah---Si salah makin sorak sorai.
  143. Akeh bandha musna ora karuan lungane---Banyak harta hilang entah ke mana
  144. Akeh pangkat lan drajat pada minggat ora karuan sababe---Banyak pangkat dan derajat lenyap entah mengapa.
  145. Akeh barang-barang haram, akeh bocah haram---Banyak barang haram, banyak anak haram.
  146. Bejane sing lali, bejane sing eling---Beruntunglah si lupa, beruntunglah si sadar.
  147. Nanging sauntung-untunge sing lali---Tapi betapapun beruntung si lupa.
  148. Isih untung sing waspada---Masih lebih beruntung si waspada.
  149. Angkara murka saya ndadi---Angkara murka semakin menjadi.
  150. Kana-kene saya bingung---Di sana-sini makin bingung.
  151. Pedagang akeh alangane---Pedagang banyak rintangan.
  152. Akeh buruh nantang juragan---Banyak buruh melawan majikan.
  153. Juragan dadi umpan---Majikan menjadi umpan.
  154. Sing suwarane seru oleh pengaruh---Yang bersuara tinggi mendapat pengaruh.
  155. Wong pinter diingar-ingar---Si pandai direcoki.
  156. Wong ala diuja---Si jahat dimanjakan.
  157. Wong ngerti mangan ati---Orang yang mengerti makan hati.
  158. Bandha dadi memala---Hartabenda menjadi penyakit
  159. Pangkat dadi pemikat---Pangkat menjadi pemukau.
  160. Sing sawenang-wenang rumangsa menang --- Yang sewenang-wenang merasa menang
  161. Sing ngalah rumangsa kabeh salah---Yang mengalah merasa serba salah.
  162. Ana Bupati saka wong sing asor imane---Ada raja berasal orang beriman rendah.
  163. Patihe kepala judhi---Maha menterinya benggol judi.
  164. Wong sing atine suci dibenci---Yang berhati suci dibenci.
  165. Wong sing jahat lan pinter jilat saya derajat---Yang jahat dan pandai menjilat makin kuasa.
  166. Pemerasan saya ndadra---Pemerasan merajalela.
  167. Maling lungguh wetenge mblenduk --- Pencuri duduk berperut gendut.
  168. Pitik angrem saduwure pikulan---Ayam mengeram di atas pikulan.
  169. Maling wani nantang sing duwe omah---Pencuri menantang si empunya rumah.
  170. Begal pada ndhugal---Penyamun semakin kurang ajar.
  171. Rampok padha keplok-keplok---Perampok semua bersorak-sorai.
  172. Wong momong mitenah sing diemong---Si pengasuh memfitnah yang diasuh
  173. Wong jaga nyolong sing dijaga---Si penjaga mencuri yang dijaga.
  174. Wong njamin njaluk dijamin---Si penjamin minta dijamin.
  175. Akeh wong mendem donga---Banyak orang mabuk doa.
  176. Kana-kene rebutan unggul---Di mana-mana berebut menang.
  177. Angkara murka ngombro-ombro---Angkara murka menjadi-jadi.
  178. Agama ditantang---Agama ditantang.
  179. Akeh wong angkara murka---Banyak orang angkara murka.
  180. Nggedhekake duraka---Membesar-besarkan durhaka.
  181. Ukum agama dilanggar---Hukum agama dilanggar.
  182. Prikamanungsan di-iles-iles---Perikemanusiaan diinjak-injak.
  183. Kasusilan ditinggal---Tata susila diabaikan.
  184. Akeh wong edan, jahat lan kelangan akal budi---Banyak orang gila, jahat dan hilang akal budi.
  185. Wong cilik akeh sing kepencil---Rakyat kecil banyak tersingkir.
  186. Amarga dadi korbane si jahat sing jajil---Karena menjadi kurban si jahat si laknat.
  187. Banjur ana Ratu duwe pengaruh lan duwe prajurit---Lalu datang Raja berpengaruh dan berprajurit.
  188. Lan duwe prajurit---Dan punya prajurit.
  189. Negarane ambane saprawolon---Lebar negeri seperdelapan dunia.
  190. Tukang mangan suap saya ndadra---Pemakan suap semakin merajalela.
  191. Wong jahat ditampa---Orang jahat diterima.
  192. Wong suci dibenci---Orang suci dibenci.
  193. Timah dianggep perak---Timah dianggap perak.
  194. Emas diarani tembaga---Emas dibilang tembaga
  195. Dandang dikandakake kuntul---Gagak disebut bangau.
  196. Wong dosa sentosa---Orang berdosa sentosa.
  197. Wong cilik disalahake---Rakyat jelata dipersalahkan.
  198. Wong nganggur kesungkur---Si penganggur tersungkur.
  199. Wong sregep krungkep---Si tekun terjerembab.
  200. Wong nyengit kesengit---Orang busuk hati dibenci.
  201. Buruh mangluh---Buruh menangis.
  202. Wong sugih krasa wedi---Orang kaya ketakutan.
  203. Wong wedi dadi priyayi---Orang takut jadi priyayi.
  204. Senenge wong jahat---Berbahagialah si jahat.
  205. Susahe wong cilik---Bersusahlah rakyat kecil.
  206. Akeh wong dakwa dinakwa---Banyak orang saling tuduh.
  207. Tindake manungsa saya kuciwa---Ulah manusia semakin tercela.
  208. Ratu karo Ratu pada rembugan negara endi sing dipilih lan disenengi---Para raja berunding negeri mana yang dipilih dan disukai.
  209. Wong Jawa kari separo---Orang Jawa tinggal setengah.
  210. Landa-Cina kari sejodho --- Belanda-Cina tinggal sepasang.
  211. Akeh wong ijir, akeh wong cethil---Banyak orang kikir, banyak orang bakhil.
  212. Sing eman ora keduman---Si hemat tidak mendapat bagian.
  213. Sing keduman ora eman---Yang mendapat bagian tidak berhemat.
  214. Akeh wong mbambung---Banyak orang berulah dungu.
  215. Akeh wong limbung---Banyak orang limbung.
  216. Selot-selote mbesuk wolak-waliking zaman teka---Lambat-laun datanglah kelak terbaliknya zaman.

April 21, 2013

Kolonel H Barlian ( 1922 - 1975 )

Setelah lama tinggal dan lahir di kota Pagaralam mungkin baru ini tergerak untuk menulis sedit tentang salah satu tokoh ini. mingkin yang berada di kawasan Lahat maupun kota Pagaralam mungkin tidak asing lagi dengan nama tokoh yang saya maksud ini yakni Kolonel H Barlian yang banyak di pakai sebagai nama jalan Protokol di wilaya tersebut atau yang banyak bertuliskan atas nama Kolonel H Burlian yang juga tercantum sebagai nama jalan di wilaya kota Palembang ( KM.5 - KM 10 ).

Untuk saat ini belum banyak sumber yang bisa diperoleh. Namun ada beberapa catatan yang tertinggal di Museum Monpera Palembang mengenai tokoh tersebut. seperti yang tercantum dibawah ini :

Kol Barlian. Ia dilahirkan di Tanjung Sakti, Pagaralam, 23 Juli 1922. Orang tuanya H Senapi merupakan orang terpandang di Tanjung Sakti. H Senapi yang diberi gelar Pembarap merupakan adik Pangeran Kenawas. Dalam susunan keluarga, Barlian merupakan anak ketiga dari tujuh bersaudara.
Menamatkan HIS di Bengkulu (1937) dan masuk MULO di Malang dan lulus 1941. Sempat melanjutkan ke Sekolah Dagang di Bandung, tapi putus tahun 1942 karena meletus perang Asia Timur Raya. Pernah bekerja di kantor Residen Bengkulu sebagai calon wedana, hingga 1943. Pada masa pendudukan Jepang, ia masuk Sekolah Opsir Gyugun (Sumatera Kambu Gyugun).
Tahun 1945, ia mengepalai Badan Keamanan Rakyat (BKR) di daerah Bengkulu. Pada waktu yang sama menjadi Tentara Keamanan Rakyat (TKR) dengan pangkat mayor. 1946 memimpin perlawanan bersama pemuda dan rakyat terhadap pasukan Jepang di daerah Curup (Kepahyang) dan sekitarnya.
Kembali ke Bengkulu tahun 1946 dan menjadi komandan Resimen Divisi I Sumatera Selatan. "Menurut cerita, naik pangkat menjadi kolonel dan menjabat komandan Divisi Garuda I Sumatera Bagian Selatan di Lahat," ujarnya. Setelah Divisi Garus I dan II disatukan lagi di bawah kepemimpinan Letkol Bambang Utoyo 1947, ia menjabat kepala staf umum Divisi Garuda Sumbagsel, termasuk Jambi.
Juni 1948, setelah agresi militer Belanda I, dengan diadakan penyusunan kekuatan kembali, ia berpangkal letkol, dipercaya menjadi komandan Brigade Emas di Bengkulu. Jelang agresi militer Belanda II, menjadi wakil gubernur militer di Bengkulu, 1950, menjabat asisten kepala staf Q (logistik) di Markas Besar AD. 1951-1952, menyelesaikan Sekolah Staf dan Komandan AD (SSKAD) angkatan I. Lalu dipercaya menjabat sekretariat Logistik Gabungan Kepala-Kepala Staf (GKS) Kementerian Pertahanan pada tahun 1953-1954. Lalu menjadi pembantu Asisten Urusan Perbendaharaan Mabes AD.
"Disebutkan dalam buku itu, atas permintaan sendiri, non aktif menjadi TNI karena dicalonkan oleh Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia (IPKI) Sumsel sebagai anggota DPRD pada konstituante Juli hingga Desember 1955", tutur Adenan.
1 Maret 1956, aktif kembali dan menjadi kepala Staf Komando Teritorium II Sriwijaya di palembang. Pada 1958 menjadi panglima. Ketika terjadi pergolakan, 31 desember 1958, ia dipindahkan ke Jakarta karena statemennya yang tidak menginginkan Daerah Teritorium II Sriwijaya dijadikan tempat pertumpahan darah yang bisa menimbulkan perpecahan.
Letkol Barlian kemudian meletakkan jabatan dan  mendapatkan hak pensiun dengan pangkat terakhir kolonel", beber Adenan. Pada 1966-1967, menjadi anggota MPRS di Jakarta. Ia meninggal 24 September 1975, dalam status sebagai seorang purnawirawan TNI. Tepatnya dalam sebuah musibah pesawat terbang milik GIA jenis Fokker 28 "Mahakam" di kawasan Km 14 Palembang.

April 15, 2013

Hindia Belanda dan Piala Dunia 1938


BENAR bahwa tim nasional Indonesia, kala itu masih pakai nama Dutch East Indies (Hindia Belanda), pernah masuk putaran final Piala Dunia. Tapi jangan senang dulu. Hindia Belanda melenggang ke putaran final Piala Dunia di Prancis tahun 1938 tanpa melakoni satu pun pertandingan di babak kualifikasi –sistem yang mulai dipakai sejak Piala Dunia 1934. Jepang, yang mestinya jadi lawan Hindia Belanda, urung bertanding karena terlibat pertikaian dengan China. Jadilah Hindia Belanda melenggang tanpa perlu bertanding. Keberuntungan pertama.
Tim Hindia Belanda pun hanya perlu melewati Amerika Serikat di partai play off yang rencananya digelar di Rotterdam, Belanda, 20 Mei 1938. Tim Hindia Belanda tiba di Den Haag sehari sebelum pertandingan. Hanya, beberapa saat setelah mendarat, mereka mendapat kabar Amerika Serikat ogah melakukan tanding play off.Tak jelas karena alasan apa –buku ini tak mencatatnya. Untuk kali kedua Dewi Fortuna memberkati. Dengan demikian, tim Hindia Belanda dapat bertanding dalam putaran final Piala Dunia.
Selama 17 hari, tim asuhan Johannes van Mastenbroek melakukan persiapan dengan melakukan pertandingan uji-coba melawan klub-klub Belanda. Mereka juga mendapat masukan dari manajer tim Belanda pada Piala Dunia 1934 dan 1938Robert “Bob” Glenndening.
Minggu, 5 Juni 1938, mulailah untuk kali pertama negara dari daratan Asia berlaga di Piala Dunia. Di bawah tatapan 9.000 pasang mata yang memadati Stadion Velodrome Municipal, Reims, para pemain bertubuh kecil berjuang keras menghadapi Gyorgi Sarosi cs dari Hongaria. Secara teknik mereka tak kalah. Tapi perbedaan fisik dan penguasaan taktik permainan membuat Hindia Belanda bertekuk lutut 0-6.
Perbedaan fisik memang menjadi warna paling mencolok. Para pemain Hindia Belanda ibarat kurcaci di hadapan pasukan Hongaria. “Saya seperti melihat 22 atlet Hongaria dikerubungi 11 kurcaci,” kata Walikota Reims Paul Marchandeau yang hadir menyaksikan pertandingan.
Meski kalah telak, Hindia Belanda tercatat sebagai salah satu tim yang paling berwarna: dua orang pemain asal Sumatra, dua orang Ambon, seorang Jawa, empat orang beretnis Tionghoa, dan sisanya berdarah Belanda.


Dalam Piala Dunia 1938 ini Italia bertemu dengan Hongaria di babak final. Keduanya memperagakan sepakbola yang lumayan atraktif. Italia akhirnya mempertahankan gelar setelah menang 4-2.
Selain Hindia Belanda sebagai negara Asia pertama di Piala Dunia, ada serba pertama lainnya yang muncul dalam Piala Dunia 1938. Antara lain pencantuman nomor pada kostum pemain dan gol bunuh diri yang dicetak pemain Swiss, Ernst Loertscher, ketika menghadapi Jerman. Untuk kali pertama juga tuan rumah, dalam hal ini Prancis, otomatis masuk putaran final tanpa melalui kualifikasi.
Kehadiran Hindia Belanda di Piala Dunia 1938 adalah satu dari 100 fakta unik, termasuk 10 momen terdahsyat, sepanjang sejarah Piala Dunia yang disajikan dalam buku ini. Juga berbagai peristiwa menarik, heroik, fenomenal, dramatis, tragis, sekaligus lucu dan unik dari perhelatan akbar empat tahunan yang disebut-sebut sebagai “The Greatest Show on Earth”.

April 12, 2013

48 Hukum Kekuasaan. ( By: Robert Greene )


Perasaan tidak memiliki kuasa atas orang lain dan berbagai peristiwa secara umum tidak tertahankan bagi kita, ketika kita merasa tidak berdaya, kita merasa sengsara. Tidak ada seorang pun menginginkan lebih sedikit kekuasaan, semua orang menginginkan lebih banyak Kekuasaan.

Entalah apa arti kalimat yang tertera diatas tersebut, namun melihat hiruk pikuk politik saat ini mengingatkan saya akan salah satu buku yang cukup menarik mengenai kekuasaan dan sterategi berkuasa, yakni Buku 48 Hukum Kekuasaan. karya Robert Greene. mungkin di buku ini sekilas ada berfikir ini adalah cara "picik" / "kotor" untuk menghalalkan segala sesuatu demi kekuasaan. Namun bukan hal tersebut yang namun kita lihat bagai mana tentang kebijaksanaan dari tokoh-tokoh hebat pada masa lalu baik yang tercatat oleh sejarah ataupun cerita dari turun-temurun suku pribumi di afrika. Semua kebijaksanaan dari Zaman keemasan Yunani, Masa Reinansce di Benua Eropa, hingga kebijaksanaan dari Budaya Timur China, Jepang, India dan kebudayaan lainnya. Bahkan Hewan pun dapat jadi teladan bagi kita.

Berikut ini saya sajikan 48 hukum yang harus di taati untuk dapat menguasai permain kekuasaan :

  1. Jangan pernah terlihat lebih baik dari atasan anda
  2.  Jangan pernah terlalu mempercayai teman, tetapi pelajarilah cara memanfaatkan musuh
  3. Sembunyikan niat anda
  4.  Senantiasa bicara lebih sedikit dari yang diperlukan
  5. Begitu banyak hal bergantung dari reputasi, jagalah reputasi dengan nyawa anda
  6. Carilah perhatian berapapun harga yang harus dibayar
  7. Mintalah orang lain bekerja keras bagi anda, tetapi senantiasalah menerima pujian atas kerja keras mereka
  8.  Usahakan agar orang lain mendatangi anda, pergunakan umpan bila perlu
  9.  Raihlah kemenangan lewat tindakan anda, jangan pernah menang lewat perdebatan
  10. Infeksi : hindarilah orang-orang yang tidak bahagia dan sial
  11. Usahakan orang lain agar tetap tergantung pada anda
  12. Pergunakanlah kejujuran dan kemurahan hati selektif untuk memperdaya korban anda
  13. Saat meminta bantuan, jangan pernah pancing belas kasihan atau rasa syukur mereka
  14. Berperanlah sebagai seorang teman, bekerjalah sebagai mata-mata
  15. Hancurkanlah musuh anda secara total
  16. Pergunakanlah ketidakhadiran anda untuk meningkatkan respek dan penghormatan
  17.  Usahakan agar orang lain selalu merasakan terror : kembangkan aura tak bias ditebak
  18.  Jangan bangun benteng untuk lindungi diri sendiri, isolasi adalah sesuatu yang berbahaya
  19. Ketahuilah siapa yang anda hadapi, jangan singgung perasaan orang yang salah
  20. Jangan berkomitmen pada siapapun
  21.  Berpura-puralah menjadi orang yang tolol untuk mrnangkap orang yang yang tolol, berilah kesan anda lebih bodoh dari sasaran anda.
  22. Manfaatkanlah taktik untuk menyerah : ubah kelemahan menjadi kekuatan
  23.  Himpun kekuatan anda
  24.  Berperanlah untuk menjadi penghuni istana yang sempurna
  25. Ciptakanlah kembali diri anda
  26.  Jagalah agar kedua tangan anda tetap bersih
  27.  Bermainlah dengan kebutuhan orang lain untuk mempercayai sesuatu untuk menciptakan pengikut yang setia
  28.  Bertindaklah dengan berani
  29.  Buatlah rencana hingga tuntas
  30.  Berilah kesan bahwa tampatknnya perstasi anda mudah didapat
  31.  Kendalikanlah pilihan-pilihan anda : surulah orang lain memainkan kartu yang anda bagikan
  32. Bermainlah sesuai dengan fantasi orang lain
  33.  Ketahuilah kelemahan setiap orang
  34.  Jadilah seorang bangsawan dengan cara anda sendiri : Bersikaplah bak seorang raja agar diperlakukan seperti sorang raja
  35.  Kuasailah seni memilih waktu yang tepat
  36.  Sepelekanlah hal-hal yang tak bias anda milik
  37.  Ciptakan tontonan yang memikat
  38.  Berpikirlah sesuka anda, tetapi bersikaplah seperti orang lain
  39. Aduk-aduk air untuk menangkap ikan
  40.  Bencilah segala hal yang diperoleh secara cuma-Cuma
  41.  Hindarilah mengambil alih posisi orang yang hebat
  42.  Seranglah si gembala, maka domba-dombanya pasti berhamburan
  43. Kenalilah hati dengan pikiran orang lain
  44. Perdaya dan pancing amarah orang lain dengan efek cermin
  45. Sampaikan ceramah tentang kebutuhan untuk berubah , tetapi jangan lakukan reformasi untuk terlalu banyak bidang kehidupan dalam waktu singkat
  46.  Jangan pernah terlihat terlalu sempurna
  47.  Jangan melebihi sasaran yang telah anda tentukan : dalam hal kemenangan, belajarlah untuk tahu kapan anda harus berhenti
  48. Jadilah seperti uap yang tak berbentuk

Semoga bermanfaat bagi anda yang ingin berkecimpung di dunia politi maupun yang ingin melegitimilisasi kekuasaan. Namun harus disadari cara yang baik akan menghasilkan sesuatu yang baik dan begitu juga sebaliknya. 

Maret 10, 2013

Kronologi Sejarah Indonesia ( Bag. V )

Masa Soekarno : 1950-1966


1950    23 Januari : Upaya Kudeta oleh R.P.P Westerling di Bandung.
            April  : Program Benteng diluncurkan ; Pemberontakan Andi-Aziz; Proklamasi Republik Maluku Selatan (RMS)
17 Agustus : Pendirian kemabali Negara Kesatuan ( Federalisme )
26 - 29 September : Indonesia Bergabung dengan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB)

1952    17 Oktober : Angkatan Darat menantang Soekarno, menuntut pembuburan parlemen dan pelaksanaan pemiluan umum.

1953    De Javasche Bank dinasionalisasi ( Bank Indonesia )
            September : Pemberontakan Aceh dimulai

1955    18 – 24 April : Konferensi Asia-Afrika (KAA) diselenggarakan di Bandung
            29 September : Pemilihan Umum

1956    8 Mei : Indonesia secara sepihak membatalkan Uni Indonesia Belanda
            4 Agustus : Indonesia menolak pembayaran hutang internasional kepada Belanda
            1 Desember : Hatta mengundurkan diri sebagai Presiden
            20 Desember : Dewan Banteng diproklamasikan di Sumatera Barat

1957    9 April : Soekarno membentuk kabinet karya pertama
            Mei : Dewan Nasional didirikan
          29 November : Perserikatan Bangsa-bangsa menolak bertindak menyelesaikan perselisian Irian Barat
            30 November : Upaya pembunuhan terhadap Soekarno di Cikini
          3 Desember : Serikat-serikat PNI dan PKI berebut bisnis-bisnis Belanda di Indonesia ( Nasionalisasi )
            5 Desember : Menteri Kehakiman memerintahkan pengusiran 46.000 warga negara Belanda
            13 Desember : A.H. Nasution  mengelolah perusahan-perusahan yang direbut ; Moh. Natsir dan para pemimpin Masyumi lainya melarikan diri ke Sumatera.

1958   15 Februari : Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia ( PDRI ) di Proklamasikan di Bukittinggi, Suamtera Barat.
           12 Maret : A.H. Nasution mulai operasi Militer pemberantasan pemberontakan pemberontakan yang ada di Sumatera
            10 Mei : Operasi melawan pemberontakan di Sualwesi
          18 Mei : Pasukan pemerintah menebak jatuh pesat Amerika pendukung pemberontakan yang terbang di Ambon dan menangkap Pilotnya

1959    14 Mei : Orang Cina dilarang berdagang di wilaya pedesaan
            5 Juli : pemberlakuan kembali UUD 1945
            17 Agustus : Soekarno menjelaskan garis-garis besar Manifesto Politiknya / Demokrasi Terpimpin

1960    5 Maret : Soekarno membubarkan Parlemen

1961    Sensus Pertama pasca Kemerdekaan
            April – September : menyerahnya sebagian besar pemimpin pemberontakan PRRI / Permesta.
          19 Desember : Soekarno mengumumkan di mulainya perlawanan militer melawan Belanda di Irian Barat

1962    15 Agustus  : Belanda menyerahkan kewenangan Irian Barat kepada Perserikatan Bangsa Bangsa

1963    Maret : Dekelerasi Ekonomi Oleh Soekarno
            1 Mei : Perserikatan Bangsa Bangsa menyerakan Irian barat kepada Indonesia
          31 Juli – 5 Agustus : Soekarno mnghadiri Konferensi Tinggkat tinggi Manila tentang Malaysia  / Maphilindo
            23 Seprtember : Soekarnyo mengumumkan rencana Konfortasi terhadap Malaysia / Ganyang Malaysia
            Oktober : Manifes Kebudayaan

1964    17 Agustus : Soekarno menyampaikan pidato “ Tahun tahun hidup dalam marabahaya”

1965    2 Januari : Indonesia keluar dari perserikatan bangsa bangsa
            30 september  –  1 Oktober :  Upaya kudeta GASTEPU / G30S-PKI
          2 Oktober : Jenderal Soeharto mengambil tanggung jawab untuk mengembalikan “ keamanan dan ketertiban”
            Akhir 1965 – 1966 : Pembantaian masal angota dan simpatisan PKI
            13 Desember : Uang Rp. 1000 didevaluasi menjadi Rp. 1

1966    13 Februari : Pengadilan pertama Mahmillub pasca-gastepu di mulai
           11 Maret : Keluarnya perintah SUPERSEMAR dari Soekarno kepada Soeharto dalam kewenangan Eksekutif
            12 Maret : PKI dan organisasi sejenis di larang
            11 Agustus : Normalisasi hubungan Indonesia – Malaysia
            September : Indonesia kembali ke PBB

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 
Design by Blog Themes | Bloggerized by andri pradinata - Gold Blogger Themes | AP14