Tampilkan postingan dengan label AC Milan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label AC Milan. Tampilkan semua postingan

Februari 24, 2013

Derby della Madonnina dalam Sejarah


RIVALITAS PENUH KELAS itulah cerita lain dari perseteruan antara kakak dan adik nakal ini yang terlahir di kota mode Italia ( Re;Milano ). Hingga nanti malam pertemuan kedua tim telah berlangsung sebanyak 220 laga. kali ini kita akan bahas panasnya pertemuan kedua klub dari Sejarah kedua klub ini dalam beberapa pembabakan waktu.

Sejarah Awal Derby Milan

Derby della Madonnina mengambil nama dari patung ikonik Bunda Maria yang terletak di atas Duomo di Milano atau Katedral Milan yang biasa disebut oleh warga Milano sebagai ‘Madonnina’. 

Derby Milan pertama kali terjadi pada tahun 1908 dalam ajang Coppa Chiasso yang dimenangkan Milan 2-1. Kedua klub awalnya bersatu di bawah nama ‘Milan Cricket and Football Club’ yang dipelopori dan dibentuk oleh dua ekspatriat Inggris, Herbert Kilpin dan Alfred Edwards pada 16 Desember 1899. Milan meraih scudetto pertamanya pada tahun 1901 lalu tahun 1906 dan 1907 sebelum muncul perseteruan yang tidak menemui kata sepakat dalam hal kebijakan merekrut para pemain asing sehingga berujung pada perpecahan klub. Grup pemuda asli Italia dan imigran Swiss yang dipimpin oleh Giorgio Muggiani, Pietro Dell'Oro dan Hintermann bersaudara (Enrico, Arturo dan Carlo) lalu membentuk ‘Football Club Internazionale’ pada 9 Maret 1908. Inter sukses meraih scudetto pertamanya tahun 1910 di bawah kepemimpinan kapten dan pelatih Virgilio Fossati lalu menambah koleksi lima scudetto (1910, 1920, 1930, 1938, 1940).

Sementara di lain pihak, Milan baru dapat kembali meraih gelar scudetto pada musim 1950-51 saat era Il Grande Milan yang dimotori Cesare Maldini, Lorenzo Buffon dan Carlo Annovazzi serta trio ikonik Gre-No-Li asal Swedia. Gunnar Nordahl datang ke San Siro pada awal musim 1948-49 diikuti Gunnar Gren dan Nils Liedholm pada musim berikutnya dan mereka berperan besar dalam menyumbangkan empat scudetto untuk Milan.


Kejayaan Dua Rival Pada Era 1960

Era 1960 menjadi milik duo kota Milano saat keduanya merajai Serie A dan juga level internasional. Dimana allenatore kedua tim, Helenio Herrera (Inter) dan Nereo Rocco (Milan), dua sosok pengembang taktik legendaris catenaccio yang diciptakan pelatih asal Austria, Karl Rappan, menjelma menjadi dua tim raksasa yang mendominasi kompetisi Serie A dan juga level internasional.

Rocco bersama I Rossoneri dengan pemain andalan seperti Gianni Rivera, Jose Altafini dan Kurt Hamrin meraih dua scudetto (1962, 1968) dan satu Coppa Italia (1967), dua titel European Cup (1963, 1969), satu Winners' Cup (1968) dan satu Piala Interkontinental (1969).

Sementara itu, Herrera bersama I Nerazzurri mengemas tiga scudetto (1963, 1965, 1966), dua trofi European Cup (1964, 1965) dan dua Piala Interkontinental (1964,1965). Inter saat itu dimotori oleh Luis Suarez, Sandro Mazzola, Jair da Costa dan kuartet empat bek nya yang terkenal dengan sebutan 'Il Mago' : Giacinto Facchetti, capitano legendaris Inter, Tarcisio Burgnich, Aristide Guarneri dan Armando Picchi.

Rivalitas Inter - Milan juga menjalar ke Timnas Italia. Mazzola dan Rivera menjadi dua ikon masing-masing klub yang bersaing dalam memperebutkan posisi trequartista di skuad inti Gli Azzurri. Namun, Ferruccio Valcareggi lebih memilih Mazzola sebagai starter Timnas Italia saat meraih trofi EURO 1968 dan saat dikalahkan 1-4 oleh Brasil di final Piala Dunia 1970.

Kejayaan Juventus, Pasang-Surut Milan Dan Meredupnya Sinar Rival Sekota

Ajang Serie A pada periode 1980 menjadi milik Juventus di bawah kepemimpinan allenatore Giovanni Trapattoni yang diperkuat pemain-pemain seperti Michel Platini, Zbigniew Boniek, Gaetano Scirea dan Marco Tardelli dengan meraih lima scudetto (1981, 1982, 1984, 1986) dan trofi European Cup (1985) serta Winners’ Cup (1984).

Skandal kasus pengaturan skor pertandingan yang dikenal dengan sebutan ‘Totonero’ pada tahun 1980 memaksa kubu Milan terdegradasi ke Serie B bersama Lazio. Kasus ini juga menyeret sejumlah klub Serie A saat itu seperti Perugia, Bologna, Avellino, Taranto dan Palermo yang mendapat hukuman pengurangan poin. I Rossoneri mulai bangkit saat Silvio Berlusconi mengakuisisi klub pada 20 Februari 1986 lalu memunculkan sosok Arrigo Sacchi sebagai allenatore muda berbakat dan trio asal Belanda: Marco van Basten, Frank Rijkaard dan Ruud Gullit dengan pemain andalan lainnya seperti Franco Baresi, Carlo Ancelotti, Mauro Tassotti serta kemunculan dua difensore muda berbakat, Alessandro Costacurta dan Paolo Maldini yang turut menyumbangkan scudetto pada musim 1987-88 dan dua trofi European Cup (1989, 1990). Fabio Capello yang menggantikan Sacchi juga menjadi salah satu pelatih tersukses Milan dengan sumbangan total 12 trofi untuk I Rossoneri.

Di akhir era 1980, Inter yang dilatih Giovanni Trapattoni setelah menyebrang dari Juventus berhasil meraih scudetto pada musim 1988-89 dan trofi Supercoppa Italiana tahun 1989 dengan trio legendaris asal Jerman: Andreas Brehme, Lotthar Matthaeus dan Juergen Klinsmann serta sejumlah pilar lokal seperti Giuseppe Bergomi, Aldo Serena dan Walter Zenga.

Meredupnya Dominasi Karena Skandal Calciopoli

Milan dan Juventus mendominasi di Serie A pada era 1990 dan Inter ‘hanya’ meraih tiga Piala UEFA (1991, 1994, 1998) tanpa sekalipun meraih scudetto meski Presiden Inter, Massimo Moratti telah mendatangkan para pemain berprofil tinggi seperti Paul Ince, Wim Jonk, Youri Djorkaeff, Roberto Carlos, Luiz Nazario de Lima Ronaldo, Roberto Baggio, Christian Vieri, Angelo Peruzzi, Laurent Blanc, Clarence Seedorf, Hernan Crespo dan Fabio Cannavaro. Puasa gelar untuk Inter berakhir pada tahun 2006 saat skandal calciopoli mencuat, yang membuat Juventus harus terdegradasi untuk pertama kalinya ke Serie B dan Milan serta sejumlah klub Serie A seperti Fiorentina, Lazio dan Reggina mendapat hukuman pengurangan poin dan juga denda.

I Nerazzurri selanjutnya mendominasi Serie A dengan gelar scudetto secara beruntun tahun 2006, 2007, 2008 saat Roberto Mancini menangani tim dengan para pemain pilar seperti Javier Zanetti, Esteban Cambiasso, Adriano Leite Ribeiro, Dejan Stankovic, Julio Cesar, Douglas Maicon dan Zlatan Ibrahimovic serta scudetto tahun 2009 dan 2010 saat diarsiteki oleh Jose Mourinho. Puncaknya adalah saat Inter menjadi klub Italia pertama yang meraih treble tahun 2010 lalu saat Diego Milito menjadi pahlawan kemenangan Inter berkat dua gol nya ke gawang Bayern Muenchen.

Namun, sang rival sekota di era 2000 bukannya tanpa prestasi. Milan juga meraih scudetto tahun 2004 juga trofi Liga Champions pada tahun 2003 dan 2007 di bawah kepemimpinan Carlo Ancelotti dengan Paolo Maldini, Alessandro Nesta, Andrea Pirlo, Gennaro Gattuso, Filippo Inzaghi dan Ricardo Kaka sebagai pemain andalannya. Milan lalu kembali memutus dominasi Inter saat meraih scudetto musim 2010-11 dan Supercoppa Italiana 2011.

Transfer Pemain Dan Sebutan San Siro - Stadio Giuseppe Meazza

Perpindahan pemain antara kedua tim pertama kali terjadi saat Luigi Cevenini menyebrang ke Inter di awal musim 1911-1912 setelah sebelumnya bermain semusim bersama Milan. Bersama Inter, Cevenini meraih kesuksesan dengan mencetak total 159 gol dari 189 laga dan menyumbangkan dua scudetto. Namun, sosok yang paling diingat tentu adalah Giuseppe Meazza, attacante flamboyan yang terkenal dengan kehidupan glamor nya yang senang dikelilingi oleh wanita serta champagne. Il Balilla yang menyumbangkan tiga scudetto untuk Inter (1930, 1938 dan 1940) dan satu Coppa Italia (1939). Rekor golnya bersama Inter pun impresif, Meazza mencetak 243 gol dari 365 pertandingan serta menjadi figur sentral saat Timnas Italia menjuarai Piala Dunia 1934 dan 1938 menyebrang ke Milan tahun 1940-1942 dan menyumbangkan sembilan gol dari 37 laga. Meazza lalu pindah ke Juventus, Varese dan Atalanta sebelum akhirnya kembali ke Inter lalu pensiun di akhir musim 1946-47. di era-Moderen pun siliberganti bintang bergiliran membela kedua tim ada yang sinarnya redup di tim awal dan bersinar di tim seberang sebut saja Andrea Pirlo, Claren Seedorf, dan Pemain Baru yang berhasil mendongkrak performa Milan musim ini Mario Balotelli.
Sosok Meazza yang ikonik di kota Milano membuat kedua tim sepakat menamai stadion mereka, San Siro dengan nama resmi ‘Stadio Giuseppe Meazza’ sebagai peghormatan setelah Meazza meninggal dunia pada 21 Agustus 1979. Namun, para Milanisti enggan menggunakan nama tersebut karena menganggap sosok Meazza lebih familiar untuk kubu Inter dan lebih memilih tetap menggunakan nama ‘San Siro’ untuk menyebut stadion tersebut.

Prestasi Dan Statistik Dua Rival Sekota

Secara total, Milan mengungguli Inter dalam koleksi gelar juara dengan perbandingan Milan - Inter:
Scudetto: Milan 18 - Inter 18, Coppa Italia: 5 - 7, Supercoppa Italiana: 6-5, European Cup / Liga Champions: 7 - 3, Winners' Cup: 2 - 0, Piala UEFA 0 - 3, Piala Super Eropa 5 - 0, Piala Interkontinental / Piala Dunia Antar Klub: 4 - 3. Total trofi: 47 - 39.

Meski I Nerazzurri sedikit mengungguli I Rossoneri di ajang Serie A dalam rekor kemenangan dan jumlah gol, secara keseluruhan Milan masih sedikit mengungguli rival sekotanya tersebut dalam rekor pertemuan:











Daftar pencetak gol terbanyak Derby della Madonnina:
















Rekor pertemuan lima pertandingan terakhir:

Milan 3-0 Inter Serie A 2 April 2011
Milan 2-1 Inter Supercoppa Italiana 6 Agustus 2011
Milan 0-1 Inter Serie A 15 Januari 2012
Inter 4-2 Milan Serie A 6 Mei 2012
Milan 0-1 Inter Serie A 7 Oktober 2012

Dengan segala bentuk rivalitas di dalam maupun di luar lapangan, Derby della Madonnina disebut-sebut sebagai partai derby terpanas yang ada di muka bumi ini. Persaingan selama ratusan tahun ditambah dengan segudang prestasi klub maupun individu yang diperoleh kedua tim memperkuat pernyataan tersebut. Apalagi kini baik Inter maupun Milan sama-sama ingin tampil serius demi mengamankan tiga poin dalam perjalanan mereka di Serie A musim ini. Saat ini Milan menghuni peringkat tiga classifica Serie A dengan 44 poin dan hanya berjarak satu poin dari sang rival sekota yang mengoleksi 43 poin.

Januari 01, 2013

Associazione Calcio Milan / AC Milan

Nama Lengkap 
Associazione Calcio Milan 1899 Sp

Julukan
Rossoneri (Merah-Hitam)
Il Diavolo Rosso (Setan Merah)
Il Casciavit

Didirikan
16 Desember 1899

Stadion
San Siro, Milan, Italia
(Kapasitas: 82.955)

Pemilik
Silvio Berlusconi

Presiden
Mengalami kelowongan ( Pelaksana harian diserahkan kepada Adriano Galliani )

Manajer
Massimiliano Allegri (per-Desember 2012)

Liga
Seri A

Awal masa terbentuk

“ Saremo una squadra di diavoli. I nostri colori saranno il rosso come il fuoco e il nero come la paura che incuteremo agli avversari ! " Herbert Kiplin

Klub ini didirikan oleh dua orang ekspatriat Inggris , yaitu Herbert Kilpin dan Alfred Edwards dengan nama Klub Kriket dan Sepakbola Milan pada tahun 16 Desember 1899. Pada saat itu, Edwards menjadi Presiden klub pertama Milan dan Kilpin menjadi kapten tim pertama Milan. Musim 1901, Milan memenangkan gelar pertamanya sebagai jawara sepak bola Italia, setelah mengalahkan Genoa C.F.C. 3-0 di final Kejuaraan Sepakbola Italia. Pada 1908, sebagian pemain dari Italia dan para pemain dari Swiss yang tidak menyukai dominasi orang Italia dan Inggris dalam skuad inti Milan saat itu, memisahkan diri dari Milan dan membentuk Internazionale.

Masa GreNoLi

Pada dekade 50-an, Milan ditakuti di bidang sepak bola dunia karena mempunyai trio GreNoLi , yang terdiri atas Gunnar Gren , Gunnar Nordahl , dan Nils Liedholm .Ketiganya merupakan pemain asal Swedia. Gren dan Nordahl beroperasi di sektor depan sebagai striker, sementara Liedholm mendukung serangan sebagai penyerang bayangan (playmaker). Tim di masa ini juga dihuni oleh sekelompok pemain-pemain berkualitas pada masanya, seperti Lorenzo Buffon, Cesare Maldini, dan Carlo Annovazzi. Kemenangan tersukses AC Milan oleh Juventus tercipta 5 Februari 1950, dengan skor 7-1, dan Gunnar Nordahl mencetak hat-trick.

Era Nereo Rocco

Milan kembali memenangi musim 1961/1962. Pelatihnya saat itu adalah Nereo Rocco, pelatih sepak bola yang inovatif, yang dikenal sebagai penemu taktik catenaccio (pertahanan gerendel/berlapis). Di dalam tim termasuk Gianni Rivera dan José Altafini yang keduanya masih muda. Musim berikutnya, dengan gol Altafini, Milan memenangkan Piala Eropa pertama mereka (kemudian dikenal sebagai Liga Champions UEFA) dengan mengalahkan Benfica 2-1. Ini juga merupakan pertama kalinya sebuah tim Italia memenangkan Piala Eropa.
  
Meskipun begitu, selama tahun 1960-an piala kemenangan Milan mulai menyusut , terutama karena perlawanan berat dari Inter yang dilatih Helenio Herrera. Scudetto berikutnya tiba hanya di 1967/1968, berkat gol Pierino Prati, topskor Seri A di musim itu, Piala Winners berhasil direbut ketika mengalahkan Hamburger SV, dan juga berkat dua gol dari Kurt Hamrin. Musim selanjutnya AC Milan memenangkan Piala Eropa kedua (4-1 untuk AFC Ajax), dan pada 1969 memenangkan Piala Interkontinental pertama, setelah mengalahkan Estudiantes de La Plata dari Argentina dalam dua leg dramatis (3-0, 1-2).

Scudetto kesepuluh dan Seri B

Di tahun 1970, Milan merebut tiga gelar Coppa Italia dan gelar Piala Winners kedua; namun, tujuan utama Milan adalah scudetto kesepuluh, yang berarti mendapatkan “bintang” untuk tim (di Italia,setiap tim yang meraih 10 gelar liga mendapat bintang yang disemat di bajunya). Di 1972 mereka meraih semifinal Piala UEFA, kalah dari pemenang sesungguhnya, Tottenham Hotspur. Musim 1972/1973 mereka hampir memenangkan scudetto kesepulh, namun gagal karena hasil kalah menyakitkan dari Hellas Verona F.C. di pertandingan terakhir musim. AC Milan menunggu sampai musim 1978/1979 untuk meraih scudetto kesepuluh mereka, yang dipimpin oleh Gianni Rivera, yang pensiun dari dunia sepak bola setelah membawa timnya meraih kemenangan tersebut.
  
Namun, hasil terburuk datang kepada “Rossoneri”: setelah memenangkan musim 1979/1980, Milan didegradasi ke Seri B oleh F.I.G.C, bersama S.S. Lazio, karena terlibat skandal perjudian Totonero 1980. Di 1980/1981, Milan dengan mudah menjuarai Seri B, dan kembali ke Seri A, di mana penyakit tersebut terulang di musim 1981/1982, Milan terdegradasi kembali.

The Dream Team
  
Kedatangan Berlusconi
  
Setelah serentetan masalah menerpa Milan, dan membuat klub kehilangan suksesnya, AC Milan dibeli oleh enterpreneur Italia, Silvio Berlusconi. Berlusconi adalah sinar harapan Milan kala itu. Dia datang pada 1986. Berlusconi memboyong pelatih baru untuk Milan, Arrigo Sacchi, serta tiga orang pemain Belanda, Marco van Basten, Frank Rijkaard, dan Ruud Gullit, untuk mengembalikan tim pada kejayaan. Ia juga membeli pemain lainnya, seperti Roberto Donadoni, Carlo Ancelotti, dan Giovanni Galli.

Era Sacchi
  
Sacchi memenangkan Seri A musim 1987-1988. Di 1988-1989, Milan memenangkan gelar Liga Champions ketiganya, mempecundangi Steaua Bucureşti 4-0 di final, dan gelar Piala Interkontinental kedua mengalahkan National de Medellin (1-0, gol tercipta di babak perpanjangan waktu). Tim mulai mengulangi kejayaan mereka di musim-musim berikutnya, mengalahkan S.L. Benfica, dan Olimpia Asunción di 1990. Skuad kemenangan Eropa mereka adalah:

Kiper : Giovanni Galli
Bek : Mauro Tassotti — Alessandro Costacurta — Franco Baresi — Paolo Maldini
Gelandang : Angelo Colombo — Frank Rijkaard — Carlo Ancelotti — Roberto Donadoni
Penyerang : Ruud Gullit — Marco van Basten

Era Capello
  
Saat Sacchi meninggalkan Milan untuk melatih Italia, Fabio Capello dijadikan pelatih Milan selanjutnya, dan Milan meraih masa keemasannya sebagai Gli Invicibli (The Invicibles) dan Dream Team. Dengan 58 pertandingan tanpa satu pun kekalahan Invicibli membuat tim impian di semua sektor seperti Baresi, Costacurta, dan Maldini memimpin pertahanan terbaik, Marcel Desailly, Donadoni, dan Ancelotti di gelandang, dan Dejan Savićević, Zvonimir Boban, dan Daniele Massaro bermain di sektor depan. Pada saat dilatih Capello ini, Milan pernah singgah ke Indonesia dalam rangka tur musiman dan melawan klub lokal Persib Bandung. Pertandingan yang dimulai di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada tanggal 4 Juni 1994 itu dimenangkan Milan dengan skor telak 8-0. Gol kemenangan Milan dicetak oleh Dejan Savićević (’17)(’18), Gianluigi Lentini (’26), Paolo Baldieri (’27)(’48)(’58), Christian Antigori (’68), dan Stefano Desideri (’78).

Masa masa sulit (Tabarez ke Terim)
  
1996-1997
  
Setelah kepergian Fabio Capello pada tahun 1996, Milan merekrut Oscar Washington Tabarez tetapi perjuangan keras di bawah kendalinya kurang berhasil dan mereka selalu kalah dalam beberapa pertandingan awal. Dalam upaya untuk mendapatkan kembali kejayaan masa lalu, mereka memanggil kembali Arrigo Sacchi untuk menggantikan Tabarez. Milan mendapatkan tamparan keras kekalahan terburuk mereka di Seri A, dipermalukan oleh Juventus F.C. di rumah mereka sendiri San Siro dengan skor 1-4. Milan membeli sejumlah pemain baru seperti Ibrahim Ba, Christophe Dugarry dan Edgar Davids. Milan berjuang keras dan mengakhiri musim 1996-1997 di peringkat kesebelas di Seri A.

1997-1998
  
Sacchi digantikan dengan Capello di musim berikutnya. Capello yang menandatangani kontrak baru dengan Milan merekrut banyak pemain potensial seperti Kristen Ziege, Patrick Kluivert, Jesper Blomqvist, dan Leonardo; tetapi hasilnya sama buruk dengan musim sebelumnya. Musim 1997-1998 mereka berakhir di peringkat kesepuluh. Hasil ini tetap tidak bisa diterima para petinggi Milan, dan seperti Sacchi, Capello dipecat.

1998-1999
  
Dalam pencarian mereka untuk seorang manajer baru, Alberto Zaccheroni menarik perhatian Milan. Zaccheroni adalah manajer Udinese yang telah mengakhiri musim 1997-1998 pada peringkat yang tinggi di tempat ke-3. Milan mengontrak Zaccheroni bersama dengan dua orang pemain dari Udinese, Oliver Bierhoff dan Thomas Helveg. Milan juga menandatangani Roberto Ayala, Luigi Sala dan Andres Guglielminpietro dan dengan formasi kesukaan Zaccheroni 3-4-3, Zaccheroni membawa klub memenangkan scudetto ke-16 kembali ke Milan. Starting XI adalah: Christian Abbiati; Luigi Sala, Alessandro Costacurta, Paolo Maldini; Thomas Helveg, Demetrio Albertini, Massimo Ambrosini, Andres Guglielminpietro; Zvonimir Boban, George Weah, Oliver Bierhoff.

1999-2000

Meskipun sukses di musim sebelumnya, Zaccheroni gagal untuk mentransformasikan Milan seperti The Dream Team dulu. Pada musim berikutnya, meskipun munculnya striker Ukraina Andriy Shevchenko, Milan mengecewakan fans mereka baik dalam Liga Champions UEFA 1999-2000 ataupun Seri A. Milan keluar dari Liga Champions lebih awal, hanya memenangkan satu dari enam pertandingan (tiga seri dan dua kalah) dan mengakhiri musim 1999-2000 di tempat ke-3. Milan tidaklah menjadi sebuah tantangan bagi dua pesaing scudetto kala itu, S.S. Lazio dan Juventus.
  
2000-2001

Pada musim berikutnya, Milan memenuhi syarat untuk Liga Champions UEFA 2000-2001 setelah mengalahkan Dinamo Zagreb agregat 9-1. Milan memulai Liga Champions dengan semangat tinggi, mengalahkan Beşiktaş JK dari Turki dan raksasa Spanyol FC Barcelona, yang pada waktu itu terdiri dari superstar internasional kelas dunia, Rivaldo dan Patrick Kluivert. Tapi performa Milan mulai menurun secara serius, seri melawan sejumlah tim (yang dipandang sebagai kecil/lemah secara teknis untuk Milan), terutama kalah 2-1 oleh Juventus di Seri A dan 1-0 untuk Leeds United. Dalam Liga Champions putaran kedua, Milan hanya menang sekali dan seri empat kali. Mereka gagal untuk mengalahkan Deportivo de La Coruña dari Spanyol di pertandingan terakhir dan Zaccheroni dipecat. Cesare Maldini, ayah dari kapten tim Paolo, diangkat dan hal segera menjadi lebih baik. Debut kepelatihan resmi Maldini di Milan dimulai dengan menang 6-0 atas A.S. Bari, yang masih memiliki senjata muda, Antonio Cassano. Itu juga di bawah kepemimpinan Maldini bahwa Milan mengalahkan saingan berat sekota Internazionale dengan skor luar biasa 6-0, skor yang tidak pernah diulang dan di mana Serginho membintangi pertandingan. Namun, setelah bentuk puncak ini, Milan mulai kehilangan lagi termasuk kekalahan 1-0 yang mengecewakan untuk Vicenza Calcio, dengan satu-satunya gol dalam pertandingan dicetak oleh seorang Luca Toni. Terlepas dari hasil ini, dewan direksi Milan bersikukuh bahwa Milan mencapai tempat keempat di liga di akhir musim, tapi Maldini gagal dan tim berakhir di tempat keenam.
  
2001-2002

Milan memulai musim 2000-2001 dengan lebih banyak penandatanganan kontrak pemain bintang termasuk Javi Moreno dan Cosmin Contra yang membawa Deportivo Alavés ke putaran final Piala UEFA. Mereka juga menandatangani Kakha Kaladze (dari Dynamo Kyiv), Rui Costa (dari AC Fiorentina), Filippo Inzaghi (dari Juventus), Martin Laursen (dari Hellas Verona), Jon Dahl Tomasson (dari Feyenoord), Ümit Davala (dari Galatasaray) dan Andrea Pirlo (dari Inter Milan). Fatih Terim diangkat sebagai manajer, menggantikan Cesare Maldini, dan cukup sukses. Namun, setelah lima bulan di klub, Milan tidak berada di lima besar liga dan Terim dipecat karena gagal memenuhi direksi harapan.
  
Era Ancelotti
  
Terim digantikan oleh Carlo Ancelotti, meskipun rumor bahwa Franco Baresi akan menjadi manajer baru. Terlepas dari masalah cedera pemain belakang Paolo Maldini, Ancelotti berhasil dan mengakhiri musim 2001-02 dalam peringkat empat, tempat terakhir untuk di Liga Champions. Starting XI pada saat itu adalah Christian Abbiati; Cosmin Contra, Alessandro Costacurta, Martin Laursen, Kakha Kaladze, Gennaro Gattuso, Demetrio Albertini, Serginho; Manuel Rui Costa; Andriy Shevchenko, Filippo Inzaghi. Ancelotti membawa Milan meraih gelar juara Liga Champions pada musim 2002/2003 ketika mengalahkan Juventus lewat drama adu penalti di Manchester, Inggris. Milan terakhir kali meraih gelar prestisus dengan merebut juara Liga Italia pada musim kompetisi 2003/2004 sekaligus menempatkan penyerang Andriy Shevchenko sebagai pencetak gol terbanyak di Liga Italia, maka rossoneri-pun semakin ditakuti.

Pasang surut 2006-2008
  
Pada musim kompetisi Liga Italia Seri A 2006/2007, Milan terkait dengan skandal calciopoli yang mengakibatkan klub tersebut harus memulai kompetisi dengan pengurangan 8 poin. Meskipun begitu, publik Italia tetap berbangga karena di tengah rusaknya citra sepak bola Italia akibat calciopoli, Milan berhasil menjuarai kompetisi sepak bola yang paling bergengsi di dunia, Liga Champions. Hasil itu didapat setelah Milan menaklukkan Liverpool 2-1 lewat dua gol Filippo Inzaghi. Gelar inipun menuntaskan dendam Milan yang kalah adu penalti dengan Liverpool dua tahun silam. Gelar pencetak gol terbanyakpun disabet pemain jenius Milan, Kaká dengan torehan 10 gol. Pada pertengahan musim, Milan mendatangkan mantan pemain terbaik dunia, Ronaldo dari Real Madrid untuk memperkuat armada penyerang mereka setelah penyerang muda Marco Borriello dihukum karena terbukti doping. Musim 2007/2008, Milan terpaksa bermain di kompetisi Piala UEFA setelah hanya berhasil menduduki peringkat ke-5 dibawah Fiorentina dengan selisih 2 poin. Dalam pertandingan Serie A yang terakhir, Milan menang 4-1 atas Udinese, tapi di saat bersamaan, Fiorentina juga menang atas Torino dengan skor 1-0 yang akhirnya posisi kedua tim tak ada perubahan. Untuk memperbaiki performa di musim berikut (2008/2009), Milan membeli sejumlah pemain baru, di antaranya Mathieu Flamini dari Arsenal, serta Gianluca Zambrotta dan Ronaldinho yang keduanya berasal dari Barcelona. Pada transfer paruh musim 2008/2009, Milan mendatangkan David Beckham dengan status pinjaman dari klub sepak bola Amerika Serikat LA Galaxy.

Pasca-Ancelotti
  
Era Leonardo
  
Pada akhir musim 2008/2009,Milan menempati peringkat ke-3 klasemen liga Serie A, dua peringkat di bawah rival sekota, Internazionale yang meraih scudetto dan di bawah Juventus. Untuk memperbaiki hasil yang kurang memuaskan ini, Milan mendatangkan pelatih muda yang sekaligus mantan pemain Milan era 90-an, Leonardo untuk menggantikan pelatih Milan sebelumnya, Ancelotti yang “hijrah ke London”, tepatnya klub Chelsea F.C.. Milan juga terpaksa melepas beberapa pemainnya, antara lain:

Kaka, pindah ke Real Madrid .Nilai transfernya ± 67 juta Euro
Paolo Maldini, bek legendaris Milan ini memutuskan untuk pensiun
Yoann Gourcuff, memutuskan untuk tetap di Bordeaux.

Masalah terbesar yang mengganjal transfer para pemain tersebut adalah pihak Milan yang selalu berpikir dua kali untuk mengeluarkan uang demi membeli seorang pemain. Pada bulan Juli dan Agustus 2009, Milan mendapatkan dua pemain baru, yaitu Oguchi Onyewu yang merupakan seorang mantan bek Standard Liège dengan status bebas transfer dan Klaas-Jan Huntelaar eks striker Real Madrid dengan nilai kontrak 14,7 juta Euro. Namun hasil yang di dapatkan Milan pada turnamen pra-musim banyak menuai kekecewaan, pemain anyar yang diturunkan oleh Milan pada saat tur pra-musim hanya Oguchi Onyewu karena Huntelaar baru bergabung bulan Agustus.

Musim 2009/2010 diawali Milan dengan hasil yang tidak memuaskan. Bermula ketika Milan meraih hasil imbang 2-2 melawan Los Angeles Galaxy, seterusnya, Milan terus menuai hasil negatif. Milan terperosok di ajang World Football Challange 2009. Di ajang Audi Cup, Milan juga kalah oleh Bayern Munich dengan skor 1-4. Bahkan, ketika menghadapi derby 30 Agustus 2009 melawan Internazionale di San Siro, Milan kalah memalukan dengan skor 0-4, sekaligus memecahkan rekor kemenangan terbesar Inter di San Siro.

Pertengahan Oktober 2009, penilaian berbagai pihak tentang kinerja Leonardo sebagai pelatih yang tadinya berada di titik terendah akibat serentetan performa buruk, mulai terdongkrak dengan berhasilnya Leonardo memimpin Milan mengalahkan AS Roma 2-1 di San Siro. Setelah kemenangan itu, Milan juga menuai hasil positif di Stadion Santiago Bernabéu dengan kemenangan dramatis atas Real Madrid 3-2. Dan setelah itu, Milan kembali menuai kemenangan atas Chievo Verona di Stadio Marc’Antonio Bentegodi, kandang Chievo, skor 2-1 untuk kemenangan AC Milan. Pada 1 November 2009, Milan mengalahkan Parma F.C. di San Siro 2-0 sekaligus mengantarkan Milan ke peringkat 4 klasemen sementara (Zona masuk Liga Champions terakhir). Pada 19 November 2009, kekalahan 0-2 Juventus F.C. dari Cagliari membuat Milan berada di posisi runner-up di bawah Internazionale; karena, beberapa jam setelah kekalahan Juventus, Milan memenangkan pertandingannya dengan Catania, 2-0.

Memasuki bagian akhir musim Serie A April 2010, Milan yang tengah berada di peringkat ketiga dan hanya selisih 4 poin dari peringkat pertama kelasemen AS Roma, dan hanya berjarak 1 poin dengan peringkat kedua Inter Milan. Namun pada akhirnya Milan harus takluk dua kali berturut-turut dari Sampdoria 2-1, dan dari Palermo dengan skor 3-1. Dengan kekalahan tersebut, impian Milan untuk meraih gelar musim ini pupus. Pada pertandingan di giornata terakhir Seri A 2009/2010 antara Milan melawan Juventus, Leonardo memimpin Milan mengalahkan Juventus 3-0 di San Siro, sekaligus memberi kontribusi terakhirnya bagi rossoneri, dan mengumumkan bahwa ia akan berhenti melatih Milan untuk musim depan. Sejak mundurnya Leonardo, banyak spekulasi yang berpendapat mengenai pelatih baru Milan, tetapi pada 25 Juni 2010, secara mengejutkan pihak Milan mengumumkan untuk memilih Massimiliano Allegri sebagai pelatih baru Milan.

Era Allegri

Musim 2010/2011, Milan dipimpin oleh Massimiliano Allegri, dengan berbagai pembaruan mulai dari sponsor (bwin.com digantikan Emirates), hingga lini pemain. Di akhir bursa transfer, secara mengejutkan Milan memboyong Zlatan Ibrahimovic dari F.C. Barcelona (dengan opsi pinjaman dan pembelian 24 juta Euro di akhir musim), dan Robinho dari Manchester City. Allegri memetik buah manis di awal karirnya bersama milan dengan membawa Milan sebagai Capolista di akhir musim dan berhak atas Scudeto di musim 2010/2011. dam memunculkan bintang baru bagi Milan yakni Kevin-Prince Boateng yang tampil bagus musim ini.

Di musim 2011/2012 Dengan sekuat yang sudah ada ditambah kedatangan pemain baru semacam Antonio Cassano dan Mark Van Bommel kekuatan milan semakin baik walau sayangnya hal ini bukan mengaransi scudeto yang di dapat musim sebelumnya, Milan harus mengakui keunggulan Juventus di akhir musim. hal yang menarik di musim ini adalah mulai berguguranya para intang tua milan yang telah mengabdi beberapa musim milan terakhir semacam Alesandro Nesta, Fillipo Inzagih, Cleren Seadof, hingga sang Playmeker Andera Pirlo yang menyebrang ke Juventus. hal ini menandai era-baru Milan yang selama ini di kenal sebagai gudang bintang-bintang tua.

Badai terbesar era Allegri terjadi di musim ini ( 2012/2013 ) setealh di tinggal bintang-bintang tua mereka Milan juga harus kehilanggan 2 punggawa utamanya di 2 musim terakhir yakni Zlatan Ibrahimovic dan Thiago Silva yang di bajak PSG dibawah asuan duo eks-Pelatih Milan yakni Carlo Ancelotti dan Leonardo. denagn kedatangan Ricardo Montilivo dan Gianpaulo Pazzini belum ter lalu membantu milan. milan kelimpungan di awal musim dan harus finis di paruh musim di posisi ke-7 (per-desember 2012) namun di balik badai yang menimpa Milan muncul sosok muda yang mampu sebagi penyelamat muka Milan yakni Steven El-Shaarawy sebai top skorer sementara Serie-A dengan 14 goal (per-desember2012). dan kita bagai mana perjalanan milam hingga akhir musim ini.
  
Peraih Ballon d'Or

Gianni Rivera - 1969
Ruud Gullit - 1987
Marco Van Basten - 1988, 1989, 1992
George Weah - 1995
Andriy Shevchenko - 2004
Kaká - 2007
  
Pelatih terkenal

Herbert Kilpin
Salah satu pendiri AC Milan sekaligus pelatih pertama Milan.
Carlo Ancelotti
Sumbangsihnya terhadap Milan adalah menyumbang 2 trofi Seri A dan 2 trofi Liga Champions sebagai pemain, serta 2 trofi Liga Champions dan 1 trofi Seri A sebagai pelatih.
Cesare Maldini
Sebagai pemain dia menyumbang 4 trofi Seri A dan 1 trofi Liga Champions.
Arrigo Sacchi
Pelatih yang membawa Milan mendapat predikat "The Dream Team", memenangkan 1 trofi Seri A, dan 2 trofi Liga Champions berturut-turut.
Fabio Capello
Suksesor dari Sacchi, di tangannya, Milan menjadi semakin gemilang. Menyumbangkan 4 trofi Seri A dan 1 trofi Liga Champions.
Vittorio Pozzo
Pelatih legendaris Italia, meski di masanya Milan tidak terlalu bersinar, Ia membuktikan diri bahwa dirinya adalah pelatih jenius dengan menemukan formasi Metodo (2-3-2-3), formasi yang menyeimbangkan antara serangan dan pertahanan.
Nils Liedholm
Melatih Milan selama 3 generasi (1963-1966, 1977-1979, dan 1984-1987), Liedholm menyumbangkan 4 trofi Seri A.

Prestasi

Bila dihitung berdasarkan total banyaknya gelar, maka Milan adalah salah satu klub tersukses di Italia, dengan total raihan gelar juara lebih dari 29 tropi dan menjadi terbanyak kedua setelah Juventus (40 tropi domestik)]. Milan juga menjadi salah satu klub tersukses di dunia bersama Boca Juniors, dengan rekor 14 trofi Eropa dan 4 trofi dunia. Milan juga mengenakan bintang tanda bahwa mereka memenangi lebih dari 10 gelar Seri A. Ditambah lagi, Milan juga memakai Lambang Penghargaan UEFA di seragam mereka karena memenangi lebih dari lima gelar Liga Champions

AC MILAN LOGO
Warna dan lambang Milan
  
Warna seragam kebanggaan Milan adalah merah-hitam,atau dalam bahasa Italia: Rossoneri, namun anehnya, di ajang final suatu kompetisi yang tidak memakai format kandang-tandang (contoh:Liga Champions) , Milan selalu memakai warna seragam putih. Tradisi ini dipercaya membawa keberuntungan untuk Milan. Dengan enam kali menang dari delapan laga final Liga Champions berseragam putih (hanya kalah melawan Ajax pada 1995 dan Liverpool pada 2005) membuat tradisi ini semakin kukuh dipertahankan. Selain kedua seragam Milan (merah-hitam dan putih), Milan memiliki seragam ketiga (third kit) berwarna hitam dengan sentuhan garis merah di beberapa bagian. Namun, seragam ketiga ini sangat jarang digunakan.

Untuk "beberapa tahun" belakangan, lambang Milan memakai sentuhan bendera Milan (flag of Milan), yaitu lambang yang terlihat seperti lambang salib berwarna merah pada lambang Milan, yang aslinya adalah bendera dari Saint Ambrose. Panggilan Milan yang lainnya, Il Diavolo Rosso (setan merah) berasal dari lambang bintang yang dikenakan Milan di atas lambang klubnya. Bintang tersebut dikenakan Milan pada 1979 karena Milan sudah memenangkan lebih dari sepuluh gelar lokal (scudetto Seri A). Saat ini, lambang klub Milan adalah untuk dipersembahkan kepada bendera Comune di Milano, dengan singkatan ACM di atas dan tahun berdirinya 1899 di bawah.

Rekor statistik Milan

Paolo Maldini sampai sekarang mencetak rekor untuk total penampilan di Seri A untuk Milan dengan total ± 1000 penampilan, dan 600 diantaranya diperoleh dari Seri A (14 Mei 2007, tidak termasuk pertandingan playoff). Selanjutnya ia dikenal sebagai pemain paling sering tampil di Seri A sepanjang masa. 

Top skor Milan sepanjang sejarah dipegang oleh Gunnar Nordahl, yang mencetak 254 gol dalam 268 permainan. Andriy Shevchenko berada di urutan kedua dengan 243 gol dalam 298 permainan, dan pencetak gol tertinggi di skuad Milan saat ini adalah Filippo Inzaghi, dengan 101 gol dalam 220 permainan.

Milan memiliki rekor yang unik namun impresif, yaitu saat mengikuti musim 1991/1992. Milan tidak pernah kalah dalam musim tersebut. Totalnya, Milan tidak pernah kalah dalam 58 pertandingan, dimulai dengan seri 0-0 melawan Parma saat 26 Mei 1991 dan secara ironis diakhiri dengan kekalahan kandang 1-0 dengan Parma juga, 21 Maret1993. Rekor tidak terkalahkan ini merupakan rekor terpanjang ketiga di sepak bola Eropa, di bawah Steaua Bucharest dengan 104 pertandingan tanpa kekalahan dan Celtic dengan 68 pertandingan tanpa kekalahan.

Pada 2007, Milan bersama dengan Boca Juniors dari Argentina menyandang gelar klub dengan gelar internasional terbanyak versi FIFA. Kerena status ini, Milan sempat merajai peringkat klub sepak bola terhebat dunia pada kisaran 2007.

Stadion tim saat ini adalah Stadion Giuseppe Meazza yang berkapasitas 85.000 orang. Stadion ini juga dikenal dengan nama San Siro, karena berada di distrik San Siro. Stadion ini digunakan bersama dengan Internazionale, klub lain di Milan. Stadion ini dipakai ketika Seri A melaksanakan partai antara klub kota Milan, Derby della Madonnina (Ibu segala derby). Nama ini diberikan untuk penghormatan kepada patung bunda Maria yang berada di Milan (sering disebut Madonnina atau ibu), serta karena rivalitas keduanya yang sangat sengit karena keduanya sama-sama tim jajaran atas terhebat di Italia, atmosfer pertandingannya melebihi pertandigan derby manapun. Suporter AC Milan menggunakan "San Siro" untuk menyebut stadion itu karena dulunya Giuseppe Meazza, merupakan seorang pemain bintang bagi Inter (meski dia pernah membela Milan selama satu musim). Tetapi, di masa mendatang, ada wacana untuk memindahkan homebase Milan ke stadion baru, seperti yang diungkapkan wakil presiden Adriano Galliani pada tahun 2006.

Desember 09, 2012

Andriy Shevchenko

Andriy Shevchenko (Андрій Шевченко, Андрій Миколайович Шевченко - Andriy Mikolaiovich Shevchenko, Андрей Николаевич Шевченко, Andrei Nikolaevich Shevchenko) lahir di Dvirkivschyna, 29 September 1976; umur 32 tahun; juga akrab dipanggil Sheva) adalah seorang pesepak bola Ukraina yang bermain sebagai striker untuk AC Milan dan Ukraina. Bertinggi tubuh 183 cm.

Saat Usia 9 tahun, Shevchenko dan Keluarga harus mengungsi ketika desanya terkena bencana Nuklir Chernobyl (April 1986). Awalanya ia adalah seorang Petinju yang kompetitifdi liga junior LLWI Ukraina, akhirnya beralih ke dunia sepak Bola hingga menutup karir di Juli 2012.

Shevchenko memulai karirnya dengan klub Ukraina Dinamo Kiev, di mana di bawah arahan Valeri Lobanovsky dia tumbuh menjadi salah satu pemain yang paling penting dan terampil di klub tersebut dengan membawa Dinamo Kiev lolos hingga Semi-Final liga Champions 1998/1999, dengan catatan sebagai Tim Ukraina pertama yang mampu lolos hingga ke semi-Final di ajang elit eropa tersebut, selain itu juga tim yang di taklukan bukan sekedar tim kacangan yakni Arsenal dan Real Madrid menjadi korban eksloitivitas Sheva dkk, walau harus takluk dari Bayer Munchen di Semi Final.

Pada 1999 Sheva menjadi Incaran banyak Klub elit eropa di antaranya AC Milan, Lazio, Juventus, Real Madrid, Barcelona, Arsenal, Liverpool, Bayer Munchen, hingga Manchester United. dan Shevchenko memilih bergabung dengan AC Milan di Italia dengan harga sebesar $26 juta dan telah menjadi salah seorang pemain terpenting Milan. Sejak bergabung dengan Milan, dia telah dua kali meraih gelar Seri A, pada musim 1999/2000, dan 2003/2004. Selain itu, dia juga telah satu kali mencicipi gelar Piala/Liga Champions pada musim 2002/2003. Pada Liga Champions musim 2005/2006 ia mencetak sejarah sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah liga tersebut. Pada Mei 2006, ia pindah ke Chelsea FC di Liga Inggris dengan rekor transfer termahal di Inggris saat itu dengan alasan bahwa ia ingin anaknya dibesarkan di lingkungan berbahasa Inggris. Saat pindah, ia merupakan pencetak gol terbanyak kedua sepanjang sejarah bagi Milan di belakang Gunnar Nordahl dengan 173 gol. Karirnya di Chelsea tidak secemerlang di Milan dan ia hanya mencetak 22 gol dalam 76 pertandingan di seluruh kompetisi (9 gol dalam 47 pertandingan di liga). Pada 23 Agustus 2008, Chelsea mengumumkan persetujuan kembalinya Shevchenko ke Milan.


Setelah kembali dari masa pinjaman dari klub lamanya sheva langsung masuk dalam daftar jual pemain chelsea pada musim 2009 walau Chelsea mendatangkan pelatih yang juga lama mengasuh Sheva ( Carlo Ancelotti ). dinamo kiyv klub lama sheva yang akhirnya kembali menapung capten timnas ukraina tersebut, sejak itu namanya jarang terdengar kembali.

Pada Desember 2004 Shevchenko dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Eropa tahun itu. Dia juga disebut oleh Pele sebagai salah satu dari 125 pesepak bola terbaik dunia yang masih hidup pada bulan Maret 2004.

Dilevel Timnas Ia telah mencatat lebih dari 100 kali penampilan dan membawa Ukraina lolos ke Piala dunia 2006 Jerman dan menutup karir Tim Nasional pada ajang Euro 2012 dengan Ukraina dan Polandia sebagai Tuan Rumah ajang 4 tahunan Negara-negara Eropa.

Rincian Karir Shevchenko di beberapa Klub yang pernah ia bela ;

Dynamo Kyiv

Pada tahun 1986, Shevchenko gagal tes menggiring bola untuk masuk ke sekolah khusus  olahraga di Kyiv, tetapi saat bermain di sebuah turnamen pemuda ia menarik perhatian pencari bakat Dynamo Kyiv  lalu membawanya ke klub. Empat tahun kemudian, Shevchenko berada di  kesebelasan Dynamo Kyiv (usia di bawah 14 tahun)untuk kejuaran Ian Rush Cup (sekarang Super Welsh Cup), ia selesai sebagai pencetak gol terbanyak dalam kejuaraan ini  dan dianugerahi sepasang sepatu Rush sebagai hadiah oleh Pemain legendaris Liverpool ini.

Pada 1992-1993, Shevchenko adalah pencetak gol terbanyak untuk kesebelasan Dynamo-2 dengan 12 gol, dan dia membuat penampilan pertamanya di starting eleven. Dia melakukan debut pada 28 Oktober 1994 dalam pertandingan melawan Shakhtar Doneck. Ia memenangkan liga kedua musim berikutnya, mencetak enam gol dalam 20 pertandingan, dan mencetak hattrick pada babak pertama pertandingan Liga Champions 1997-1998 melawan FC Barcelona, yang dimenangkan Dynamo 4-0.  19 gol dalam 23 pertandingan liga dan enam gol di Liga Champions (termasuk hattrick dua leg melawan Real Madrid) diikuti oleh 28 gol total di semua kompetisi pada tahun 1998-1999. Ia memenangkan gelar liga domestik dengan Dynamo dalam  lima musim kebersamaannya dengan klub.

AC Milan

Pada tahun 1999, Shevchenko bergabung dengan klub Italia AC Milan dengan biaya transfer $ 25 juta, rekor transfer saat itu. Dia melakukan debut liga pada 28 Agustus 1999 di tahan imbang 2-2 dengan Lecce .
Shevchenko merupakan pemain asing yang  berhasil memenangkan gelar seri A di awal debutnya dengan koleksi 24 gol dalam 32 pertandingan (di samping  Michel Platini, John Charles, Gunnar Nordahl, Istvan Nyers, dan Ferenc Hirzer ). Shevchenko berada dalam performa terbaiknya  musim 2000-2001, mencetak 24 gol dalam 34 pertandingan. Shevchenko juga berhasil mencetak sembilan gol dalam 14 pertandingan di Liga Champions, namun Milan gagal melewati babak kedua penyisihan grup .

Di musim 2002-2003 meskipun hanya main lima kali dalam 24 pertandingan, terutama karena cedera, Shevchenko menjadi pemain kelahiran Ukraina pertama yang memenangkan Liga Champions setelah Milan mengangkat trofi Champions keenam mereka. Dia mencetak gol dalam adu penalty melawan rival beratnya  Juventus di final, yang berakhir tanpa gol setelah perpanjangan waktu. Setelah Milan menjuarai Liga Champions, Shevchenko terbang ke Kyiv untuk menempatkan medali nya di makam Lobanovskyi Valeriy (yang mengasuhnya selama  ia berada di Dynamo), meninggal pada 2002. Sheva menjadi Top skor (24 goals) di Serie A pada 2003-2004 untuk kedua kalinya dalam karirnya. Dia juga mencetak gol kemenangan dalam kejuaraan Piala winner super UEFA atas FC Porto, yang mengarah ke trofi kedua Milan musim ini. Pada Agustus 2004, ia mencetak tiga gol melawan Lazio, Milan memenangkan piala Coppa Italia. Shevchenko dinobatkan sebagai  Player Eropa 2004 of the Year, menjadi pemain ketiga Ukraina yang pernah memenangkan penghargaan setelah Oleg Blokhin dan Igor Belanov. Pada tahun yang sama, Shevchenko juga dinobatkan sebagai pemain FIFA 100.

Di musim 2004-2005 dia mencetak 17 gol setelah absen beberapa pertandingan karena cedera tulang pipi. Pada musim berikutnya sheva membuat sejarah dalam Liga Champions, dengan memborong 4 gol melawan Fenerbahce.

Chelsea

Selama musim panas 2005, ada laporan yang menyatakan bahwa pemilik Chelsea Roman Abramovich menawarkan sejumlah € 75,2 juta plus striker Hernan Crespo ke Milan untuk ditukar dengan  Shevchenko . Milan menolak tawaran tersebut  tetapi mengambil Crespo sebagai pemain pinjaman. Kepala Eksekutif Chelsea Peter Kenyon seperti dikutip, “Saya pikir Shevchenko adalah jenis pemain yang kami inginkan. Pada akhirnya untuk meningkatkan apa yang telah kita punya, ia harus menjadi pemain besar dan Shevchenko pasti datang ke dalam team”. Shevchenko menyebutkan bahwa kegigihan Abramovich merupakan faktor kunci dalam berubah. Akhirnya Milan  putus asa untuk menjaga striker ini, Shevchenko ditawarkan perpanjangan kontrak enam tahun.

Pada tanggal 28 Mei 2006, Shevchenko meninggalkan Milan menuju  Chelsea dengan harga £ 30,8 juta (€ 43.875million), melebihi  biaya transfer Michael Essien dari tahun sebelumnya dan juga memecahkan rekor untuk pemain yang didatangkan oleh klub Inggris. Dia menerima kostum nomor tujuh dari manajer Chelsea Jose Mourinho, yang mengatakan bahwa Shevchenko bisa terus memakainya.

Shevchenko melakukan debut untuk Chelsea pada 13 Agustus 2006 di FA Community Shield, mencetak gol untuk timnya( 2-1 untuk Liverpool).

di pinjamankan ke Milan

Shevchenko sering tidak dipasang sebagai starter di chelsea, lalu pada musim 2008-2009 wakil presiden Milan Adriano Galliani menawarkan untuk mengambil sheva kembali ke Milan, akhirnya sheva pun kembali ke San siro dengan status sebagai pemain pinjaman.

Penampilan sheva dianggap kurang berkembang dengan hanya mencetak 2 gol dalam 26 pertandingan, hal ini membuat Milan menegaskan akan mengembalikan Shevchenko ke Chelsea  lebih cepat dari kontraknya.

Kembali ke Dynamo Kyiv

Pada tanggal 28 Agustus 2009, Shevchenko menandatangani kontrak dua tahun pada mantan klubnya Dynamo Kyiv dan mencetak gol penalti dalam pertandingan pertamanya melawan Metalurh Donetsk dalam kemenangan 3-1 untuk Dynamo pada 31 Agustus 2009 . Pada tanggal 16 September 2009, Shevchenko memainkan pertandingan pertamanya Liga Champions setelah kembali ke Dynamo, melawan Rubin Kazan, dalam pertandingan pertama Dynamo dari musim 2009-10. Pada Oktober 2009, ia dinobatkan sebagai pemain terbaik dari Liga Premier Ukraina. Pada tanggal 4 November 2009, ia mencetak gol pada pertandingan melawan Internazionale Milan,  di pertandingan  keempat musim Liga Champions. Itu adalah gol ke-15 yang ia cetak  ke gawang Inter selama  karirnya. Pada tanggal 25 Agustus 2010, ia mencetak penalti melawan Ajax di pertandingan kedua  kualifikasi Liga Champions 2010-2011.


10 Fakta lain mengenai Andriy Shevchenko :

  1. Pada November 2005, saat menghadapi Fenerbahce di babak grup Liga Champions, Sheva mencetak empat gol. Dalam sejarah sepakbola, sebelum Sheva hanya ada empat pemain yang mampu mengemas empat gol dalam satu pertandingan pada satu kompetisi, yaitu: Marco van Basten, Simone Inzaghi, Dado Prso dan Ruud van Nistelrooy.
  2. Banyak pihak yang menyalahkan istrinya, ketika Sheva memutuskan pindah ke Chelsea. Menurut desas-desus yang terdengar, Pazik ingin agar anak-anak mereka dibesarkan di tempat yang berbahasa Inggris. Sheva membantah rumor itu. Menurutnya, ia pindah karena tertarik pada sosok Jose Mourinho sebagai manajer Chelsea. Katanya saat itu, "Saya telah lama mengikuti perjalanan karir Mourinho selama beberapa tahun ini, dan saya sangat terkesan dengan caranya melatih. Ia lebih mengutamakan kekompakan tim daripada kemampuan individual, yang saya yakin menjadi dasar terbentuknya tim yang hebat."
  3. Di AC Milan, ia menjadi pemain non Italia pertama yang mampu menjadi topskor sebagai debutan di Serie A dengan 24 gol dari 32 pertandingan.
  4. Selama lima tahun di Dynamo, Sheva mempersembahkan tak kurang dari lima gelar liga kepada klubnya. Artinya, dalam kurun waktu tersebut, gelar juara tak pernah jatuh ke tangan lawan.
  5. Pertemuan Sheva dengan sang istri, model Amerika Serikat Kristen Pazik, terjadi pada suatu pesta yang digelar Armani. Setelah menikah pada 2004, mereka kini memiliki dua anak, Jordan dan Christian.
  6. Ia berteman dekat dengan desainer Giorgio Armani. Ia pernah menjadi model untuk peragaan busana Armani, dan mereka berdua bahkan patungan untuk membuka sebuah toko busana di Kiev.
  7. Bersama  Dynamo Kiev U-14, ia tampil di ajang Piala Ian Rush di Wales, dan menjadi topskor di turnamen itu. Ian Rush sendiri memberikan sepatunya sebagai hadiah. Yang menarik, pada 1997 mereka berhadapan sebagai lawan di Liga Champions, saat Rush mengakhiri karirnya di Newcastle.
  8. Pada April 1986, ketika reaktor nuklir Chernobyl meledak, ia masih berusia sembilan tahun. Ribuan orang yang tinggal di kawasan itu, termasuk keluarganya, harus mengungsi untuk menghindari dampak ledakan.
  9. Saat ini ia merupakan pencetak gol terbanyak ketiga dalam sejarah kompetisi klub Eropa dengan 60 gol, setelah Gerd Muller dan Filippo Inzaghi.
  10. Nama depan Sheva yang aslinya ditulis dalam abjad Cyrillic tidak bisa dialih-bahasakan ke dalam abjad Latin. Andriy adalah ejaan yang digunakan pada situs resminya, dan juga diadopsi oleh UEFA dan FIFA, meski Andrei dan Andrij juga digunakan di berbagai media. 

Karir Sepak Bola

Karir Junior:
1986–1994 : Dynamo Kyiv

Karir Senior:

1994–1999 : Dynamo Kyiv

1999–2006 : AC Milan

2006–2009 : Chelsea

2008–2009 : Milan (Pinjam)

2009–2012 : Dynamo Kyiv (Pensiun)

Karir Timnas:

1994-1995 : Ukraina U-18

1994-1995 : Ukraina U-21

1995–2012 : Ukraina (Pensiun)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 
Design by Blog Themes | Bloggerized by andri pradinata - Gold Blogger Themes | AP14