Mei 13, 2012

Era-Dinasti di Korea


Mitologi Dangun

Hwanung yang merupakan anak putra dari Tuhan Langit, Hwanin, turun ke bumi untuk baik memimpin dunia bersama Tuhan Angin, Tuhan Awan, dan Tuhan Hujan, kemudian membangun 'kota Tuhan' di gunung Taebaek (yang sekarang ditempati Gunung Myohang di Korea Utara). Sementara itu, beruang dan harimau berdoa menjadi manusia kepada Hangwung, hingga mendapat jawaban bahwa mereka harus makan mugwort dan bawang putih dan tidak melihat sinar matahari selama 100 hari untuk menjadi manusia. Harimau gagal mengi kutinya, sedangkan beruang sanggup melakukannya, hingga sukses menjadi wanita, yakni Ungnyeo. Ungnyeo berharap melahirkan anak, maka Hwangung menikah dengan Ungnyeo ini, hingga melahirkan anak laki-laki, bernama 'Dangun'. Dangun Wanggom membangun negara bernama 'Chosun' dan menentukan Pyeongyangsung sebagai ibu kota.
Dangun memimpin negara itu selama seribu 5 ratus tahun, dan hidup selama seribu 908 tahun, kemudian menjadi Tuhan Gunung. (menurut Catatan Samguk Yusa yang dituliskan mengenai berbagai fakta sejarah oleh biksu Iryon pada tahun 1281)

Proses kelahiran Dangun dijelaskan sebagai proses nenek moyang bangsa Korea untuk menguasai bumi di Semenanjung Korea.  Adanya beberapa Tuhan tersebut mengungkapkan negara ini telah memiliki teknologi maju termasuk di bidang pertanian. Wungnyeo yang diinkarnasi dari beruang tersebut, merupakan sejenis mahluk bumi. Perkawinan Hwanung dan Wungnyeo menunjuk proses bahwa kekuatan yang baru datang dan kekuatan yang ada, yakni mahluk bumi, diharmoniskan, maka membentuk bangsa baru. 
Dangun merupakan lambang pemimpin untuk bangsa baru ini. Oleh karena itu, bangsa Korea menyebutnya sendiri sebagai 'anak Dangun'.



Perkembangan 3 Kerajaan dan Penyatuan Bangsa Korea

Diawali pada abad pertama sesudah masehi, muncul 3 kerajaan di sekitar semenanjung Korea, yakni Koguryo, Baekaje dan Silla. Kerajaan Koguryo terus berkembang sebagai bentang pertahanan agresi dari utara termasuk serangan dari bagaian utara dan dari benua Cina. Sementara itu, Kerajaan Baekaje dan Silla tak henti-hentinya mengembangkan kekuatan, mengakibatkan konfrontasi satu sama lain di 3 kerajaan tersebut. 3 kerajaan tersebut di persatukan oleh Kerajaan Silla. Hal ini marupakan unifikasi Bangasa Korea untuk pertama kali. Semantara itu, di wilaya bekas kerajaan Koguryo di Muncuria muncul Kerajaan Balhae yang mengandung keistimewaan tersendiri.
Kesosialan 3 kerajaan di kembangkan berlandaskan kebudayaan kaum bangsawan. Selain itu 3 kerajaan menerima agama Budha sambil mengembangkan seni-budaya secara pesat. Dengan berkembangnya seni-budaya agama Budha, masyarakat 3 Kerajaan berhasil menciptakan seni-budaya yang unggul bahkan mengembangkan kebudayaan yang mereka miliki hingga ke Jepang.
 
            Pendirian 3 Kerajaan dan Perkembangannya

Negara-negara patriarkhal makin lama makin bergabung, menjadi 3 kerajaan. Di wilaya Mancuria dan Bagian utara Semenanjung Korea, koguryo mulai berkembang, sementara di tepi sungai Han dan tanah daratan Kyongju, kerajaan Baekaje dan Silla berdiri.

Menurut catatan Samguk Sagi (cerita tentang 3 kerajaan), Raja Jumong (DongMyong SongWang) pendiri Koguryo, Raja Onja pembuka kerajaan Baekaje dan Raja Park Hyokgose adalah raja pertama kerajaan Silla.

·         Kerajaan Koguryo (37 tahun S.M ~ tahun 668 T.M)
Kerajaan Koguryo didirikan oleh ‘raja Jumong(Dongmyong Songwang) di bagian selatan Mancuria. Teritorial kerajaan Koguryo mencakup sebagian Mancuria dan bagian Utara Semenanjung Korea, hingga kerajaan Koguryo tidak bisa dihindari dari pertentangan dengan suku Han di Cina.
Kerajaan Koguryo mengusir segala kekuatan Cina dari Semenanjung Korea setelah mempecundangi tentara Nakrang dan Daebang di Cina yang mapan di Semenanjung Korea di saat kerajaan Gojosun runtuh. Setelah itu, kerajaan Koguryo juga berhasil memukul mundur kerajaan Su di Cina di tahun 598 lalu, hingga muncul sebagai negara kuat di wilayah Asia Timur Laut.
Oleh karena itu, kerajaan Koguryo membuat jaya nama dengan memiliki teritorial yang paling luas dan militer yang paling kuat diantara 3 kerajaan.
Meskipun demikian, kerajaan Koguryo yang kekuatan nasional menjadi lemah akibat pertengkaraan dengan kerajaan Su, akhirnya runtuh oleh pasukan sekutu antara kerajaan Shilla dan kerajaan Tang, Cina. Setelah runtuh, kerajaan Koguryo disatukan oleh kerajaan Shilla, namun sebagian para migran yang menerima berbagai suku setelah pindah ke utara, berhasil mendirikan kerajaan Balhae.
·         Baekje (18 tahun S.M ~ tahun 660 T.M)
Menurut legendanya, dua anak laki-laki dari raja Dongmyong Songwang di kerajaan Koguryo, yaitu Onjo dan Biryu membangun kerajaan Baekje setelah turun ke selatan. Dengan kata lain, kerajaan Baekje didirikan oleh kekuatan migran yang didorong dari kekuatan pimpinan kerajaan Koguryo.
Kerajaan Koguryo dari bagian utara, menghalangi kerajaan Baekje maju, dan melakukan pertukaran dengan berbagai kerajaan di Cina di bagian timur.
Sementara itu, kerajaan Baekje tidak bisa dihindari dari pertengkaran dengan kekuatan Cina di Semenanjung Korea, yaitu pasukan Daebang yang menguasai bagian selatan kerajaan Baekje, serta mengadakan pertempuran yang menyengsarakan dengan kerajaan Shilla di bagian timur yang semakin berkembang.
Meskipun bunga budaya yang mewah berkembang, namun kekuatan nasional menjadi lemah akibat pertengkaran kerajaan Koguryo, dan Shilla, hingga ditaklukkan oleh pasukan gabungan di tahun 660. Setelah runtuh, banyak migran pindah ke Jepang, hingga menyumbangkan jasa besar untuk membangun negara kuno di Jepang dan menciptakan budaya Jepang.
·         Shilla (57 tahun S.M ~ 935 T.M / termasuk masa kerajaan Shilla Bersatu)
Dibandingkan kerajaan Koguryo dan Baekje yang aliran Buyeo, kerajaan Shilla berdasarkan cerita pendiri Shilla, Park Hyeokgeose yang lahir dari telur. Dengan kata lain, kerajaan Shilla diciptakan lewat keharmonisan antara para pribumi dan para pendatang yang memiliki peradaban maju.
Kerajaan Shilla termasuk kerajaan Shilla Bersatu, dijuluki ‘kerajaan bersejarah selama seribu tahun’ yang tetap ada selama 992 tahun. Kerajaan Shilla berlokasi di bagian tenggara semenanjung Korea, jadi sulit menerima peradaban maju. Oleh karena itu, kecepatan perkembangan kerajaan Shilla paling lambat diantara 3 kerajaan. Namun, berkat adanya perkembangan tanpa henti-hentinya, kerajaan Shilla meningkatkan kekuatan nasional di bidang militer dan budaya. Setelah bekerja sama dengan Tang, Cina, kerajaan Shilla meruntuhkan Baekje dan Koguryo secara berturut-turut, hingga berhasil menyatukan 3 kerajaan.
Sosial dan Seni-Budaya di 3 Kerajaan

·         Masyarakat dan Perekonomian

Di masa 3 kerajaan, pembagian golongan masyarakat yang terdiri dari bangsawan, penduduk awam dan kaum rendah sangat teguh (lapisan masyarakat terendah). Muncul juga Marga (anggota keluarga) yang termasuk dalam keluarga kerajaan yakni ; marga Ko dari Kerubu di kerajaan Koguryo, marga Buyo di kerajaan Baekaje dan marga Park, Sok dan Kim di kerajaan Silla.

Pertanian sengat berperan di masa 3 kerajaan ini. Di Baekaje dan Silla pertanian berkembang pesat karna adanya system irigasi yang terencana. Dan di Koguryo banyak mengeluarkan hasil panen dari ladang antara lain Jawawut dan kacang-kacangan sambil mengembangkan system perikanan, peternakan, perdagangan dan kerajinan tangan.

·         Kegiatan Seni-Budaya 3 kerajaan

Lukisan didinding kuburan dan lukisan budha menjadi pusat seni-lukis 3 kerajaan. Likisan kerajaan Koguryo penuh dinamika dan semangat, ciptaan seni-lukis kerajaan Baekje mencerminkan keindahan dan kehalusan sedangkan karya seni lukis kerajaan Silla semakin menunjukan Keseimbangan. Selain lukisan akibat pengaruh ajaran budha sengat berpengaruh banyak terdapat bangunan besar semacam Pagoda sebai salah satu seni bangunan.
Sejak zaman dahulu, bangsa Korea menikmati nyanyian dan tarian. Nyanyian kerajaan silla masih terdapat dalam bentuk Hyesong-ga dan Hy-angga (nyanyian rakyat). Wang San-ak pada masa kerajaan Koguryo berhasil mengembangkan alat music gesek 7 tali cina menjadi Komungo dan uruk dari kerajaan kaya, memperkenalkan kayagum kepada masyarakat silla. Sementara itu, lagu kerajaan baekje disebarluaskan sampai kepualuan Jepang hingga berpengaruh pada perkembangan lagu jepang.

Kerajaan Silla Bersatu dan Balhae
           
Silla Bersatu

Setelah menggabungkan 3 kerajaan, Silla Bersatu menstabilkan baik segi politik maupun sosal budaya melalui pembaharuan peraturan dan ketertiban. Sejak unifikasi kerajaan aliran Raja Muyol  tetap memegang kekuasaan kerajaan, sedangkan kekuatan bangsawan semakin lemah. Pada masa raja Sinmun, system pemerintahan daerah diperbaharui dengan pembagian wilaya provensi sebanyak 9 provensi dan 5 kota kecil.

Perekonomian Silla Bersatu dikembangkan melalaui tangan ningrat sebagai wakil raja di bidang perdagangan maupun perekonomian lain.
Sejak unifikasi 3 kerajaan, selama 100 tahun lamanya, kerajaan Silla Bersatu memuncak kejayaannya,  kerajaan Shilla Bersatu mengusir kekuatan Tang, kemudian menguasai seluruh Semenanjung Korea kecuali sebagian wilayan utara. Di bagian utara, terdapat kerajaan Balhae yang didirikan oleh migran kerajaan Koguryo. Oleh karena itu, kerajaan Shilla Bersatu meletakkan batu landasan untuk Korea menjadi negara bersatu. Namun memsiki abad ke-8, kerajaan Silla Bersatu menghadapi kekacauan karena pusat aliran raja Muyol setelah wafat raja Hyegong dan semakin hebatnya memperebutkan kekuasaan sabagai putra mahkota. Seiring dengan perebutan mahkota oleh kaum Jinggol, kekuatan daerah dan maritime muncul sebagai satu kekuatan yang baru.  Kekuatan daerah semakin berdiri di atas kaki sendiri sebagai kepala benteng atau jendral, semakin berperan besar dalam menghancurkan system pemerintah kerajan Silla Bersatu.
Dapat disimpulkan bahwa, di akhir masa kerajaan Shilla Bersatu, lapisan pemimpin tenggelam dalam kemewaan dan hiburan, serta melalaikan keadaan negeri, hingga runtuh setelah kerajaan Goryo menyatukannya kembali.
                Kemakmuran Seni-Budaya Silla

·         Perkembangan Agama Budha
Perkembangan Agama Budha di kerajaan Silla terdapat berbagai aliaran yang terdiri dari 5 Ajaran dan 9 Zen sambil di persebar luaskan ke seluruh lapisan masyarakat. Diantara nya aliran Budha Hwaomjong (avatamsaka), dan Jongtojong (Sukkavati)
·         Ilmu Konghunchu dan ilmu teknologi
Pada masa kerajaan Silla Bersatu, teknologi cetak kayu berkembang . Kitab Dharnia yang di temukan di temukan di Pagoda 3 tingkat di Bulguk, selain itu juga berkembang ilmu Astronomi, medis dan Kemiliteran. Pada masa akhir, Doson secara besar-besaran menyebarluaskan teori geomancy, yakni teori dasar mendukung gerakan daerah. Selain itu, Taoisme dan Ideologi Laojzi dan Zhuangzi di sebarluaskan di sana.
                
         Pendirian Kerajaan Balhae dan Kedudukannya di Mancuria

Setelah runtuhnya Kerajaan Koguryo, di daerah Mancuria bermunculan gerakan restorasi kerajaan oleh kaum pengungsi Koguryo. Dae Joyong, bekas jendral kerajaan Koguryo memimpin pengungsi Koguryo dan suku Mohe, mendirikan kerajaan di Tungmiaoshan, Tunhwahsien, provensi Ji-Lin , Cina sekarang (tahun 698) dengan nama kerajaan Chin. Di kemudian hari, nama Chin berubah menjadi Balhae.

Kerajaan Balhae berkembang pesat sebagai kerajaan raksasa melalau perolehan kembali territorial bekas kerajaan Koguryo, Mancuria, provensi maritim dan bagian Utara semenanjung Korea. Kaum pemerintahan Balhae di pegang oleh pengungsi Koguryo dan suku Mohe sebagai masyarakat awam. Pada tahap permulaan, Kerajaan Balhae yang menganggap sebagai pewaris Koguryo, terus mengadakan Konfortasi dengan Kerajaan Tang dan Silla. Sementara itu, menjalin hubungan baik dengan Jepang dan Turkestan. Setelah itu pada abad ke-8, raja Mun menjalin hubungan akrab dengan Tang melalui pertukaran baik budaya maupun barang –barang ekonomis.

Namun, sejak masa raja Son, sering terjadi konflik di antara kaum pemimpin dan timbul konfortasi antara masyarakat Koguryo dan  suku Mohe, mengakibatkan kelemahan kekuasaan kerajaan. Sementara itu, kekutan Khitan yang terletak di bagaian barat Balhae semakin meningkat. Khitan menyerbu dan menaklukan Balhae (tahun 926). Setelah runtuhnya Balhae  wilaya Mancuria lenyap dari sejarah bangsa Korea.

Kerajaan Koryo

Setelah terwujudnya reunifikasi Bangsa Korea, Kerajaan Koryo memperbaiki dan memperbaharui serangkaian peraturan, baik di bidang politik maupun social dengan didasarkan pada ajaran Konghuchu dan kebudayaan kaum bangsawan. Akan tetapi, pemberontakan yang dilakukan oleh kelompok militer sebagai aksi protes terhadap struktur kekuasaan pemerintah pada akhir abad ke-12 telah menggon cangsistem kehidupan masyarakat Koryo. Bersamaan dengan peristiwa itu, adanya intervensi yang dilakukan oleh Kerajaan Yuan, Cina, wibawa yang dimiliki oleh Kerajaan Koryo semakin merosot dan jatuh. Meskipun demikian, Kerajaan Koryotetap dapat memepertahankan kemerdekaannya.

Pada masa kerajaan Koryo, kebudayaan bangsa Korea berkembang pesat berdasarkan ajaran Konghuchu dan agama Budha serta aktifnya pertukaran hubungan kebudayaan dengan negara-negara lain.Selain itu,Kerajaan Koryo berhasil mengembangkan balok huruf cetak logam dan keramik berwarna biru yang memperlihatkan kemampuan kreatifitas  seni budaya bangsa Korea.

Perkembangan Kerajaan Koryo

(1)  Perluasan jangkauan kebudayaan Kebudayaan agama Budha pun berkembang seiring dengan diterimanya ilmu pengetahuan dan teknologi dunia arab yang masuk melalui Yuan.
(2)  Perkembangan ajaran Konghucu dan ilmu Sejarah Kebijakan raja Songjong untuk mengaktifkan penerapan ajaran Konghuchu serta pembukaan Kukjagam, sebagai perguruan tinggi untuk mempelajari ajaran Konghuchu, dipusat kerajaan serta Hyanghak didaerah-daerah ikut meletakkan landasan kokoh bagi kemajuan ilmu Konghuchu kerajaan Koryo.
(3)  Kejayaan agama Budha dan pembuatan Daejanggyong
Seiring perkembangan kebudayaan budha, kerajaan Koryo melanjutkan membuat kitab suci Daejanggyong untuk memperdalam semua filsafat agama Budha .
(4)  Perkembangan Seni Budaya agama Budha Seni budaya agama Budha yang telah dkembangkan oleh Kerajaan Silla baru dilanjutkan oleh kerajaan Koryo. Dibuat dan dikembangkan seni lukisan, pagoda batu, patung Budha, lonceng dan kerajinan tangan.
(5)  Keramik Biru hasil Kerajaan seni Ukir Kerajaan Koryo
(6)  Cetak huruf kayu dan logam Kerajaan Koryo giat mengembangkan teknologi percetakan balok katu dan menghasilkan 3 papan untuk mencetak Daejanggyong.
(7)  Kapas, bahan peledak, dan perkembangan ilmu pengetahuan
Menjelang masa akhir kerajaan Koryo, kapas mulai ditanam sebagai busana masyarakat mulai berubah secara besar-besaran.
Metode pembuatan bahan peledak juga berhasil dikembangkan oleh kerajaan Koryo. Selain itu, ilmu astronomi, matematika dan ilmu-ilmu lainyya dari dunia isalm disebarluaskan ke Koryo melalui kerajaan Yuan.
(8)  Kesusastraan dan music Hyangga kerajaan Silla juga tetap digemari oleh masyarakat kerajaan Koryo, termasuk Hyangga yang diciptakan oleh winarawan Kyuno. Sementara itu kesusastraan Cina juga berkembang dan menjadi kesusastraan yang semakin indah.

Kegiatan kerajaan Koryo di Luar Negeri
a.       Pertukaran barang-barang kebutuhan ekonomi dengan kerajaan Sung
b.       Hubungan perdagangan dengan Khitan dan Nuzhen
c.       Kontak dengan dunia islam di asia barat daya
d.       Transaksi dengan kerajaan Yuan melaui hubungan bilateral pertukaran seni budaya.
e.       Pertukaran hubngan denga Jepang dan Asia Tenggara melaui hubungan diplomatik.

Kerajaan Chosun

Kerajaan Chosun I

Ditengah kekacauan dan krisis yang terjadi pada akhir abad ke-14, para sarjana baru dan kaum ksatria berhasil mendirikan kerajaan Choson. Para pemimpin kerajaan baru tersebut melakukan berbagai macam usaha untuk menstabilkan kehidupanmasyarakat dan meningkatkan kekuasaan negara dengan berdasarkan pada ideologidan politik Konghuchu.Pada masa awal kerajaan Choson (sekitar abad ke-15), terbentuknya sitem sosialyang berdasarkan pada ilmu Konghuchu dan peran Yangban (kaum bangsawan).Kebijakan-kebijakan yang lebih mengutamakan bidang pertanian dan pengembanganindustri, baik di bidang sosial maupun bidang ekonomi banyak ditetapkan. Dengan ditunjang oleh kebangkitan kesadaran bangsa, kestabilan sosial politik dan peningkatan kekuatan nasional, Kerajaan Choson berhasil mengembangkan kebudayaan bangsa.
 
Pada abad ke-16, ilmu metafisika berkembang pesat di Kerajaan Choson. Namun, perpecahan yang melanda kaum pemimpin bangsa dan melemahkan kekuatan pertahanan kerajaan telah mengundang invansi dari pihak Jepang dan suku Nuzhen.Melalui invansi inilah, kebudayaan Kerajaan Choson mulai dikenal oleh masyarakat Jepang.

·         Aktifitas Ilmuan Konghuchu serta perkembangan Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Kesenian

(1) Aktivitas Ilmuan Konghuchu Para Raja kerajaan Choson, khususnya Raja Sejong dan sangjong, memberikan perhatian khusus dalam pengembangan ilmu pengetahuan dengan cara memimpin kegiatan pengajaran dan mendukung kegiatan penelitian yang dilakukan oleh para cendekiawan dan sarjana.
Pada abad 15, ilmu pengetahuan memperoleh keberhasilan nyata di berbagai bidang khususnya ilmu sejarah, geografi, pertanian, kesehatan, dll.
(2) Penciptaan Huruf Han-qui
(3) Perkembangan Ilmu Metafisika Pada masa awal kerajaan Choson, beberapa birokrat seperti Jong Do-Jon dan Kwon kun, berusaha meletakkan ilmu metafisika sebagai sebagai ideologi politik Choson. Akhir abad 15 muncul para sarjana ilmu metafisika sarim di bawah kepemimpinan Kim Jong-Jik. Para sarjana Sarim inilah yang mengembangkan ilu metafisika secara pesat.
(4) Penerbitan Buku Kegiatan penerbitan buku termasuk salah satu yang juga dikembangkan pada masa kerajaan Choson. Berbagai buku, khususnya buku-buku ilmu sejarah, geografi, militer, serta ilmu Konghuchu dan Moral diterbitkan
(5) Perkembangan Ilmu Pertanian dan Astronomi  Ilmu astronomi/ pertimbangan ikut dikembangkan karena ilmu tersebut terkait erat dengan kehidupan petani. Pengetahuan tentang astronomi/ perbintangan menjadi dasar pandangan alam semesta, yatu masyarakat kerajaan Choson percaya bahwa penyalahgunaan wewenang raja akan dapat menimbulkan perubahan cuaca secara derastis sebagai suatu peringatan dari langit. Ilmu astronomi juga diguakan untuk informasi yang penting bagi industri pertanian.
(6) Ilmu Kesehatan, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Awal masa pemerintahan kerajaan Choson sangat mendukung kegiatan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk lebih mendorong terwujudnya kestabilan kehidupan masyarakat dan meningkatkan kekuatan nasional. Abbad 15 ilmu pengetahuan dan teknologi meningkat dengan pesat khususnya ilmu pengobatan.
(7) Kesusastraan pada masa awal Kerajaan Choson Di masa awal kerajaan Choson, kesusastaraan Cina menjadi kesusastaraan utama dalam masyarakat Choson. Akan tetapi, penciptaan huruf Han-qui sedikit banyak telah ikut mendorong peningkatan kegiatan kesusastaraan Nasional.

Kerajaan Chosun II

Setelah 2 kali menghadapi serbuan pihak asing, yaitu dalam perang Wearan dan Horan, Kerajaan Choson mulai melaksanakan berbagai kebijakan reformasi,khususnya reformasi bidang politik, ekonomi dan militer. Tujuan utama kebijakanreformasi itu adalah untuk menstabilkan kehidupan masyarakat.Pada abad ke-18, 2 orang raja, Yongjo dan Jongjo berhasil menstabilkankehidupan politik dan sosial kerajaan, mengembangkan kebudayaan masyarakat.Akan tetapi, memasuki abad ke-19, kehidupan sosial kerajaan Choson kembalimenghadapi kekacauan akibat pemusatan kekuasaan politik oleh anggot keluarga permaisuri. Kekacauan itu mendorong ketidakstabilan kehidupan rakyat yang semakinmenambah tingkat kemiskinan dan memicu terjadinya kerusuhan masyarakat serta pemberontakan masyarakat di berbagai daerah.Sementara itu, meskipun mendapat tekanan, agama Katolik terus berkembangdan berhasil disebarluaskan di seluruh kalanagn masyarakat. Donghak juga mulai berkembang sebagai agama yang dianut oleh sebagain besar kaum petani. PeradabanBarat mulai diperkenalkan kepada masyarakat Choson melalaui Cina pada amsa akhir Kerajaan Chososn, dan sebaliknya, peradaban Choson justru diserap dan digunakanmasyarakat Jepang untuk lebih mengembangkan kebudayaan mereka.

·         Gejala Baru dalam Kegiatan Seni-Budaya

(1) Arah baru bagi Kegiatan Ilmiah Menghadapi kelemahan ilmu metafisika yang lebih mengutamakan teori, di dalam kalangan kesarjanaan kerajaan Choson muncul suatu gerakan yang lebih mengutamakan filsafat pragmatis dalam rangka memperbaharui kehidpan sosial yang tidak stabil dan membuat jalan keluar bagi permasalahan bangsa dan negara.
(2) Pertumbuhan dan perkembangn Ilmu Pragmatis Han Baek-Kyom dan Yi Su-Kwang merupakan pelopor ilmu pragmatis kerajaan Choson. Ilmu pragmatis kemudian dikembangkan oleh Yu Hyong-Won dan Yi Ik menjadi suatu ilmu baru. Meskipun Yu Hyong-Won dan Yi Ik mendapat tawaran untuk memperoleh jabatan dalam pemerintahan pusat, mereka menolak tawaran tersebut dan memilih untuk mengajar murid-muridnya di kampung halamannya masing-masing dan sambil terus meletakkan landasan yang kokoh bagi pengembangan ilmu pragmatis.
(3) Pengembangan Kuk-Hak ( Pelajaran Nasional ) dan arti pergerakan Pragmatis Berkat kegiatan sarjana ilmu pragmatis sejak abad ke-18 sa,pai akhir abad ke-19 ilmu-ilmu kerajaan Choson berkembang pesat. Khususnya il,u Kuk-Hak ( Pelajaran Nasional ). Kegiatan para sarjana ilmu pragmatis itu berhasil mendorong modernisasi dan kesadaran bangsa korea.
(4) Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Seiring dengan penyebarluasan kegiatan seni-budaya, kegiatan industri, termasuk ilmu pengetahuan mengenai dunia medis, berkembang dengan pesat. Teknologi medis dunia barat juga diterapkan.
(5) Pertumbuhan kegiatan Kebudayaan Masyarakat Pertumbuhan pesat kegiatan industri dan terguncangnya sistem struktur social masyarakat telah mendorong meningkatnya perhatian masyarakat terhadap bidang pendidikan dan kebudayaan. Seiring deng bertambahnya pemahaman masyarakat, muncul orang-orang baru yamg cukup berbakat di bidang seni-budaya.

Abjad Hangul & Raja Sejong Dae Wang
Raja Sejong atau disebut dengan Raja Sejong Yang Agung (Sejong Dae Wang) (Han: 세종대왕)(7 Mei 1397 – 18 Mei 1450, berkuasa 1418 – 1450) adalah seorang raja yang ke-4 dari Dinasti Joseon yang memerintah Korea. Raja Sejong sangat terkenal karena jasanya dalam menciptakan abjad Korea, Hangeul yang menggantikan penggunaan cara penulisan dengan Hanja. Raja Sejong adalah penguasa Korea kedua yang mendapatkan gelar Raja Yang Agung atau Raja Besar setelah Raja Gwanggaeto dari Kerajaan Goguryeo. Sejong sangat terkenal akan kepandaiannya dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam masa pemerintahannya, namun menurut sejarawan Yung Sik Kim, masih sedikit sekali karya Raja Sejong yang baru dikenal dan harus dikaji lebih banyak lagi.
Raja Sejong membantu para petani membuat buku mengenai pertanian yang disebut Nongsa Jikseol yang berisi pengajaran berbagai cara atau teknik bertani untuk berbagai daerah-daerah di negerinya. Teknik-teknik ini diperlukan guna meningkatkan hasil pertanian rakyat.
Dalam masa pemerintahannya, Jang Yeong-sil (蔣英實) menjadi terkenal sebagai seorang ilmuwan besar. penciptaan abjad hangeul, sistem abjad fonetik yang cocok untuk bahasa Korea.
Sebelum penggunaan hangul meluas, hanya anggota masyarakat dari kalangan bangsawan yang bisa membaca tulisan (hanja dasarnya dipergunakan untuk menulis kata dalam bahasa Korea dengan tulisan Cina, sedangkan sistem hanmun adalah tulisan Cina klasik yang digunakan untuk menulis dokumen). Seseorang harus mempelajari sistem penulisan hanja yang sulit untuk membaca atau menulis.

Hangeul Tempo Doeloe
Raja Sejong memperkenalkan 28 buah abjad baru agar semua golongan rakyat dapat membaca dan menulis dengan mudah. Hangeul dianggap perlambang identitas budaya untuk Joseon. Abjad hangeul dikeluarkan pada tahun 1446 dan dilarang penggunaanya di awal abad ke-20 saat penjajahan Jepang.

April 14, 2012

Lirik Asli "Awal" Lagu Indonesia Raya

Lagu Indonesia Raya yang selama ini di nyanyikan ternyata itu hasil gubahan Presiden Pertama Kita loe., Sebenarnya yang ciptaan asli sang Maestro bait liriknya ada sedikit bedahnya dengan yang sering kitan nyanyikan di upacara-upacara bendera. Ini nih gue kasi Lirik awal yang di kumandangkan Bapak Wage Rudolf Supratman pada acara SUMPAH PEMUDAH 1928.


Stanza 1:
Indonesia Tanah Airkoe Tanah Toempah Darahkoe
Disanalah Akoe Berdiri ’Djadi Pandoe Iboekoe
Indonesia Kebangsaankoe Bangsa Dan Tanah Airkoe
Marilah Kita Berseroe Indonesia Bersatoe
Hidoeplah Tanahkoe Hidoeplah Negrikoe
Bangsakoe Ra’jatkoe Sem’wanja
Bangoenlah Djiwanja Bangoenlah Badannja
Oentoek Indonesia Raja
Reff: Diulang 2 kali, red
Indonesia Raja Merdeka Merdeka Tanahkoe Negrikoe Jang Koetjinta
Indonesia Raja Merdeka Merdeka Hidoeplah Indonesia Raja


Stanza 2:
Indonesia Tanah Jang Moelia Tanah Kita Jang Kaja
Disanalah Akoe Berdiri Oentoek Slama-Lamanja
Indonesia Tanah Poesaka P’saka Kita Semoenja
Marilah Kita Mendo’a Indonesia Bahagia
Soeboerlah Tanahnja Soeboerlah Djiwanja
Bangsanja Ra’jatnja Sem’wanja
Sadarlah Hatinja Sadarlah Boedinja
Oentoek Indonesia Raja
Reff: Diulang 2 kali, red
Indonesia Raja Merdeka Merdeka Tanahkoe Negrikoe Jang Koetjinta
Indonesia Raja Merdeka Merdeka Hidoeplah Indonesia Raja

Stanza 3:
Indonesia Tanah Jang Seotji Tanah Kita Jang Sakti
Disanalah Akoe Berdiri ’Njaga Iboe Sedjati
Indonesia Tanah Berseri Tanah Jang Akoe Sajangi
Marilah Kita Berdjandji Indonesia Abadi
S’lamatlah Ra’jatnja S’lamatlah Poetranja
Poelaoenja Laoetnja Sem’wanja
Madjoelah Negrinja Madjoelah Pandoenja
Oentoek Indonesia Raja
Reff: Diulang 2 kali
Indonesia Raja Merdeka Merdeka Tanahkoe Negrikoe Jang Koetjinta
Indonesia Raja Merdeka Merdeka Hidoeplah Indonesia Raja.

Selama ini lagu Indonesia Raya yang dikenal hanya terdiri dari satu stanza, tetapi yang benar Tiga loe., jika ingin lihat yang bener bener asli terpaksa anda harus ke negri Belanda karna di simpen ama kompeni yang pernah jajah kite tepatnya di perpustakaan Leiden di Belanda. 

Maret 29, 2012

Para Pemain Sepak Bola yang Meninggal di Pertandingan

Para pemain Tottenham Hotspur dan Bolton Wanderers kaget, kemudian shok saat Fabrice Muamba tiba-tiba terjatuh pada menit ke-41. Partai perempat final Piala FA di Stadion White Hart Lane pun terhenti. Banyak yang bingung, karena gelandang Bolton itu jatuh dengan sendirinya, tak bersentuhan sama sekali dengan pemain lain.

Petugas medis kemudian datang menolongnya, tapi dia tak bereaksi. Para pemain kemudian tambah shok. Sebagian terbengong, sebagian berdoa sambil mendekapkan kedua tangannya di dada. Bahkan, wasit Howard Webb pun ikut shok dan mendekapkan kedua tangan ke dada, sambil sesekali komat-kamit memanjatkan doa.

Selama 10 menit petugas medis menangani Muamba di lapangan. Para penonton juga ikut shok, bahkan sebagian menangis.

Muamba lalu dilarikan ke rumah sakit, Di lorong stadion, dia sempat tak bernapas. Namun, kemudian dia segera kembali dalam kondisi yang membaik.

Insiden Muamba memang mengkhawairkan. Sudah uluhan pemain sepak bola yang meninggal dunia akibat bermain sejak 1892. Bahkan, di Indonesia juga ada dua kasus pemain meninggal akibat bermain sepak bola, yakni Eri Irianto dan Jumadi Adi.

Berikut daftar pemain yang meninggal karena insiden atau kecelakaan dalam pertandingan sepak bola.



Daftar Pemain Bola Yang Meninggal di Karena Bermain


13 Januari 1889
William Cropper (Staveley, 26 tahun)
Ia jatuh pingsan saat membela timnya melawan Grimsby Town. Sehari kemudian dia meninggal dunia.

11 Januari 1892
James "Daddy" Dunlop (St Mirren, 21)
Pada pertandingan persahabatan lawan Abercorn, jatuh menimpa pecahan gelas. Lukanya menyebabkan tetanus dan 10 hari kemudian dia meninggal dunia.

25 Mei 1896
James Logan (Loughborough FC, 25)
Dia meninggal saat bermain karena menderita pneumonia.

29 November 1896
Joe Powell (Woolwich Arsenal, 25)
Saat bermain melawan Kettering Town, tangannya patah. Cedera ini menyebabkan tetanus dan darahnya berracun dan beberapa hari kemudian dia meninggal dunia.

1900-an
James Collins (Sheppey United)
Luka yang ia dapat saat bertanding menimbulkan tetanus yang akhirnya membunuh dirinya.

27 Agustus 1902
Di Jones (Manchester City, 35)
Luka serius di lututnya menyebabkan pembusukan yang akhirnya membunuh dirinya.

27 Oktober 1906
David "Soldier" Wilson (Leeds City, 23)
Ia menderita serangan jantung saat bermain melawan Burnley. Dia pingsan di lapangan dan akhirnya meninggal dunia.

8 April 1907
Tommy Blackstock (Manchester United, 25)
Dia pingsan setelah menyundul bola pada pertandingan melawan St Helens. Nyawanya akhirnya tak bisa diselamatkan.

1908
Frank Levick (Sheffield United, 26)
Tulang lehernya patah saat membela Sheffield United melawan Newcastle United pada Tahun Baru 1908. Ia sempat membaik, tapi cederanya menyebabkan pneumonia. Ia akhirnya meninggal dunia karena serangan jantung yang disebabkan pneumonia pada 1 Februari 1908.

29 Desember 1909
James Main (Hibernian, 23)
Pada pertandingan hari Natal 1909 lawan Partick Thistle di Firhill, Jimmy Main bertabrakan dengan pemain lawan. Ia kesakitan di bagian perutnya dan empat hari kemudian meninggal dunia.

19 Februari 1916
Bob Benson (Arsenal, 33)
Setelah membela Arsenal lawan Reading, denyut darahnya terlalu cepat. Ada kelainan dalam pembuluh darah hingga menyebabkan dia meninggal dunia.

7 Januari 1921
Horace Fairhurst (Blackpool, 27)
Pada pertandingan lawan Barnsley, bulan Desember 1920, kepalanya terbentur. Dia akhirnya meninggal dunia pada 7 Januari 1921.

22 May 1921
Nikola Gazdic (Hajduk Split)
Setelah bermain melawan Gra?anski Zagreb, dia terkena TBC dan akhirnya meninggal dunia.

11 November 1923
Tom Butler (Port Vale)
Tangannya patah dalam sebuah pertandingan. Luka di tangannya akhirnya menimbulkan tetanus dan menyebabkan dia meninggal dunia.

4 April 1927
Albert Van Coile  (Cercle Brugge, 27)
Setelah bertabrakan dengan pemain lawan dalam sebuah pertandingan, dia sakit perut. Sehari kemudian dia meninggal dunia.

3 Mei 1927
David Arellano (Colo-Colo 24)
Ia menderita radang selaput perut (peritonitis) setelah ditabrak pemain lawan dalam sebuah pertandingan. Segera setelah bertabrakan itu, dia dilarikan ke klinik terdekat, tapi nyawanya tak tertolong.

30 April 1927
Sam Wynne (Bury 30)
Meninggal dunia di lapangan saat melawan Sheffield United, akibat pendarahan otak setelah bertabrakan dengan pemain lain.

5 September 1931
John Thomson (Celtic, 22)
Bertabrakan dengan pemain Glasgow Rangers, Sam English, tulang tengkoraknya retak. Dia dilarikan ke rumah sakit, tapi nyawanya tak tertolong.

17 Juni 1933
Jon Kristbjornsson (Valur, 22)
Seorang kiper yang bertabrakan dengan striker KR Reykjavik pada pertandingan terakhir Liga Islandia, 13 Juni 1933. Dia kepalanya sakit dan empat hari kemudian meninggal dunia.

1 Desember 1934
(Sim Raleigh (Gillingham, 25)
Meninggal dunia setelah kepalanya bertabrakan dengan kepala pemain Brighton & Hove Albion, Paul Mooney.

5 Februari 1936
Jimmy Thorpe (Sunderland, 22)
Menderita diabetes, kiper Sunderland ini pingsan saat dan koma pada pertandingan lawan Chelsea. Dia meninggal di lapangan.

1 April 1951
Mitotonio (Ceara, 35)
Pingsan saat pertandingan karena perutnya tertabrak dan dia akhirnya meninggal dunia.

14 Juli 1963
Constantin Tabarcea (Petrolul Ploie?ti 26)
Pingsan dalam pertandingan dan akhirnya meninggal dunia.

25 Februari 1967
Tony Allden (Highgate United)
Pada pertandingan perempat final Piala FA Amatir Cup, dia pingsan dan kemudian meninggal dunia.

1 Juli 1973
Nikola Mantov (FK Osogovo, 23)
Pingsan dan langsung meninggal dunia pada menit ke-10 pada pertandingan lawan FAS 11 Oktomvri, akibat serangan jantung.

16 Desember 1973
Pavao (FC Porto, 26)
Meninggal dunia akibat serangan jantung dalam sebuah pertandingan.

18 Mei 1977
Tony Aveyard (Scarborough, 21)
Meninggal akibat kepalanya bertabrakan dengan lawan.

30 Oktober 1977
Renato Curi (Perugia, 24)
Mendapat serangan jantung pada pertandingan Liga Serie-A lawan Juventus. Nama stadion Perugia pun setelah itu diganti dengan namanya.

23 September 1984
Erik Jongbloed (DWS Amsterdam)
Tewas di lapangan dalam pertandingan eksebisi Ia putra Jan Jongbloed, kiper timnas Belanda di Piala Dunia 1974 dan 1978.

23 Agustus 1987
Paulo Navalho (Atletico Clube de Portugal, 21)
Menderita myocardial akut, ia tewas dalam pertandingan persahabatan melawan klub Uni Emirat Arab, Al-Jazira.

9 Desember 1987
Dursun Oezbek (Galatasaray, 17)
Pada latihan tim di Florya, ia mengalami gagal jantung dan meninggal dunia.

12 Agustus 1989
Samuel Okwaraji (Nigeria, 24)
Pingsan dan langsung meninggal dunia pada pertandingan melawan Angola di kualifikasi Piala Dunia. Otopsi menunjukkan, jantungnya mengalami pembesaran.

8 September 1990
David Longhurst (York City, 25)
Mengalami gagal jantung saat bertanding melawan Lincoln City. Dia dilarikan ke rumah sakit, tapi begitu sampai di rumah sakit sudah meninggal.

2 Februari 1993
Michael Klein (Bayer Uerdingen, 33)
Mengalami gagal jantung pada sebuah latihan dan langsung meninggal dunia.

30 April 1995
Mukandi Tsimaya (Atromitos Fc, 28)
Pada pertandingan melawan Panelefsiniakos, lehernya tersodok sikut lawan. Dia meninggal dunia sebelum sempat dilarikan ke rumah sakit.

25 Agustus 1995
Michael Goddard (Dundela)
Meninggal dunia pada pertandingan melawan Dungannon Swifts di Stangmore Park, setelah dadanya terhantap bola yang melaju kencang.

29 Oktober 1995
Amir Angwe (Julius Berger Fc, 29)
Pingsan dan akhirnya meninggal di lapangan karena serangan jantung.

4 Januari 1997
Hedi Berkhissa (Esperance Sportive de Tunis, 24)
Terkena serangan jantung saat bertanding melawan Olympique Lyonnais di Stade Chedli Zouiten dan akhirnya meninggal dunia.

4 April 1997
Waheeb Jabara (Hapoel Taibe, 23)
Terkena serangan jantung saat bertanding melawan Bnei Yehuda dan langsung meninggal dunia.

February 1998
Robbie James (Llanelli AFC, 28)
Meninggal di lapangan karena serangan jantung.

28 April 1998
Axel Jueptner (Carl Zeiss Jena, 29)
Tiba-tiba meninggal dunia saat latihan tim, karena serangan jantung.

1999
Ferenc Biro (Nirajul Miercurea-Nir, 15)
Meninggal karena tiang gawang rubuh dan menimpa kepalanya.

24 Juli 1999
Stefan Vrabioru (Astra Ploiesti, 23)
Penyakit jantung yang tak terdeteksi membuatnya meninggal dunia dalam sebuah pertandingan.

2000
Daniel Orbeanu (Caraimanul Busteni, 18)
Meninggal dalam pertandingan karena infeksi. Sebelumnya, empat rumah sakit melakukan kesalahan dalam mendiaknosis penyakitnya.

Februari 2000
John Ikoroma (Al-Wahda, 17)
Pingsan di lapangan saat bertanding, dan akhirnya meninggal dunia sesampainya di rumah sakit.

3 April 2000
Eri Irianto (Persebaya Surabaya, 26)
Pada pertandingan melawan PSIM Yogyakarta di Stadion Gelora 10 Nopember, Eri Irianto bertabrakan dengan pemain PSIM asal Gabon, Samson Noujine Kinga. Dia pingsan dan dilarikan ke rumah sakit. Tapi, malamnya ia akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

21 Mei 2000
Hocine Gacemi (JS Kabylie, 24)
Meninggal dunia di lapangan karena tulang kepalanya retak setelah bertabrakan dengan lawan.

5 Oktober 2000
Catalin Hildan (Dinamo Bucharest, 24)
Meninggal dalam pertandingan melawan Olteni?a, Catalin. Pada menit ke-74, ia mendapat serangan jantung dan terjatuh, kemudian meninggal dunia.

29 Agustus 2001
Serhiy Perkhun (CSKA Moscow, 23)
Bertabrakan dengan Budun Budunov. Keduanya sama-sama cedera parah di kepala. Namun, Budunov selamat, serangkan Perkhun meninggal dunia, 8 hari setelah pertandingan.

20 Februari 2002
Cristian Neamtu (Universitatea Craiova, 21)
Tertabrak rekannya sendiri saat akan mencetak gol. Seminggu kemudian dia meninggal dunia akibat pendarahan di dalam.

24 Oktober 2002
Hernan Gaviria (Deportivo Cali, 32)
Terkena halilintar dalam sebuah latihan dan kemudian meninggal dunia.

27 Oktober 2002
Giovanni Cordoba (Deportivo Cali, 24)
Dia dan Hernan Gaviria terkena halilintar. Namun, tiga hari kemudian, Cordoba meninggal dunia.

Desember 2002
Stefan Toleski (FK Napredok)
Pingsan dalam sebuah pertandingan dan akhirnya meninggal dunia sesampainya di rumah sakit.

26 Juni 2003
Marc-Vivien Foe (Kamerun, 28)
Ia pinsan dalam pertandingan semifinal Piala Konfederasi 2003 melawan Kolombia. Tak lama kemudian, dia meninggal dunia di rumah sakit. Otopsi menyebutkan, dia meninggal dunia karena masalah jantung (hypertrophic cardiomyopathy).

25 Januare 2004
Miklos Feher (Benfica, 24)
Saat bertanding melawan Vitoria, dia pinsan dan meninggal dunia karena serangan jantung.

29 Februari 2004
Danny Ortiz (CSD Municipal, 27)
Pada pertandingan melawan CSD Comunicaciones, Ortiz bertabrakan dengan Mario Rafael Rodriguez. Selaput jantungnya robek dan dia meninggal dunia di rumah sakit.

27 Oktober 2004
Serginho (Sao Caetano, 30)
Serangan jantung tiba-tiba membuatnya meninggal dunia saat melawan Sao Paulo.

5 Desember 2004
Cristiano Junior (Dempo Sports Club, 24)
Ia bertabrakan dengan kiper Mohun Bagan, Subrata Paul, pada menit ke-78 pada final Piala Federasi ketika mencetak gol keduanya. Dia kemudian kolaps dan meninggal dunia di rumah sakit.

2005
Alin Paicu (Minerul Matasari, 32)
Pingsan setelah menyundul bola dan meninggaldunia karena serangan jantung.

12 April 2005
Paul Sykes (Folkestone Invicta, 28)
Saat pertandingan semifinal Kent Senior Cup melawan Margate FC baru berjalan 30 menit, dia pingsan dan meninggal dunia karena masalah jantung.

12 Juni 2006
Rasmus Green (Naestved BK, 26)
Mendapat serangan jantung saat berlatih. Dia meninggal saat sampai di rumah sakit.

30 Agustus 2006
Mohamed Abdelwahab (Al-Ahly, 23)
Meninggal dunia dalam latihan karena masalah jantung yang tak terdeteksi.

9 September 2006
Matt Gadsby (Hinckley United, 27)
Ia pingsan pada pertandingan melawan Harrogate Town, tak lama kemudian meninggal dunia di rumah sakit Harrogate District. Dia dinyatakan meninggal akibat kelainan jantung yang disebut Arrhythmogenic Right Ventricular Cardiomyopathy.

18 September 2006
Nilton Pereira Mendes (FC Shakhter Karagandy, 30)
Pingsan saat berlatih di klub dan tewas di ambulans dalam perjalanan ke rumah sakit. Pemain asal Brasil itu mantan Pemain Terbaik dan top skorer Liga Kazakhstan.

27 Maret 2007
Ivan Karacic (NK Siroki Brijeg, 19)
Meninggal dunia dalam sesi latihan di Siroki Brijeg, Bosnia and Herzegovina, karena serangan jantung.

28 Agustus 2007
Antonio Puerta (Sevilla FC, 22)
Pingsan pada pertandingan melawan Getafe di Divisi Primera La Liga. Dia meninggal setelah berada di rumah sakit karena masalah jantung.

29 Agustus 2007
Chaswe Nsofwa (Hapoel Beersheba, 28)
Meninggal karena serangan jantung pada pertandingan latihan lawan Maccabi Beersheba.

29 Desember 2007
Phil O'Donnell (Motherwell, 35)
Pingsan pada pertandingan melawan Dundee United karena serangan jantung. Dia meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit.

9 Februari 2008
Guy Tchingoma (FC 105 Libreville, 22)
Meninggal dunia tak lama setelah pertandingan melawan Union Sportive O'Mbila. Pada pertandingan, dia bertabrakan dengan pemain lawan. Dia bisa menyelesaikan pertandingan, tapi pingsan setelah selesai dan petugas medis gagal menyelamatkan nyawanya.

16 Februari 2008
Herve King (Ringmer, 27)
Pertandingan melawan Three Bridgesbaru berjalan 17 menit, King pingsan dan akhirnya meninggal dunia karena serangan jantung.

3 April 2008
Hrvoje ?ustic (NK Zadar, 24)
Menabrak tembok pada pertandingan lawan Cibalia, dia tewas lima hari kemudian di rumah sakit.

31 Mei 2008
Rustem Bulatov (Torpedo SDYuSShOR Kaluga, 34)
Merasa sakit saat pertandingan, sehari kemudian dia meninggal dunia di rumah sakit.

15 Maret 2009
Jumadi Abdi (Bontang FC, 26)
Dia mengalami benturan keras ketika bertanding melawan Persela Lamongan pada tanggal 7 Maret 2009. Perutnya tertendang pemain Persela, Denny Tarkas. Delapan hari kemudian, ia meninggal dunia. Kerusakan di sejumlah organ vital menjadi penyebab kematiannya.

26 Mei 2009
Orobosan Adun (Warri Wolves FC, 28)
Sebelum pertandingan tandang melawan Enugu Rangers, kiper Orobosan Adun diserang penjahat yang diduga suporter lawan. Dia meninggal dunia tiga hari kemudian dalam sesi latihan.

8 Agustus 2009
Daniel Jarque (RCD Espanyol, 26)
Setelah berlatih dengan klubnya, dia mendapat serangan jantung dan akhirnya meninggal dunia.

15 November 2009
Maurizio Greco (TuS Gueldenstern Stade, 25)
Dia pingsan pada pertandingan melawan Lupo Martini Wolfsburg di Campers Hoehe. Tak lama kemudian, dia meninggal dunia di rumah sakit.

6 Maret 2010
Endurance Idahor (Al-Merreikh, 25)
Dia pingsan saat bertanding melawan Alamal Atbara di Liga Sudan. Dia meninggal dunia di mobil ambulance saat dilarikan ke rumah sakit. Otopsi menyebutkan, dia meninggal karena masalah jantung.

8 Maret 2010
Bartholomew Opoku  (Kessben FC, 19)
Dia pingsan hanya beberapa saat sebelum bertanding melawan Liberty. Dia segera dilarikan ke rumah sakit. Tapi, sehari kemudian meninggal dunia.

Mei 2010
Goran Tunjic (Mladost FC, 32)
Dia pinsan dan akhirnya meninggal dunia, setelah diganjar kartu oleh wasit dengan tuduhan diving.

2 Mei 2010
Ambrose Wleh (Invincible Eleven, 24)
Pada pertandingan lawan Mighty Barrolle, ia mendapat serangan jantung. Dia bermain sebagai pengganti dan kemudian kolaps. Wleh meninggal dunia sesampainya di rumah sakit.

8 Mei 2010
Wilson Mene (Prek Pra Keila)
Wilson meninggal, tak lama setelah pingsan pada sebuah pertandingan Liga Kolombia.

12 April 2011
Lokissimbaye Loko (FC Beaumontois, 30)
Pemain Chad ini meninggal dunia dalam pertandingan lawan Midi-Pyrenees.

4 Agustus 2011
Naoki Matsuda (Matsumoto Yamaga FC, 34)
Mantan pemain Yokohama F Marinos dan timnas Jepang ini pingsan pada sebuah latihan, 2 Agustus 2011. Itu terjadi saat dia baru 15 menit melakukan pemanasan dengan berlari. Dua hari kemudian dia meninggal dunia karena masalah jantung.

13 November 2011
Bobsam Elejiko (K Merksem SC, 30)
Pemain keturunan Nigeria ini menghabiskan kariernya di Belgia Dia pingsan dan tak lama kemudian meninggal dunia saat bertanding melawan FC Exc Kaart.

Maret 08, 2012

Sejarah Persija Jakarta

Persija (singkatan dari Persatuan Sepak Bola Indonesia Jakarta) adalah sebuah klub sepak bola Indonesia yang berbasis di Jakarta. Persija saat ini berlaga di indonesia super liga.
Persija didirikan pada 28 November 1928, dengan cikal bakal bernama Voetbalbond Indonesish Jakarta (VIJ).
VIJ merupakan salah satu klub yang ikut mendirikan PSSI dengan keikutsertaan wakil VIJ, Mr. Soekardi dalam pembentukan PSSI di Societeit Hadiprojo Yogyakarta, Sabtu 19 April 1930.

ASAL USUL SEJARAH PERSIJA JAKARTA
 
Pada zaman Hindia Belanda, nama awal Persija adalah VIJ (Voetbalbond Indonesische Jacatra).
Pasca-Republik Indonesia kembali ke bentuk negara kesatuan, VIJ berganti nama menjadi Persija (Persatuan sepak bola Indonesia Jakarta).
Pada saat itu, NIVU (Nederlandsch Indisch Voetbal Unie) sebagai organisasi tandingan PSSI masih ada.
Di sisi lain, VBO (Voetbalbond Batavia en Omstreken) sebagai bond (perserikatan) tandingan Persija juga masih ada.
Terlepas dari takdir atau bukan, seiring dengan berdaulatnya negara Indonesia, NIVU mau tidak mau harus bubar.
Mungkin juga karena secara sosial politik sudah tidak kondusif (mendukung).
Suasana tersebut akhirnya merembet ke anggotanya, antara lain VBO.
Pada pertengahan tahun 1951, VBO mengadakan pertemuan untuk membubarkan diri (likuidasi) dan menganjurkan dirinya untuk bergabung dengan Persija.
Dalam perkembangannya, VBO bergabung ke Persija.
Dalam turnamen segitiga persahabatan, gabungan pemain bangsa Indonesia yang tergabung dalam Persija “baru” itu berhadapan dengan Belanda dan Tionghoa.
Inilah hasilnya:
Persija (Indonesia) vs Belanda 3-3 (29 Juni 1951),
Belanda vs Tionghoa 4-3 (30 Juni 1951), dan
Persija (Indonesia) vs Tionghoa 3-2 (1 Juli 1951).
Semua pertandingan berlangsung di lapangan BVC Merdeka Selatan, Jakarta

PRESTASI
 
DI PERSERIKATAN
* Tahun 1931, Juara Perserikatan, sebagai VIJ Jakarta (1)
* Tahun 1933, Juara Perserikatan, sebagai VIJ Jakarta (2)
* Tahun 1934, Juara Perserikatan, sebagai VIJ Jakarta (3)
* Tahun 1938, Juara Perserikatan, sebagai VIJ Jakarta (4)
* Tahun 1964, Juara Perserikatan (5)
* Tahun 1973, Juara Perserikatan (6)
* Tahun 1975, Juara Perserikatan, bersama dengan PSMS Medan (7)
* Tahun 1977, Juara Perserikatan (8)
* Tahun 1979, Juara Perserikatan (9)
* Tahun 1990, Peringkat Ke-10 Perserikatan

Di LIGA INDONESIA
* Tahun 1994, Peringkat Ke-18 Divisi Utama Wilayah Barat
* Tahun 1995, Peringkat Ke-13 Divisi Utama Wilayah Barat
* Tahun 1996, Peringkat 11 Wilayah Barat
* Tahun 1998, Semifinalis
* Tahun 1999, Semifinalis
* Tahun 2001, Juara Liga Indonesia
* Tahun 2002, 8 Besar Liga Bank Mandiri
* Tahun 2003, Peringkat 8 Liga Bank Mandiri
* Tahun 2004, Peringkat 3 Liga Bank Mandiri
* Tahun 2005, Runner-Up Liga Indonesia
* Tahun 2006, Liga Indonesia 8 Besar

Di LIGA SUPER INDONESIA
* Tahun 2010, Peringkat 5 Liga Super Indonesia
* Tahun 2010, Klasemen Sementara (tanggal 22 Oktober 2010) ke 3

Di PIALA INDONESIA
* Tahun 2005, Runner-Up Copa Indonesia
* Tahun 2006, Copa Indonesia Juara 3
* Tahun 2007, Copa Indonesia Juara 3

Di Internasional
Tahun 2000, Juara Piala Sultan Brunei Darussalam

DAFTAR PELATIH PERSIJA JAKARTA
* Dari Indonesia Endang Witarsa
* Dari Indonesia Herry Kiswanto
* Dari Bulgaria Ivan Venkov Kolev
* Dari Argentina Garcia Carlos Cambon
* Dari Indonesia Ronny Pattinasarani
* Dari Indonesia Rahmad Darmawan
* Dari Moldova Serghei Dubrovin
* Dari Indonesia Sofyan Hadi
* Dari Indonesia Benny Dollo
* Dari Indonesia Rahmad Darmawan

Persija Jakarta Mempunyai Julukan “MACAN KEMAYORAN”
dan Mempunyai pendukung fanatik yang menamakan diri THE JAKMANIA
Persija Jakarta dahulu menempati Stadion Lebak Bulus, namun karena Tidak masuk kategori yang diharuskan, Persija akhirnya menempati Stadion Gelora Bung Karno.

Maret 03, 2012

Siapa Orang Besemah atau Pasemah itu ?

Jeme Besemah adalah orang-orang pemberani, Diakui oleh penulis kolonial. Berwatak setia kawan,Dan loyal terhadap komitmen yang membuat saudara Ataupun teman seperjuangan Sultan Palembang, Meneruskan perjuang setelah Sultan Mahmud Badaruddin II Dikalahkan oleh Belanda pada tahun 1821. Orang-orang Sindang Merdika di besemah menolak tindakan Belanda tersebut. Mereka meneruskan perjuangan di besemah pada tahun 1821 Sampai 1866. Bahkan pada saat-saat pertempuran melawan Belanda Di Palembang 1821 Sampai sekarang masih belum jelas Dari mana sebenarnya asal usul suku Besemah. Apakah teori-teori tentang perpindahan penduduk yang diikuti sekarangBerlaku juga bagi suku besemah, masih diliputi kabut rahasia. Namun yang jelas, jauh berabad-abad sebelum hadirnya mitos AtungBungsu, ditanah Besemah, dilereng Gunung Dempo dan daerahSekitarnya, telah ada masyarakat yang memiliki kebudayaan tradisiMegalitik dan bukti-bukti budaya megalitik ditanah besemah sampaiSekarang masih ada. Tetapi permasalahannya, apakah jeme Besemah Sekarang ini adalah keturunan dari Pendukung budaya megalitik tersebut ?Pengenalan orang-orang Eropa, terutama Belanda dan Inggris Terhadap orang Besemah pada awalnya sangat apriori. Orang Belanda dengan picik menyebutkan :## dat de Pasoemhers zonen gebragt ( orang pasemah tak akan diajak bicara jika tidak diberi unjuk kekuatan militer ) Demikian juga Sir Tomas Raffles, seorang Gubernur Jendral Di Bengkulu, pertama kali dia menganggap orang Besemah sebagai The pasumahs were a savage, ungovernable race, and that no termscould ever be made with them (Orang Pasemah adalah buas, ras yang tidak berpemerintahan dan tidak ada istilah yang dapat sesuai untukmereka.) Setelah menempuh perjalanan yang berat dan melelahkan mendakiGunung dan bukit serta menembus belantara, bertemula Raffles Dengan orang Besemah. Perjalanannya ini adalah perjalanan khusus untuk mententramkan orang besemah.Who I Want to Meet:Tegakkah Ganti Nga Tungguan, Jangan Manakah Batu Ke Luagh!!! MAKIN tenggelamkah "Sindang Merdike" saat ini? Menurut budayawan besemah "Mohammad Saman"..Begitu kekuatan Belanda merambah ke Besemah,Mulailah terjadi pergeseran nilai-nilai adat, budaya, danSistem pemerintahan di tanah besemahDampak berikut juga menyentuh berbagai peran dan fungsiLembaga-lembaga lama yang ada di masyarakat ke lembaga Baru yang sesuai dengan keinginan penguasa.Lembaga-lembaga lama misalnya hukum adat dan tradisi lain,Semakin tidak berfungsi. Bahkan, puncaknya memasuki Abad XIX, berbagai lembaga tradisional di tanah besemahTerasa mulai keropos dan pada akhirnya hilang digerogoti Kolonial Belanda

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

 
Design by Blog Themes | Bloggerized by andri pradinata - Gold Blogger Themes | AP14